Aksandri Kitong Dorong Masyarakat Maluku Utara Bersatu Dukung Purbaya

406
Aksandri Kitong

WARTASOFIFI.ID – Anggota DPRD Malut, Aksandri Kitong, menegaskan pentingnya memberikan dukungan penuh bagi putra daerah yang menempati posisi strategis di level nasional, menanggapi keberhasilan Purbaya lolos seleksi tiga besar Direktur Jenderal Imigrasi, dengan menyampaikan bahwa momentum ini harus dijadikan kesempatan kolektif bagi seluruh masyarakat Maluku Utara untuk memastikan bahwa wakil daerah dapat berperan aktif di kancah nasional.

Keberhasilan Purbaya dalam menembus tiga besar seleksi Dirjen Imigrasi menjadi perhatian publik khususnya di Maluku Utara, karena tidak hanya menunjukkan kapasitas profesionalnya, tetapi juga menjadi simbol nyata bahwa putra daerah memiliki peluang untuk menduduki posisi strategis di pemerintah pusat, dan hal ini disambut positif oleh tokoh-tokoh lokal, politisi, serta berbagai kalangan masyarakat yang melihat keberhasilan tersebut sebagai bukti pengakuan terhadap kompetensi SDM Maluku Utara.

Aksandri Kitong, yang juga politisi Partai Demokrat ini, menegaskan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (4/10) bahwa masyarakat Maluku Utara seharusnya bersatu memberikan dukungan penuh kepada Purbaya, karena keberadaan wakil daerah di pusat pemerintahan dapat memperkuat pengaruh Maluku Utara dalam pengambilan keputusan strategis nasional.

“Mendukung Purbaya agar di pusat ada orang Maluku Utara. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh kita abaikan. Sebagai sesama orang Maluku Utara, kita harus dukung agar kita punya orang di pusat,” ujar Aksandri, menekankan urgensi solidaritas kolektif untuk memaksimalkan peluang yang ada, sekaligus menandai bahwa keberadaan figur kompeten dari daerah di pusat pemerintahan sangat krusial.

Menurut Aksandri, selama ini perwakilan Maluku Utara di jajaran pemerintah pusat yang mampu mengambil keputusan strategis masih sangat terbatas, dan kondisi tersebut menjadi tantangan utama agar kepentingan daerah dapat diperhitungkan dalam kebijakan nasional yang bersifat strategis dan berdampak luas bagi pembangunan lokal maupun regional.

“Karena memang sampai sejauh ini perwakilan Malut di pusat dalam jajaran pemerintahan yang bisa mengambil keputusan strategis itu tidak ada,” tambah Aksandri, menegaskan bahwa momentum Purbaya lolos seleksi tiga besar merupakan peluang penting untuk memperkuat representasi Maluku Utara di pusat.

Dari Maluku Utara, Papua, hingga Aceh, Putra Daerah Seperti Purbaya Punya Hak Sama

Keberhasilan Purbaya di level nasional disebut Aksandri sebagai bukti nyata bahwa putra daerah memiliki kompetensi yang memadai untuk bersaing di lingkaran strategis pemerintahan, sehingga seluruh warga Maluku Utara harus menyambutnya dengan antusias dan menjadikannya sebagai inspirasi bagi generasi muda.

“Jadi jika Pak Purbaya lolos tiga besar, harusnya sebagai warga Maluku Utara kita mendukung beliau,” ujarnya, menekankan bahwa dukungan kolektif dari masyarakat menjadi kunci agar aspirasi daerah dapat tersalurkan melalui wakil yang kompeten dan berintegritas di pusat pemerintahan.

Selain itu, Aksandri menyampaikan bahwa keberhasilan Purbaya bukan hanya prestasi individu, melainkan membuka peluang lebih luas bagi putra-putra daerah lain untuk menempati posisi strategis, sekaligus menjadi simbol pengakuan bahwa kualitas SDM Maluku Utara semakin diakui di kancah nasional.

Kesempatan ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, menunjukkan bahwa dengan kompetensi, pengalaman, dan integritas, putra daerah dapat bersaing dengan profesional dari seluruh Indonesia untuk menduduki posisi penting di pusat pemerintahan, dan hal ini diharapkan memotivasi anak-anak Maluku Utara untuk menyiapkan diri dari sekarang.

Aksandri menekankan pentingnya dukungan masyarakat agar keberhasilan Purbaya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi momentum bagi Maluku Utara untuk memiliki lebih banyak wakil yang dapat berperan dalam pengambilan keputusan strategis nasional, sehingga pembangunan daerah mendapat perhatian lebih serius.

