
SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) akan menghibahkan lahan seluas 8 hektare kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara bersama sejumlah wartawan saat meninjau lokasi sekolah di wilayah yang direncanakan menjadi pusat pendidikan alternatif tersebut, Jumat (23/5/2025).
“Jadi, hari Minggu nanti, tanggal 25 Mei 2025, ada kunjungan dari Pak Sekjen Kemensos untuk melihat lahan 8 hektare yang akan kita hibahkan ke Kemensos, untuk membangun Sekolah Rakyat di tahun 2026 nanti,” ujar Gubernur Sherly.
Meski proses pembangunan utama baru direncanakan pada 2026, Pemprov Malut berencana mempercepat pelaksanaan program tersebut. Mulai Juli 2025, Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas bangunan yang telah ada sejak lama namun tidak terpakai.
“Tetapi, untuk percepatan, di bulan Juli ini sudah mulai Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan bangunan yang ada,” tambahnya.
Bangunan yang dimaksud merupakan eks gedung SMK Pertanian yang telah dibangun sejak tahun 2017, namun tidak pernah difungsikan secara optimal. Gubernur menekankan bahwa gedung ini akan segera dirapikan dan dimanfaatkan secara maksimal.
“Ini adalah salah satu bangunan yang sudah dibangun sejak tahun 2017 dan tidak dimanfaatkan. Sebenarnya, dulu ini bangunan SMK Pertanian, tapi tidak dimanfaatkan. Ini mau dirapikan dan mulai Juli nanti sudah dipakai menjadi Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Menurut Sherly, fasilitas yang tersedia saat ini sudah cukup memadai untuk memulai aktivitas belajar-mengajar.
Bahkan, Pemprov Malut menyerahkan sepenuhnya kepada Kemensos untuk menentukan jenjang pendidikan yang akan dijalankan, baik SD, SMP, maupun SMA.
“Kita menyerahkan kepada Kemensos, terserah mau SD, SMP, atau SMA. Sudah siap asramanya, sudah siap ruang kelasnya. Luas lahannya sekitar 3 hektare. Bangunannya siap dipakai, tinggal dibersihkan saja,” ungkapnya.
Program Sekolah Rakyat ini, lanjut Sherly, merupakan bagian dari inisiatif Pemprov untuk memanfaatkan seluruh aset daerah yang selama ini belum diberdayakan secara maksimal. Ia memastikan langkah strategis ini akan terus dilanjutkan ke aset-aset lain yang serupa.
“Intinya, kita sedang memetakan apa saja aset-aset Pemprov yang belum dimaksimalkan dan dioptimalkan. Akan kita manfaatkan semuanya dalam waktu dekat,” tegas Gubernur. (red)




