Sultan Tidore Zainal Abidin Syah Resmi Masuk Daftar Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan

41
Sultan Tidore Zainal Abidin Syah (Istimewa)
Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ke-80.

Upacara peringatan digelar di halaman Kantor Gubernur Malut, Sofifi, Senin (10/11), yang dihadiri jajaran pejabat Pemprov Malut, TNI/Polri, veteran, warakauri, siswa, dan masyarakat. Wagub Malut, Sarbin Sehe, membacakan sambutan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf.

“Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujar Menteri Sosial, jelasnya.

Ia menambahkan, kesabaran dan pengabdian para pahlawan tetap relevan bagi generasi kini, meski cara perjuangan telah berubah menjadi melalui ilmu, empati, dan pengabdian.

Pengusulan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah sebagai Calon Pahlawan Nasional (CPN) dimulai dari Pemkot Tidore Kepulauan setelah melalui kajian oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) setempat.

Pada tahun 2021, usulan diterima oleh Gubernur Malut dan diteruskan ke Dinas Sosial Malut sebelum akhirnya diteruskan ke TP2GD Provinsi untuk disidangkan. Meskipun dokumen sudah diajukan ke Menteri Sosial RI, penetapan Presiden Republik Indonesia pada saat itu tidak memasukkan nama Sultan Tidore Zainal Abidin Syah.

Pada tahun 2022, pengusulan kembali dilakukan bersamaan dengan Salahuddin Bin Talabudin. Namun, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada saat itu adalah Salahuddin Bin Talabudin.

Pada tahun 2023, Gubernur Malut kembali mengusulkan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah, tetapi namanya masih belum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Pada tahun 2024, pengangkatan Pahlawan Nasional mengalami moratorium karena pemerintah pusat tidak melakukan pengangkatan.

Akhirnya, pada tahun 2025, Gubernur Malut Sherly Tjoanda kembali mengusulkan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah melalui surat resmi nomor 400.9/1/1452/G tanggal 20 Maret 2025 kepada Menteri Sosial RI.

Hasil dari pengusulan ini membuahkan keputusan positif. Pada 10 November 2025, pemerintah pusat secara resmi menetapkan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam sambutan yang dibacakan Wagub Malut, Menteri Sosial menekankan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan:

1. Kesabaran – Para pahlawan menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.

2. Semangat Mengutamakan Kepentingan Bangsa – Setelah kemerdekaan, mereka kembali ke rakyat untuk mengajar, menanam, dan membangun, bukan berebut jabatan atau imbalan.

3. Pandangan Jauh ke Depan – Perjuangan dilakukan demi generasi mendatang, darah dan air mata mereka menjadi doa yang tak pernah padam.

“Semangat para pahlawan menjadi modal besar bagi generasi saat ini. Perjuangan kini berbeda secara metode, namun tujuan tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa tertinggal,” jelasnya.

Dalam upacara Hari Pahlawan, juga dilakukan penyerahan santunan kepada para veteran dan warakauri, antara lain: H. Maswara, Sudijono, Salasa Boma, A. Rachman, dan Ibu Efy Roesdjayanti.

Plt Kepala Dinas Sosial Malut, Zen Kasim, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa para veteran sekaligus pengingat kepada generasi muda akan perjuangan bangsa.

Dinas Sosial Malut menyelenggarakan Lomba Video Busana Mirip Pahlawan Nasional untuk siswa SMA, dengan tujuan mengenalkan jasa para pahlawan secara kreatif. Keputusan pemenang diumumkan melalui surat nomor 400.9/511/DINSOS/XI/2025 tanggal 4 November 2025.

Pemenang lomba, diantaranya: Juara I Mustika Qolbiyah, SMA Negeri 10 Kota Ternate, menampilkan Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, Juara II Fauzi Masri, SMA Negeri 3 Kota Tidore Kepulauan, menampilkan Pahlawan Nasional Sultan Nuku, Juara III Rahmat Rivaldi, SMA Negeri 10 Kota Ternate, menampilkan Pahlawan Nasional Thomas Matulessy (Pattimura)

Para pemenang diundang hadir dalam upacara Hari Pahlawan ke-80 untuk menerima hadiah dan mengenakan busana sesuai video yang dikirimkan.

“Lomba ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pendidikan karakter dan pengenalan jasa para pahlawan kepada generasi muda,” ujar Zen Kasim.

Dengan penetapan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional, Malut menambah daftar tokoh yang dikenang atas jasa dan pengabdian luar biasanya untuk bangsa.

Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Generasi muda didorong untuk terus bergerak, melanjutkan pengabdian, dan menjaga persatuan serta kemajuan bangsa.

Peringatan Hari Pahlawan 2025 ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh warga Malut untuk mengenang jasa para pahlawan, meneladani perjuangan mereka, dan menghidupkan semangat pengabdian di era modern. (red)