Muhammad Abusama Tancap Gas Siapkan Pramuka Malut ke Jambore Nasional 2026

606
Gubernur Sherly Tjoanda, tampil gagah mengenakan seragam Pramuka saat berjabat tangan dengan Ketua Kwarda Pramuka Malut, Muhammad Abusama, saat pelantikan jajaran Pengurus MABIDA dan LPK Gerakan Pramuka Malut masa bakti 2024-2029. (Foto: Biro Adpim Malut)
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Malut, Muhammad Abusama, memastikan persiapan keberangkatan kontingen Malut menuju Jambore Nasional 2026 terus memasuki tahap akhir. Kesiapan tersebut tidak hanya ditopang oleh penyelesaian administrasi dan kebutuhan teknis, tetapi juga melalui penguatan koordinasi seluruh unsur dalam kontingen agar setiap tahapan berjalan terorganisasi. Dengan sebagian besar agenda telah diselesaikan, fokus persiapan kini diarahkan pada penyempurnaan tahap akhir menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Jumlah kontingen sebanyak 586 orang yang terdiri dari peserta, pimpinan kontingen cabang, tim teknis cabang, pembina pendamping, ditambah kontingen daerah dan tim teknis. Persiapan sampai sekarang sudah diperkirakan mencapai 80 persen,” jelasnya, kepada wartawan di Ternate, Sabtu 11 Juli 2026, menegaskan bahwa kesiapan kontingen Malut terus dimatangkan menjelang keberangkatan pada awal Agustus nanti.
Mahummad Abusama kembali menjelaskan, kontingen Malut yang akan mengikuti Jambore Nasional 2026 berjumlah 586 orang. Rombongan tersebut terdiri atas peserta, pimpinan kontingen cabang, tim teknis cabang, pembina pendamping, kontingen daerah, hingga tim teknis daerah yang akan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama pelaksanaan Jambore Nasional.
Komposisi tersebut disusun untuk memastikan setiap unsur memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung keikutsertaan Malut pada ajang kepramukaan tingkat nasional tersebut. Seluruh persyaratan administrasi yang menjadi ketentuan panitia pusat, termasuk proses pendaftaran peserta kepada Kwartir Nasional, telah diselesaikan. Dengan rampungnya tahapan tersebut, perhatian Kwarda Malut kini difokuskan pada penyelesaian pembayaran tiket kapal laut sebagai persiapan akhir sebelum keberangkatan.
“Pendaftaran dan administrasi di Kwartir Nasional sudah tuntas. Sekarang tinggal pembayaran tiket kapal,” katanya, menguatkan kesiapan kontingen menjelang keberangkatan.
Kontingen Gerakan Pramuka Malut dijadwalkan bertolak menuju Jambore Nasional 2026 pada 5 Agustus mendatang. Sebelum berangkat menggunakan KM Ngapulu menuju Jakarta, seluruh peserta akan berkumpul di Asrama Haji Ngade, Ternate. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke Bumi Perkemahan Cibubur. Kontingen berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Malut dengan dukungan perlengkapan yang telah disiapkan masing-masing Kwarcab.
“Semua perlengkapan sudah dipersiapkan oleh masing-masing Kwarcab. Kontingen terbanyak berasal dari Halmahera Selatan, kemudian Kota Tidore Kepulauan dan Pulau Morotai,” beber Muhammad Abusama.
Selain kesiapan internal, Muhammad Abusama mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar seluruh proses persiapan. Dalam keterangannya, pemerintah kabupaten/kota bersama Pemprov Malut memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan kontingen sehingga proses persiapan dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Dukungan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi sangat mendukung persiapan kontingen Malut,” ungkapnya.
Koordinasi dengan panitia pusat terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal. Selain mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama panitia nasional, Kwarda Malut juga menjadwalkan pertemuan virtual dengan seluruh Kwarcab di kabupaten dan kota untuk memantapkan kesiapan menjelang pelaksanaan Jambore Nasional 2026.
“Kemarin kami zoom meeting dengan panitia nasional, besok dilanjutkan dengan Kwarcab kabupaten dan kota. Mereka juga sudah siap mengikuti Jambore Nasional,” kata Muhammad Abusama, memastikan seluruh Kwarcab bergerak dalam satu kesiapan.
Jambore Nasional dijadwalkan dibuka pada 14 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka. Menurut Abusama, panitia pusat juga akan menyampaikan undangan resmi kepada seluruh gubernur di Indonesia, termasuk Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, untuk menghadiri pembukaan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan agenda kepramukaan tingkat nasional.
“Panitia pusat akan menyampaikan undangan resmi kepada para gubernur, termasuk Ibu Gubernur Malut, Sherly Tjoanda,” akunya.
Sebelum bertolak menuju Jakarta, Kwarda Malut juga menjadwalkan prosesi pelepasan kontingen pada 5 Agustus 2026 sore di Asrama Haji Ngade, Ternate. Momentum tersebut direncanakan menjadi isyarat resmi dimulainya perjalanan kontingen Malut menuju Jambore Nasional, sekaligus menjadi ajang pemberian motivasi kepada para peserta yang akan membawa nama Malut di tingkat nasional. Pelepasan itu direncanakan dipimpin oleh Gubernur Sherly Tjoanda, atau Wagub Sarbin Sehe.
“Rencananya pelepasan pada 5 Agustus sore di Asrama Haji Ngade. Yang akan melepas antara Ibu Gubernur atau Pak Wagub,” terang Muhammad Abusama. (red)

Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.