Total 1.067 Jemaah Haji Maluku Utara Diberangkatkan Pakai Pesawat Lion Air

3123
Kadri Laetje

WARTASOFIFI.ID – Pemprov Malut melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) resmi menetapkan skema penerbangan carter menggunakan maskapai Lion Air untuk pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji asal Maluku Utara tahun 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua PPIHD Maluku Utara, Kadri Laetje, melalui rilis resminya kepada media ini, Minggu (13/5).

“Pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini telah ditetapkan oleh Ibu Gubernur. Kita akan menggunakan penerbangan carter Lion Air untuk memberangkatkan jemaah dari Bandara Sultan Babullah Ternate menuju ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Kadri Laetje.

Menurutnya, keputusan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Malut, khususnya Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dalam memastikan kenyamanan dan keamanan ibadah haji bagi seluruh jemaah asal Maluku Utara.

Tidak hanya pada saat keberangkatan, proses pemulangan jemaah dari Makassar menuju Ternate juga akan tetap menggunakan skema carter Lion Air. Hal ini, menurut Kadri, untuk memastikan jemaah tidak mengalami kendala atau kelelahan akibat transit berkepanjangan.

“Begitu juga dengan pemulangan dari Makassar ke Ternate, tetap menggunakan pesawat Lion Air dalam skema carter. Semua ini untuk kenyamanan dan efisiensi waktu,” tegasnya.

PPIHD Maluku Utara, kata Kadri, akan bertolak ke Jakarta pada Selasa, 15 April 2025 guna melakukan penandatanganan kontrak resmi dengan manajemen pusat Lion Air. Dana untuk keperluan carter ini sudah disiapkan dan berada di kas panitia.

“Panitia sudah siap. Selasa, kami akan berangkat ke Jakarta untuk kontrak dengan Lion Air pusat. Dana carter sudah tersedia di kas panitia. Tidak ada kendala soal anggaran,” ungkap Kadri Laetje.

Sebelum menetapkan Lion Air sebagai mitra resmi dalam penerbangan carter, panitia terlebih dahulu menggelar sesi presentasi terbuka dengan sejumlah maskapai besar yang beroperasi di Indonesia Timur. Di antaranya Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air, dan Lion Air.

“Kami pernah mengundang perwakilan GM Garuda Maluku Utara dan maskapai lain seperti Batik, Lion, dan Sriwijaya. Mereka melakukan presentasi di hadapan panitia. Dari situ, kita nilai semuanya secara objektif,” kata Kadri.

Berdasarkan berbagai pertimbangan teknis dan efisiensi layanan, Lion Air akhirnya dipilih karena dianggap paling siap dan sesuai dengan kebutuhan jemaah haji Maluku Utara.

Tahun ini, jumlah jemaah haji Maluku Utara mencapai 1.067 orang. Mengingat angka ini cukup besar dan banyak di antaranya adalah lanjut usia, panitia menaruh perhatian serius terhadap aspek layanan kesehatan.

“Saat ini, fokus kami juga pada bidang kesehatan. Kami memperbanyak tenaga medis untuk mendampingi jemaah sejak pemberangkatan, selama di Arab Saudi, hingga proses pemulangan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara intensif,” papar Kadri Laetje.

Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Maluku Utara, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait berjalan baik, termasuk dalam hal pemenuhan fasilitas kesehatan dan logistik pendukung.

Kadri menegaskan bahwa seluruh kerja panitia PPIHD saat ini dijalankan dengan mengusung moto pelayanan: Kesehatan, Keamanan, Kenyamanan, dan Keselamatan.

“Ini moto kami di panitia. Empat hal itu jadi prioritas. Dan semuanya dijalankan atas arahan dan dukungan penuh dari Ibu Gubernur Sherly Tjoanda dan Bapak Wakil Gubernur Sarbin Sehe,” katanya.

Menurut Kadri, sejak awal masa persiapan, Gubernur Sherly Tjoanda terlibat aktif dalam memimpin rapat koordinasi, memberikan masukan, bahkan mengawal langsung proses penganggaran.

“Ibu Gubernur benar-benar memperhatikan semua kebutuhan jemaah haji. Ini sangat membantu kami sebagai panitia, karena ada arahan langsung dari pimpinan daerah,” tambahnya.

Dengan perencanaan matang, kesiapan anggaran, dan dukungan penuh dari Pemprov Malut, pelaksanaan ibadah haji tahun ini diharapkan berjalan lebih tertib dan nyaman.

Pilihan pada penerbangan carter bukan hanya soal teknis, tapi juga bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Maluku Utara agar proses ini berjalan lancar. Kita ingin semua jemaah bisa berangkat dan pulang dalam kondisi sehat, selamat, dan mendapatkan haji yang mabrur,” pungkas Kadri Laetje. (red)