Tanah Rencong Menanti Sherly Tjoanda

612
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda. WARTASOFIFI.ID/Rais Dero
Aksi kemanusiaan Gubernur Malut Sherly Tjoanda dalam menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera menuai respons luas dari masyarakat. Tidak hanya apresiasi, ratusan netizen khususnya dari Aceh bahkan secara terbuka menyuarakan harapan agar Gubernur Sherly dapat hadir langsung ke Aceh untuk memberikan dukungan moril kepada para korban bencana.
Permintaan tersebut ramai disampaikan melalui kolom komentar sebuah unggahan WARTASOFIFI.ID di platform TikTok dengan judul Sherly Tjoanda Hadir di Tengah Duka Aceh dan Sumatera. Unggahan itu memantik gelombang empati lintas daerah dengan komentar datang dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali hingga Malut sendiri.
Sebagian besar netizen menyoroti sikap Sherly Tjoanda yang dinilai tulus, tidak mencari panggung, dan tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, namun tetap menunjukkan solidaritas nasional di saat daerah lain tertimpa musibah. Banyak komentar menyebut kepedulian tersebut sebagai cerminan kepemimpinan yang berangkat dari nurani.
Ucapan terima kasih membanjiri kolom komentar. Warga Aceh Utara, Banda Aceh hingga Pase menyampaikan rasa haru atas bantuan Pemprov Malut dan rakyat Malut. Beberapa di antaranya bahkan menyebut bantuan tersebut akan selalu dikenang sebagai bentuk persaudaraan antardaerah dalam bingkai Indonesia.
Di antara komentar itu, muncul pula seruan agar Gubernur Sherly datang langsung ke Aceh. Netizen menilai kehadiran fisik sang gubernur meski hanya satu atau dua hari diyakini dapat memberikan dorongan moral bagi masyarakat dan pemimpin daerah setempat yang sedang berjibaku menghadapi dampak bencana.
Buk Sherly ke Acehlah, dampingi dan beri dukungan moril, tulis salah satu akun. Komentar senada menyebut bahwa kehadiran Gubernur Sherly diyakini dapat membangkitkan semangat masyarakat Aceh untuk bangkit dari cobaan berat.
Tak sedikit pula netizen yang memuji karakter pribadi Sherly Tjoanda. Ia disebut sebagai pemimpin yang bersahaja, berhati nurani, jernih dalam berpikir, serta transparan dalam tata kelola pemerintahan. Beberapa komentar bahkan menyinggung keterbukaan anggaran di Malut sebagai contoh praktik pemerintahan yang patut diteladani daerah lain.
Fenomena ini menunjukkan bahwa langkah kemanusiaan yang dilakukan Pemprov Malut tidak hanya berdampak secara material, tetapi juga membangun ikatan emosional antardaerah. Solidaritas tersebut lahir bukan dari kewajiban administratif, melainkan dari kesadaran kolektif sebagai sesama anak bangsa.
Menariknya, sebagian komentar juga berkembang ke ranah politik aspiratif. Ada netizen yang menyebut Sherly Tjoanda layak menjadi figur nasional karena dinilai memiliki empati, integritas, dan keberanian moral. Meski bernuansa spontan dan emosional, komentar tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang tumbuh dari tindakan nyata.
Di sisi lain, sejumlah netizen Malut menyatakan kebanggaannya terhadap kepemimpinan Sherly Tjoanda. Mereka menilai bahwa provinsi kecil seperti Malut justru mampu menunjukkan solidaritas besar kepada daerah lain yang sedang dilanda bencana, tanpa mengabaikan pembangunan di daerah sendiri.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Sherly Tjoanda terkait permintaan netizen agar ia datang langsung ke Aceh. Namun gelombang komentar tersebut telah menjadi bukti bahwa aksi kemanusiaan lintas daerah yang dilakukan Pemprov Malut berhasil menyentuh hati masyarakat luas.
Di tengah bencana yang menimpa Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera, suara netizen itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang empatik dan berorientasi pada nilai kemanusiaan masih sangat dirindukan. Bagi banyak warga Aceh, nama Sherly Tjoanda kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai Gubernur Malut, melainkan sebagai simbol solidaritas di saat duka. (red)