Tes Kemampuan Akademik Berbasis Komputer Resmi Bergulir di Maluku Utara

95
Sekjen Kemendikdasmen Suharti (kiri) bersama Gubernur Malut Sherly Tjoanda (tengah) dan Kadikbud Malut Abubakar Abdullah (kanan) terlihat berbincang santai di sela peninjauan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer di SMK Negeri 1 Ternate. (Foto: Wahyudi Yahya)

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis Computer Based Test (CBT) di Malut berjalan lancar pada hari pertama pelaksanaan, Senin 3 November 2025.

Usai meninjau pelaksanaan ujian di SMA Negeri 10 dan SMK Negeri 1 Ternate bersama Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Suharti menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung tertib dan tanpa hambatan teknis berarti.

“Pelaksanaannya cukup lancar. Sesi pagi berjalan baik, dan komunikasi dengan para siswa juga tadi disampaikan mereka bisa. Pelaksanaan sendiri berjalan lancar, mudah-mudahan besok dan hari Rabu juga lancar,” ujar Suharti kepada wartawan di Ternate.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan hari pertama ini merupakan hasil koordinasi matang antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya Dikbud Malut di bawah kepemimpinan Abubakar Abdullah.

Dukungan teknis dari PLN dan penyedia layanan internet turut memastikan tidak ada gangguan listrik maupun konektivitas selama ujian berlangsung. Suharti menilai kesiapan Dikbud Malut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyongsong era digitalisasi sistem evaluasi pendidikan nasional.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik berbasis komputer ini menjadi bukti nyata bahwa Pemprov Malut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan sistem pendidikan yang kini bergerak menuju transformasi digital secara menyeluruh.

“Ini bukti bahwa daerah mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan sistem pendidikan nasional berbasis digital,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Malut Sherly Tjoanda menegaskan bahwa pelaksanaan TKA perdana ini bukan sekadar ujian akademik, tetapi juga simbol kemajuan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Malut.

Gubernur Sherly juga menilai bahwa program ini mencerminkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Melalui kebijakan besar yang digagas Presiden Prabowo, pemerataan mutu pendidikan menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok negeri.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kementerian Pendidikan. Program ini adalah bagian dari kebijakan besar Presiden Prabowo untuk memastikan pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Sherly.

Dalam kunjungan tersebut, Suharti, Gubernur Sherly, dan Kadikbud Abubakar juga meninjau bantuan revitalisasi sarana prasarana pendidikan senilai Rp2,9 miliar di SMK Negeri 1 Ternate. Bantuan tersebut meliputi perbaikan atap, plafon, dan kamar mandi sekolah. Secara keseluruhan, Dikbud Malut menerima Rp66 miliar dari APBN 2025 untuk 54 sekolah menengah di seluruh provinsi.

Gubernur Sherly menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap bantuan pendidikan dikelola secara transparan dan akuntabel. Pengawasan dilakukan secara melekat oleh Pemprov Malut agar seluruh alokasi anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan mutu pendidikan di Malut.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Malut menggandeng Forkopimda dan Kejaksaan Tinggi untuk melakukan pendampingan terhadap pengelolaan dana pendidikan, terutama yang bersifat swakelola di sekolah-sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan anggaran serta wujud nyata transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik di sektor pendidikan.

“Kami akan memastikan bantuan ini digunakan dengan transparan. Pemprov bersama Forkopimda dan Kejaksaan Tinggi akan melakukan pendampingan agar anggaran swakelola di sekolah tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Kadikbud Abubakar menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA di Malut melibatkan 222 SMA, 150 SMK, 19 SLB, dan 112 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), menjangkau hampir seluruh satuan pendidikan menengah di provinsi ini. Bagi Abubakar, kegiatan tersebut bukan hanya agenda rutin evaluasi akademik, melainkan tonggak penting dalam sejarah pendidikan Malut yang kini bergerak menuju sistem digital dan terintegrasi secara nasional.

Dia memandang pelaksanaan TKA berbasis komputer ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kapasitas sekolah, guru, dan peserta didik dalam menghadapi era pendidikan berbasis teknologi. Dengan dukungan infrastruktur dan sinergi lintas lembaga, langkah ini menjadi awal transformasi nyata menuju tata kelola pendidikan yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Malut.

“Ini bukan sekadar ujian, tapi bagian dari proses pengukuran kemampuan akademik secara nasional yang berbasis digital dan terintegrasi,” jelas Abubakar.

Abubakar juga menambahkan, pelaksanaan TKA tahun ini merupakan program nasional perdana di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang diatur melalui Keputusan Menteri Nomor 95/M/2025 sebagai dasar hukum resmi pelaksanaan ujian.

Di Malut, total 17.717 siswa SMA, SMK, dan sederajat mengikuti TKA yang akan berlangsung hingga 9 November 2025. Bagi banyak siswa, ini adalah pengalaman pertama menjalani ujian berbasis komputer penuh tanpa lembar jawaban, tanpa pensil 2B, hanya layar monitor dan waktu yang terus berjalan di pojok kanan atas.

Pelaksanaan TKA berbasis CBT ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi sistem pendidikan nasional yang lebih adaptif, transparan, dan setara bagi seluruh peserta didik di Indonesia, dari barat hingga timur Indonesia. (red)