Komitmen Gubernur Sherly Tjoanda Nyata

389
Pemudik memasuki kapal Express Cantika 08 yang disediakan untuk program mudik bersubsidi, dengan petugas Dishub Malut membantu pengaturan tempat duduk agar perjalanan aman dan nyaman. Dok, Dishub Malut

Plt Kadishub Malut, Dedy Kotambunan, memimpin langsung pelepasan pelayaran perdana Kapal Express Cantika 08 yang melayani rute Ternate-Jailolo dalam rangka program Mudik Gratis dan Bersubsidi Natal dan Tahun Baru 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu 20 Desember 2025 di Pelabuhan A. Yani Ternate, dan langsung diikuti oleh ratusan penumpang dari berbagai wilayah. Peluncuran pelayaran perdana ini menjadi simbol nyata komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda untuk memudahkan masyarakat, khususnya warga kepulauan, agar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan biaya terjangkau.

“Program mudik gratis bersubsidi untuk Natal dan Tahun Baru yang diselenggarakan Pemprov Malut menyediakan layanan transportasi darat dan laut, dengan mengusung tema ‘Mudik Bahagia Penuh Suka Cita’,” kata Dedy Kotambunan, melalui rilis tertulis kepada WARTASOFIFI.ID, Sabtu, 20 Desember 2025.

Dedy menjelaskan, pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa tujuan utama program bukan sekadar menyediakan transportasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman mudik yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat Malut.

Dia juga menambahkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan transportasi Nataru di Malut sangat tinggi. Menurutnya, kunjungan Menteri Perhubungan RI ke Malut pada 17 Desember lalu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kesiapan layanan transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Saya menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan Bapak Menteri Perhubungan hari Rabu, 17 Desember, turun memantau secara dekat pelaksanaan transportasi Nataru di Maluku Utara,” ujarnya.

Pelayaran perdana Kapal Express Cantika 08 dimulai pukul 08.00 WIT dari Pelabuhan A. Yani dan tiba di Pelabuhan Jailolo pukul 08.45 WIT. Kapal memiliki kapasitas 360 penumpang, namun pada keberangkatan perdana ini jumlah penumpang yang terpantau mencapai 229 orang.

“Pagi ini, Sabtu, 20 Desember 2025, pelayaran perdana program ini menggunakan Kapal Express Cantika 08, kapasitas 360 penumpang rute Ternate-Jailolo. Jumlah penumpang naik terpantau sebanyak 229 penumpang,” jelas Dedy. Data ini menunjukkan antusiasme masyarakat Malut terhadap program mudik bersubsidi Gubernur Sherly, sekaligus menegaskan keberhasilan persiapan Dishub Malut dalam menyambut musim mudik.

Suasana pagi di Pelabuhan A. Yani terlihat sibuk, penumpang berjalan menuju kapal dengan penuh semangat untuk kembali ke kampung halaman. Dok, Dishub Malut

Dedy kembali menjelaskan, program Mudik Bersubsidi di Malut dirancang sedemikian rupa agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama warga yang tinggal di kepulauan dan daerah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi menuju pusat kota maupun wilayah lain. Program ini tidak hanya menyediakan sarana transportasi yang lebih mudah dijangkau, tetapi juga memastikan kelancaran perjalanan mudik Natal dan Tahun Baru melalui jalur darat maupun laut, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang dan nyaman. Dengan adanya program ini, Pemprov Malut berupaya menekan kesulitan logistik, memperlancar mobilitas warga, dan sekaligus meningkatkan rasa aman serta kenyamanan dalam perjalanan, khususnya bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota dan membutuhkan akses transportasi yang memadai selama musim mudik.

“Program mudik bersubsidi ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Utara yang melaksanakan Mudik Natal dan Tahun Baru dalam menggunakan transportasi darat dan laut, khususnya masyarakat kepulauan,” kata Dedy.

Program mudik bersubsidi di Malut tidak hanya menghubungkan Ternate dan Jailolo, tetapi juga menjangkau berbagai pelabuhan lain yang sering menjadi tujuan masyarakat saat mudik. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses transportasi bagi warga di berbagai wilayah, sehingga perjalanan pulang ke kampung halaman menjadi lebih mudah dan terjangkau. Dengan cakupan yang lebih luas, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan sarana transportasi yang memadai menjelang musim mudik.

Upaya yang dilakukan Pemprov Malut ini juga merupakan respons konkret terhadap keluhan masyarakat terkait melonjaknya biaya transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya program mudik bersubsidi, warga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang tanpa terbebani biaya yang tinggi, sekaligus memastikan mereka tetap bisa kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Program ini menegaskan komitmen Sherly Tjoanda untuk menghadirkan solusi yang nyata bagi kebutuhan masyarakat, terutama dalam periode mudik yang selalu menjadi momen penting bagi warga Malut.

“Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan warga yang ingin kembali ke kampung halaman, terutama di tengah meningkatnya biaya transportasi menjelang Natal dan akhir tahun. Selain tujuan Jailolo,” ujar Dedy.

Program mudik bersubsidi di Malut, menurut Dedy, mencakup rute-rute penting seperti Morotai, Sanana, Bobong, Babang, Kupal, hingga Obi, sehingga masyarakat di berbagai pulau memiliki akses transportasi yang lebih mudah dan terjangkau. Kapal-kapal penumpang yang disediakan disesuaikan dengan trayek masing-masing, memastikan layanan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga yang ingin kembali ke kampung halaman selama Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya pengaturan trayek yang terencana ini, program mudik bersubsidi tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga menjamin pemerataan akses transportasi bagi seluruh masyarakat yang tersebar di pulau-pulau di Malut.

