Abubakar Abdullah saat masih menjabat Pj Sekda Malut memberikan penjelasan kondisi kantor kepada Gubernur Sherly Tjoanda, di Kantor Gubernur Malut, Puncak Gosale, Kamis, 6 Februari 2025. (Foto: Amat/Biro Adpim)
Kadikbud Malut Abubakar Abdullah menerima penghargaan sebagai Pengelola Program Indonesia Pintar (PIP) Terbaik III dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Jakarta, 25 Mei 2026.
Penghargaan tersebut menjadi catatan penting bagi sektor pendidikan di Malut, terutama di tengah tantangan pemerataan layanan pendidikan di wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses, distribusi, hingga infrastruktur pendidikan.
Penghargaan itu tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian Dikbud Malut semata, tetapi juga menjadi simbol atas kerja panjang dalam memastikan bantuan pendidikan benar-benar menjangkau peserta didik yang membutuhkan.
Di daerah dengan karakter geografis seperti Malut, pengelolaan bantuan pendidikan membutuhkan ketelitian, pengawasan, serta koordinasi yang jauh lebih kompleks karena menyangkut wilayah yang tersebar di banyak pulau.
Abubakar Abdullah menegaskan bahwa penghargaan tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari Gubernur Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe, pengelola pendidikan, hingga tenaga pendidik yang bekerja di lapangan.
“Sebuah panggung kehormatan tidak hadir begitu saja. Di baliknya ada kerja keras Ibu Gubernur dan Pak Wagub, kesabaran, ketekunan, serta pengabdian panjang dari banyak orang yang bekerja dengan penuh ketulusan,” papar Abubakar.
Dalam pandangannya, penghargaan yang diterima Dikbud Malut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih terbuka dan dapat diakses seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Program Indonesia Pintar sendiri selama ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak terputus di tengah persoalan ekonomi.
“Pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Jakarta, 25 Mei 2026, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih adil, terbuka, dan menjangkau seluruh peserta didik di Maluku Utara,” katanya.
Di balik penghargaan tersebut, terdapat kerja dengan disiplin tinggi dan pengawasan yang tidak sederhana. Validitas data penerima bantuan, ketepatan sasaran penyaluran, hingga memastikan bantuan benar-benar diterima siswa menjadi pekerjaan yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Tantangan itu semakin besar karena kondisi geografis Malut membuat distribusi layanan pendidikan tidak selalu berjalan mudah.
Karena itu, Abubakar Abdullah menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pendidikan di Malut yang selama ini terus menjaga agar pelayanan pendidikan tetap berjalan.
“Capaian ini tentu bukan milik satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh pengelola PIP, kepala sekolah, guru, operator sekolah, serta semua pihak yang terus memastikan bantuan pendidikan dapat tersalurkan dengan baik kepada siswa yang membutuhkan,” ungkapnya.
Penghargaan yang diterima Dikbud Malut juga memperlihatkan bahwa sektor pendidikan di daerah kepulauan tetap memiliki semangat untuk terus tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.
Dari sekolah-sekolah di wilayah perkotaan hingga pulau-pulau terluar, pelayanan pendidikan tetap dijalankan dengan tujuan yang sama, yakni menjaga kesempatan belajar bagi generasi muda Malut.
“Di tengah tantangan wilayah kepulauan, semangat untuk terus melayani pendidikan tidak pernah surut. Dari sekolah-sekolah di kota hingga pelosok pulau, semua bergerak dengan tujuan yang sama, yaitu memastikan anak-anak Maluku Utara tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Bagi Dikbud Malut, penghargaan tersebut bukan akhir dari perjalanan pelayanan pendidikan. Tantangan pemerataan mutu pendidikan, akses layanan, hingga keberlanjutan bantuan pendidikan masih menjadi pekerjaan panjang yang membutuhkan konsistensi Pemprov Malut serta dukungan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Malut.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja kolaboratif seluruh insan pendidikan di Maluku Utara, terutama dukungan penuh dari Ibu Gubernur. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berpihak pada peserta didik,” harap Abubakar. (red)
__________________________________________ Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan keberimbangan kepada masyarakat.