Viva Yoga Resmikan Bendungan Beringin Agung, Sekda Malut Turun Langsung

109
Bupati Halut Piet Hein Babua menggunting pita sebagai tanda peresmian Bendungan Beringin Agung di Desa Toliwang, didampingi Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dan Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir. (Foto: Biro Adpim Malut)

WARTASOFIFI.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, meresmikan Bendungan Beringin Agung di Desa Toliwang, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (16/7). Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Wamentrans ke Malut dalam rangka memantau proyek-proyek strategis pengembangan kawasan transmigrasi.

Wamentrans hadir bersama jajaran pejabat dari Kementerian Transmigrasi, termasuk Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, dan Direktur Fasilitasi Penataan Persebaran Penduduk. Turut mendampingi Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir, Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara, pimpinan DPRD, Forkopimda, dan perangkat pemerintahan kabupaten setempat.

Tiba di lokasi tepat pukul 13.30 WIT, rombongan disambut meriah oleh jajaran pemerintah daerah. Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad menyambut langsung Wamentrans dan istri dengan pengalungan syal, iringan tarian selamat datang, serta sambutan adat di tengah terik matahari siang.

Dalam sambutannya, Viva Yoga menegaskan bahwa program transmigrasi memiliki tiga mandat utama, yakni memperkuat integrasi nasional, mendorong percampuran budaya untuk membentuk rasa kebangsaan, serta mengentaskan kemiskinan melalui reforma agraria dan ketahanan pangan.

“Kawasan transmigrasi wajib berkontribusi terhadap ketahanan pangan di daerahnya, terutama produksi padi, jagung, dan kedelai,” ujar Viva Yoga.

Ia menambahkan, perlu percepatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan meningkat signifikan. Wamentrans juga menyinggung proyek besar peternakan sapi seluas 10.000 hektare di NTT yang tengah dibangun bersama Kementerian Pertanian, menggandeng investor dari Brazil.

“Brazil ini unik. Jumlah sapi lebih banyak dari jumlah penduduknya,” kelakar Viva Yoga yang juga merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Di kesempatan yang sama, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyampaikan bahwa transmigrasi di wilayahnya sudah berjalan sejak 1982. Hingga kini, telah tercatat sebanyak 17.524 kepala keluarga atau 57.592 jiwa yang tersebar di kawasan transmigrasi.

“Kehadiran program transmigrasi telah memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan di Halmahera Utara, terutama dalam sektor pangan,” kata Piet.

Viva Yoga juga mengapresiasi terobosan antar daerah dalam pengembangan ekonomi baru, seperti kerja sama antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Morotai dalam pengembangan komoditas telur bebek dan perikanan. Menurutnya, transmigrasi kini tidak hanya soal membangun wilayah, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Wamen berharap kehadiran Bendungan Beringin Agung dapat memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dan kebutuhan dasar masyarakat transmigran, khususnya di Halmahera Utara.

“Bendungan ini vital dalam mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Toliwang dan kawasan sekitarnya,” tegasnya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Wamentrans. Bendungan yang memiliki debit air seluas 140 hektare ini diharapkan menjadi tulang punggung pengairan lahan pertanian dan menunjang program transmigrasi di kawasan tersebut.

Sebagai penutup, Viva Yoga turut menyaksikan dan meninjau langsung prosesi tanam padi perdana oleh para petani transmigran. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya musim tanam dengan dukungan irigasi dari bendungan yang baru diresmikan.

Saat ini, Malut memiliki delapan kawasan transmigrasi, terdiri dari empat kawasan prioritas nasional dan empat kawasan prioritas bidang. Lokasinya tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Halmahera Selatan.

Acara peresmian diakhiri dengan sesi foto bersama Wamentrans, pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten, serta para petani dan masyarakat setempat. (red)