“Mudik bersubsidi Natal dan Tahun Baru 2025 juga menyinggahi pelabuhan-pelabuhan seperti Morotai, Sanana, Bobong, Babang, Kupal sampai dengan Obi dengan menggunakan kapal-kapal penumpang yang tersedia sesuai trayek di atas,” katanya.

Pemprov Malut, kata Dedy, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan mudik bersubsidi dengan sebaik-baiknya, sekaligus menekankan pentingnya persiapan perjalanan jauh-jauh hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari lonjakan penumpang di hari keberangkatan dan memastikan setiap warga dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang matang, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terpencil.

Dedy menekankan bahwa masyarakat yang ingin memanfaatkan program mudik bersubsidi sebaiknya mengikuti informasi terkini melalui portal media Perhubungan Provinsi Malut. Informasi ini mencakup jadwal keberangkatan, rute kapal dan darat, serta berbagai ketentuan perjalanan yang perlu diperhatikan. Langkah ini diharapkan membantu warga merencanakan perjalanan dengan lebih efisien, mengurangi risiko keterlambatan, dan menekan kepadatan penumpang di hari-hari tertentu.

Selain itu, pemesanan tiket mudik kini dapat dilakukan secara online melalui aplikasi seperti easybook.com dan ferinesia.com, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan tiket tanpa harus datang langsung ke loket. Dengan sistem pemesanan yang praktis ini, warga dapat lebih leluasa menyesuaikan jadwal perjalanan mereka dan memastikan ketersediaan tiket, sehingga program mudik bersubsidi berjalan lancar dan bermanfaat secara optimal bagi seluruh masyarakat Malut.

“Saya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program mudik bersubsidi ini, terutama bagi mereka yang berencana mudik menggunakan kapal laut dan darat di wilayah Maluku Utara, dengan update informasi melalui portal media Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara dan pemesanan tiket dapat dipesan online melalui aplikasi easybook.com dan ferinesia.com,” jelas Dedy.

Selain pemesanan secara online, masyarakat juga memiliki opsi untuk membeli tiket secara langsung melalui loket resmi yang telah disediakan di Pelabuhan Mangga Dua, Ternate. Langkah ini dimaksudkan agar pemudik dapat melakukan pembelian jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, sehingga mengurangi risiko lonjakan penumpang dan memastikan ketersediaan tiket lebih terjamin. Dengan adanya loket pembelian langsung ini, masyarakat memiliki fleksibilitas dalam memilih cara pemesanan yang paling nyaman bagi mereka, baik melalui aplikasi daring maupun secara tatap muka di pelabuhan.

“Jauh hari sebelum keberangkatan untuk menghindari lonjakan penumpang. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli langsung melalui loket pembelian yang telah tersedia di Mangga Dua,” ungkap Dedy.

Pelayaran perdana ini menjadi bukti nyata keseriusan Sherly Tjoanda dalam memastikan kelancaran transportasi selama musim Natal dan Tahun Baru, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Malut dalam hal ini Dishub dalam menyediakan layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi perhatian utama. Pemeriksaan kapal, kesiapan kru, dan prosedur keselamatan telah dijalankan dengan ketat agar seluruh penumpang dapat tiba di tujuan dengan aman dan tepat waktu.

Koordinasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program ini. Dishub Malut, operator kapal, dan pihak pelabuhan bekerja sama untuk memastikan bahwa semua prosedur operasional berjalan lancar, tanpa mengganggu jadwal keberangkatan dan kepuasan pemudik. Program Mudik Bersubsidi juga menjadi ajang pembuktian bahwa Pemprov Malut mampu memberikan layanan transportasi yang efisien, meski wilayahnya terdiri dari banyak pulau terpencil yang sulit dijangkau.

Foto bersama Plt Kadishub Dedy Kotambunan dan tim Dishub Malut di sisi kapal Express Cantika 08 merekam momen persiapan pelayanan mudik bersubsidi bagi masyarakat Malut. Dok, Dishub Malut

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah penumpang pada pelayaran perdana. Hal ini menjadi indikasi bahwa warga percaya terhadap kualitas dan keamanan layanan transportasi yang disediakan Pemprov Malut. Dedy menekankan bahwa program ini bukan sekadar layanan transportasi jangka pendek, tetapi dapat menjadi model pelayanan publik yang berkelanjutan untuk musim mudik berikutnya, dengan evaluasi dan penyempurnaan setiap tahunnya.

Pemantauan pelaksanaan program dilakukan secara intensif untuk memastikan pemudik tiba tepat waktu dan dalam kondisi aman. Evaluasi dilakukan berkala untuk mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan demi kenyamanan masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat mendorong pergerakan ekonomi lokal, karena transportasi antar-pulau yang lancar memungkinkan distribusi barang dan mobilitas warga lebih efektif.

Dedy menambahkan bahwa seluruh masyarakat dapat mengakses informasi jadwal dan kapasitas kapal melalui portal resmi Dishub Malut, sehingga mudik dapat direncanakan dengan lebih tertata dan nyaman. Dengan pelayaran perdana ini, Pemprov Malut menegaskan komitmen untuk menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus memperkuat konektivitas antar-pulau selama musim mudik Natal dan Tahun Baru 2025. (red)