
WARTASOFIFI.ID – Di balik semarak panggung Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Luar Biasa (SLB) yang digelar pemprov Malut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat pesan mendalam tentang makna kesetaraan dan penghormatan terhadap kemanusiaan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Selasa (8/7) dan berlangsung selama tiga hari, dari 7 hingga 9 Juli 2025, di Aula Kantor Dikbud Malut, Sofifi. LKS bukan sekadar ajang lomba, melainkan cermin tekad untuk memberi ruang bagi mereka yang selama ini kerap terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.
Ketika para siswa SLB membawakan Tarian Kie Raha dengan sepenuh jiwa, kita diingatkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk mengekspresikan budaya, apalagi untuk berkarya.
Di tengah stigma yang masih melekat pada penyandang disabilitas, kehadiran mereka di atas panggung publik menjadi simbol keteguhan dan keberanian dalam menuntut pengakuan.
Wagub Malut, Sarbin Sehe, dalam sambutannya menekankan pentingnya LKS dalam menggali potensi dan keterampilan anak-anak berkebutuhan khusus. Pernyataan ini patut diapresiasi. Namun lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah kesinambungan dan keberpihakan dalam kebijakan.
LKS tak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan yang hanya menjadi panggung simbolik. Ia harus menjadi bagian dari sistem pendidikan yang benar-benar membuka jalan bagi masa depan anak-anak SLB, dari ruang kelas hingga ke dunia kerja.
Pemprov Malut telah memulai langkah baik ini. Tapi pekerjaan rumah yang lebih besar menanti di balik layar, yakni membangun sistem pendidikan inklusif yang tak hanya adaptif, tapi juga afirmatif.
Pendidikan yang mampu menempatkan setiap anak, dengan segala keunikan dan tantangannya, dalam posisi yang setara dan bermartabat.
Di tengah fokus pemerintah pada pembangunan fisik dan percepatan infrastruktur, keberpihakan terhadap siswa berkebutuhan khusus adalah bentuk pembangunan manusia yang paling bermakna.
Dan barangkali, tarian para siswa SLB kemarin adalah cara paling sunyi namun menyentuh untuk menyampaikan pesan itu. Mereka tidak butuh dikasihani. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan yang sama.
“LKS Disabilitas menjadi satu kegiatan yang sangat penting, tidak hanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat kompetensi dan keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, tetapi juga untuk memastikan perlakuan yang setara kepada mereka,” ujarnya.
Ia juga berharap peserta mendapatkan pengalaman berharga dalam menyiapkan diri menyongsong masa depan.
“Selain berkompetisi, peserta diharapkan memperoleh pelajaran dan pengalaman untuk kehidupan yang lebih baik,” lanjut Wagub.
Sekretaris Dikbud Malut, Ramli Kamaludin, yang hadir mewakili Plt Kadis Dikbud Abubakar Abdullah, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan LKS ini.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan keterampilan, melainkan bentuk nyata pengakuan dan penghargaan terhadap kemampuan siswa berkebutuhan khusus.
“LKS SLB merupakan bagian dari ajang talenta. Kegiatan ini tidak hanya menjaring siswa dengan potensi unggul, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan kreativitas,” ujarnya.
Ramli juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus terbuka untuk semua kalangan, termasuk siswa disabilitas.
Di sela-sela kegiatan, dilakukan pelantikan Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB Malut Masa Bakti 2025–2030.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Dikbud Malut Nomor 400.3.6/658/2025 tentang Pembentukan Badan Pengurus MKKS SLB Malut.
Wagub dalam sambutannya menutup dengan apresiasi terhadap peran Dikbud Malut. “Terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan ruang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk menampilkan kreativitas mereka,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penampilan lagu “Damai Bersamamu” oleh siswi tunanetra asal Morotai, serta penyerahan cinderamata kepada Kepala Sekolah SLB Halbar yang telah memasuki masa purna bakti.
Wagub bersama Sekretaris Dikbud Malut juga menyempatkan mengunjungi stan pameran hasil kerajinan tangan karya siswa SLB.
Pembukaan LKS SLB 2025 turut dihadiri oleh Wagub Malut, pejabat dan staf Dikbud Malut, para Kepala Sekolah SLB, Dewan Juri, ASN, para pendamping, insan pers, dan peserta lomba dari berbagai kabupaten/kota.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung penuh oleh DPA Dikbud Malut Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari kelanjutan program pembinaan pendidikan vokasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. (red)




