Pemprov Malut Masih Menomorduakan Sofifi

43
Gubernur Malut Sherly Tjoanda (kiri) dan Wagub Sarbin Sehe (kanan). Foto: Istimewa

Di atas kertas, Sofifi berdiri sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara (Malut). Ia dibangun bukan hanya menjadi simbol pemerintahan, melainkan pusat kendali yang diharapkan mampu menggerakkan arah pembangunan dari daratan Oba hingga di 10 kabupaten kota. Namun dalam kenyataan yang terus berulang dari masa ke masa, wajah pemerintahan justru lebih sering terlihat di Kota Ternate.

Catatan WARTASOFIFI.ID menunjukkan, sejak awal kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe pada 2025 hingga memasuki pertengahan 2026, sebagian besar aktivitas Pemprov Malut lebih banyak dipusatkan di Ternate dibandingkan di Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Fenomena itu tampak bukan hanya pada rapat besar, melainkan juga agenda-agenda kecil yang melibatkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Berbagai kegiatan, baik berskala kecil maupun besar, tercatat lebih dominan berlangsung di Ternate. Sementara Sofifi, yang seharusnya menjadi pusat aktivitas Pemprov Malut, hanya mendapat porsi kecil dalam pelaksanaan agenda pemerintahan.

Keadaan itu kembali terlihat pada Senin, 25 Mei 2026. Hampir seluruh kepala OPD Pemprov Malut yang merupakan anak buah Sherly-Sarbin tidak berkantor di Sofifi. Aktivitas pemerintahan pada hari itu nyaris sepenuhnya berlangsung di Ternate karena sejumlah agenda dipusatkan di kota tersebut. Sherly-Sarbin bersama sebagian besar kepala OPD juga tampak menghadiri kegiatan di Ternate.

Situasi ini sesungguhnya bukan cerita baru dalam tata kelola pemerintahan di Pemprov Malut. Catatan WARTASOFIFI.ID menyebutkan, pola serupa telah berlangsung sejak era pemerintahan Thaib Armaiyn hingga masa kepemimpinan Abdul Gani Kasuba. Pergantian kepemimpinan kepala daerah tampaknya belum mampu mengubah orientasi aktivitas birokrasi yang lebih condong ke Ternate.

Padahal, Sofifi memiliki posisi penting sebagai pusat pemerintahan provinsi. Ketika sebagian besar agenda Pemprov Malut justru berlangsung di luar ibu kota provinsi, publik tentu berhak mempertanyakan sejauh mana keseriusan pemerintah Sherly-Sarbin dalam membangun wibawa Sofifi sebagai pusat pemerintahan.

Sebelumnya, dalam pemberitaan WARTASOFIFI.ID tertanggal 7 Mei 2026 berjudul Pemprov Malut Benarkan Sejumlah Kegiatan Digelar di Ternate, Plt Karo Adpim Pemprov Malut, Abdul Karim, mengakui bahwa sejumlah agenda pemerintahan memang masih dilaksanakan di Kota Ternate, termasuk di beberapa hotel.

“Iya, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di Ternate,” kata Karim saat diwawancarai WARTASOFIFI.ID di Kantor Gubernur Malut, Sofifi.

Meski demikian, Karim menegaskan bahwa aktivitas pemerintahan tidak sepenuhnya dipusatkan di Ternate. Menurutnya, sejumlah agenda dan rapat OPD tetap dilaksanakan di Sofifi, terutama di lingkungan Kantor Gubernur Malut.

“Ada juga beberapa kegiatan yang kita laksanakan di Sofifi, seperti kegiatan Badan Keuangan itu dilaksanakan di Aula Nuku Kantor Gubernur,” ungkapnya.

Karim juga menyebut sebagian rapat Pemprov Malut masih berlangsung di Kantor Gubernur Malut di Sofifi. Ia menilai banyak agenda yang digelar di Ternate merupakan kegiatan instansi vertikal, sementara Pemprov Malut hanya memenuhi undangan sebagai peserta atau pembuka kegiatan.

“Yang banyak kegiatan di Ternate itu kegiatan instansi vertikal. Kita hanya diundang untuk turut menghadiri dan membuka kegiatan,” jelas Karim. (red)