“Kita doakan beliau agar supaya beliau lolos jadi Dirjen, sehingga putra Malut sudah ada 2 Dirjen, yaitu di Kemendes dan Imigrasi,” tutur Aksandri, menandai bahwa kehadiran wakil daerah di pusat dapat memperkuat posisi strategis Maluku Utara dan memperluas kesempatan bagi putra daerah lainnya.

Purbaya Didukung Seluruh Lapisan Masyarakat jadi Dirjen Imigrasi

Keberhasilan Purbaya juga membuka diskusi penting tentang perlunya pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Prabowo memberikan perhatian bagi pejabat daerah yang memiliki kapasitas tinggi untuk menempati posisi nasional, sehingga perspektif baru, pengalaman lokal, dan inovasi birokrasi dapat hadir dalam pengambilan keputusan strategis pemerintah pusat.

Riwayat Purbaya menunjukkan perjalanan panjang yang membentuk kapasitasnya sebagai figur kompeten di bidang manajemen pemerintahan, dimulai dari pendidikan formal di SD Negeri 1 Tual, SMP Negeri 1 Kota Ternate, SMA Negeri 2 Surabaya, hingga jenjang perguruan tinggi S1 Teknik Manajemen Industri di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, S2 Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, dan S3 Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya, yang memberikan bekal multidisipliner dalam memahami manajemen publik, hukum, dan ekonomi.

Selain pendidikan formal, Purbaya menempuh pendidikan kedinasan strategis seperti PPRA LXV 2023 di Lemhannas RI, Diklat PIM 101 tahun 2018, Diklat PIM II 2015, dan Diklat PIM TK. IV 2006, sehingga memiliki pemahaman mendalam terkait kepemimpinan strategis, pengambilan keputusan, dan manajemen pemerintahan yang kompleks di tingkat nasional.

Prestasi profesional Purbaya menonjol dalam pengelolaan keuangan dan pengawasan, termasuk peningkatan kapabilitas APIP serta sistem pengendalian internal Inspektorat Provinsi Maluku Utara dari level 2 menjadi level 3, yang dinilai oleh BPKP pusat, menjadikannya kepala inspektorat pertama yang berhasil melakukan transformasi signifikan sejak provinsi ini berdiri.

Pengalaman Purbaya dalam pendidikan intelijen di BAIS TNI semakin memperkuat kemampuan analisis strategis, adaptasi terhadap lingkungan baru, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di berbagai situasi birokrasi dan pemerintahan yang kompleks, yang menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawab di level nasional.

Dalam organisasi, Purbaya aktif sebagai Wakil Ketua FKPPI dan Ketua IKAL Lemhannas Maluku Utara, membangun jejaring strategis yang mendukung efektivitas kerja birokrasi, memperluas pengaruh sosial, dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan di tingkat provinsi maupun nasional.

Selain itu, pengalaman hidup Purbaya yang sering berpindah sekolah dan daerah mengikuti tugas orang tua menjadikannya pribadi adaptif dan cepat belajar, kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi lingkungan baru, perubahan birokrasi, dan dinamika pemerintahan yang kompleks.

Riwayat jabatan Purbaya dimulai sebagai Kepala Seksi Pembukuan dan Verifikasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan pada 2006, kemudian menempati berbagai posisi strategis seperti Kepala Bidang Anggaran DPKAD Kabupaten Halmahera Selatan, Pj. Sekretaris DPKAD, Plt. Kepala DPKAD, Pj. Kepala Biro Keuangan Provinsi Maluku Utara, Kepala BPKPAD Provinsi Maluku Utara, Inspektur Provinsi Maluku Utara, hingga Kepala BPKAD Provinsi Maluku Utara saat ini, serta pernah menjabat Pjs. Bupati Halmahera Timur pada 2024.

Sahril Hi. Rauf: Purbaya Bukti Maluku Utara Punya SDM Kompeten

Selama meniti karier, Purbaya aktif mengikuti berbagai bimbingan teknis, kursus, dan pelatihan terkait pengelolaan keuangan daerah, strategi pengawasan SIPD, manajemen risiko, audit investigatif, pengelolaan pajak berbasis akrual, serta implementasi S.A.P. berbasis akrual, membekalinya untuk memimpin transformasi birokrasi yang efektif.

