
SOFIFI – Tidak semua orang mendapatkan kehormatan menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Lebih sedikit lagi yang dipanggil pulang di sana, di tempat suci yang dirindukan setiap insan beriman. Amin Abdullah, jamaah haji asal Kota Ternate, Maluku Utara, termasuk dalam bilangan yang sangat istimewa itu.
Musim haji tahun ini tak hanya membawa haru, tapi juga meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Maluku Utara.
Amin Abdullah, pria yang tengah berjuang melawan tumor paru stadium IV, mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Haram, saat sedang menjalani panggilan suci ke Baitullah.
Kabar duka itu disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Maluku Utara, Kadri Laetje, dalam pernyataan resmi yang diterima media pada Sabtu (24/5).
“Beliau wafat di Tanah Haram, di tengah upaya beliau menunaikan rukun Islam kelima. Kami sangat kehilangan,” ujar Kadri.
Meski menderita penyakit berat, Amin tetap dinyatakan layak berhaji. Penilaian medis menunjukkan ia berada pada kategori ECOG 1, yang berarti masih mampu melakukan aktivitas ringan.
Dengan keyakinan dan semangat, ia tetap berangkat. Tapi tak ada yang tahu bahwa perjalanannya ke Makkah adalah langkah terakhirnya di dunia ini.
Sesampainya di Tanah Suci, kondisi fisik Amin mulai melemah. Perbedaan suhu yang ekstrem, ditambah kelelahan dan infeksi pneumonia yang menyerang tiba-tiba, membuat keadaannya memburuk dengan cepat.
Ia dilarikan ke Rumah Sakit Nasional Arab Saudi dan dinyatakan wafat pada Jumat pukul 18.05 waktu Arab Saudi. Ia berpulang sebelum sempat menjalankan seluruh rukun haji.
“Beliau belum sempat kerjakan rukun, baru tiba langsung dirujuk,” kata Sri Haryanti Hatari, Asisten II Sekda Maluku Utara yang juga merupakan anggota Panitia Haji Daerah (PHD).
Namun semangat Amin Abdullah tidak pernah padam. Di tengah derita dan keterbatasan fisik, ia tetap memilih taat.
Ia tetap melangkah, dengan tubuh yang sakit namun jiwa yang kuat, menuju panggilan yang selama ini ia nanti.
Laporan wafatnya almarhum sudah disampaikan kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, oleh pihak PPIHD.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut menyampaikan duka cita mendalam dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Almarhum meninggal dalam keadaan mulia, di tanah suci, saat menjalani rukun Islam kelima,” ucap Kadri Laetje mewakili pemerintah daerah.
Kehilangan ini bukan hanya milik keluarga Amin Abdullah. Ini adalah duka kolektif seluruh masyarakat Maluku Utara.
Seorang putra daerah pulang ke rumah abadi, dalam keadaan berihram, di antara jutaan manusia yang bermunajat di rumah Allah.
Amin Abdullah tidak kembali ke rumah di kampung halamannya. Tapi ia telah sampai pada rumah yang kekal, rumah tempat semua jiwa beriman berharap pulang.
Doa-doa pun mengalir untuknya. Semoga kuburnya diluaskan, dosanya diampuni, dan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.
Karena dalam takdir Amin Abdullah, ia bukan hanya seorang peziarah. Ia adalah seorang hamba yang dipanggil pulang di waktu dan tempat paling mulia yang bisa dibayangkan. (red)
Sumber: PPIHD Malut