Inovasi Purbaya terlihat melalui pengembangan Samsat Terapung, Samsat Online, SPDT Online, optimalisasi Galian C, dan pemanfaatan aset daerah melalui penyewaan lahan tidur, yang semuanya meningkatkan efisiensi birokrasi dan pendapatan daerah secara signifikan.

Riwayat organisasi Purbaya, termasuk pengurus Majelis Bimbingan Daerah dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku Utara, Ketua Pengurus KBP3 Polri Maluku Utara, dan Wakil Ketua FKPPI Provinsi Maluku Utara, menunjukkan keterlibatan aktifnya dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan, pengabdian sosial, serta pembinaan generasi muda.

Dalam pandangan Aksandri Kitong, keberhasilan Purbaya menunjukkan pentingnya membuka kesempatan bagi pejabat daerah kompeten untuk mengisi posisi strategis nasional, agar aspirasi Maluku Utara tersalurkan melalui wakil yang memahami konteks lokal sekaligus berkompeten secara nasional.

Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa kombinasi pendidikan formal, pendidikan kedinasan, pengalaman birokrasi, dan kapasitas organisasi dapat menghasilkan figur yang layak mengisi posisi strategis nasional, sekaligus menjadi simbol bagi putra-putra daerah lain agar termotivasi meniti karier di pusat pemerintahan.

Prestasi Purbaya di bidang pengawasan dan keuangan daerah, termasuk peningkatan sistem pengendalian internal dan kapabilitas APIP, menunjukkan bahwa transformasi birokrasi dapat dicapai dengan perencanaan matang, implementasi konsisten, dan kepemimpinan visioner yang mampu mengubah sistem yang stagnan selama puluhan tahun.

Politisi dan tokoh daerah menilai keberhasilan Purbaya seharusnya dijadikan momentum kolektif agar Maluku Utara memiliki wakil yang berkompeten di pusat pemerintahan, sehingga suara dan aspirasi daerah lebih diperhitungkan dalam pengambilan keputusan strategis nasional.

Selain itu, pencapaian Purbaya membuka ruang diskusi mengenai pengembangan karier pejabat daerah di tingkat nasional, perlunya perhatian pemerintah pusat, serta pentingnya sistem pembinaan yang menyiapkan putra daerah berkompeten untuk posisi strategis di pusat pemerintahan.

Keberhasilan Purbaya diyakini akan menginspirasi generasi muda Maluku Utara untuk menyiapkan diri secara akademik, profesional, dan kepemimpinan, membuktikan bahwa peluang di level nasional terbuka bagi mereka yang memiliki kompetensi, integritas, dan pengalaman memadai.

Politisi dan tokoh masyarakat berharap keberhasilan ini tidak berhenti sebagai prestasi individu, tetapi menjadi simbol kapasitas daerah dalam menghadapi tantangan nasional dan memperkuat peran Maluku Utara di pusat pemerintahan.

Dengan semua riwayat pendidikan, pengalaman kedinasan, jabatan strategis, dan inovasi yang telah dilakukan, Purbaya menjadi figur yang menunjukkan bahwa putra daerah mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional, sekaligus menjadi teladan bagi aspirasi dan pembangunan Maluku Utara.

Keberhasilan Purbaya lolos seleksi tiga besar Dirjen Imigrasi mencerminkan kualitas SDM Maluku Utara yang semakin diakui, sekaligus menjadi momentum penting bagi daerah untuk menempatkan lebih banyak wakil di pusat pemerintahan, sehingga pembangunan dan kebijakan nasional mencerminkan kebutuhan dan potensi daerah.

Aksandri Kitong menekankan dukungan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan ini menjadi simbol nyata bahwa putra daerah Maluku Utara memiliki kapasitas dan kesempatan yang sama dengan daerah lain untuk mengisi jabatan strategis di tingkat nasional.

Dengan latar belakang, pengalaman, dan prestasi yang lengkap, Purbaya menjadi contoh konkret bahwa transformasi birokrasi, inovasi layanan publik, dan peningkatan kapasitas aparatur dapat dilakukan secara efektif, dan keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh putra daerah.

Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa pemerintah pusat sebaiknya membuka ruang lebih luas bagi pejabat daerah berkompeten untuk mengisi posisi strategis nasional, sehingga perspektif baru, pengalaman lokal, dan inovasi birokrasi dapat diterapkan di tingkat nasional secara efektif.

Dengan dukungan masyarakat, tokoh daerah, dan perhatian pemerintah pusat, momentum keberhasilan Purbaya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat representasi Maluku Utara di tingkat nasional, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan di provinsi ini. (red)