Polda Malut Tuntaskan Tes Kesehatan Tahap Satu 1.740 Calon Bintara

9
Tes kesehatan tahap I Bintara Polri TA 2026 berlangsung tertib di Aula KPU Malut, Sofifi, sebagai bagian dari seleksi awal yang ketat dan transparan. Foto: Bid, Humas Polda Malut.
Karo SDM Polda Malut, Kombes Pol. Ali Wardana, menyampaikan bahwa Polda Malut telah menuntaskan pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I bagi calon siswa Bintara Polri dalam rangka Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama 12 hari, dimulai pada Minggu, 12 April 2026 hingga Kamis, 23 April 2026, dengan jumlah peserta mencapai 1.740 orang, dikutip dari polresternate.com pada 25 April 2026.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Malut dan Aula Kantor KPU Malut. Penentuan lokasi ini dilakukan guna mendukung kelancaran serta efektivitas proses seleksi yang menjadi bagian penting dalam penjaringan calon anggota Polri.

Dalam tahapan ini, pemeriksaan kesehatan tidak hanya bersifat administratif, melainkan mencakup penilaian secara keseluruhan terhadap kondisi fisik peserta, termasuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kinerja di masa mendatang. Proses ini menjadi instrumen awal dalam memastikan bahwa setiap calon anggota Polri memiliki standar kesehatan yang sesuai dengan tuntutan tugas kepolisian.

Berdasarkan data hasil kegiatan, jumlah peserta didominasi oleh formasi Bintara Kemampuan SPKT sebanyak 1.621 orang yang terdiri dari 1.380 pria dan 241 wanita. Selain itu, terdapat 72 peserta pada formasi Bintara Intelijen (62 pria, 10 wanita), 5 peserta Bintara Rekpro (5 pria), 12 peserta Bintara Bakomsus (6 pria, 6 wanita), serta 30 peserta Bintara Polair (30 pria).

Dari total 1.740 peserta yang mengikuti Rikkes Tahap I, sebanyak 1.457 orang atau 84 persen dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), dengan rincian 1.250 pria dan 207 wanita. Sementara itu, 283 orang atau 16 persen dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), terdiri dari 233 pria dan 50 wanita. Capaian ini menunjukkan tingkat kelulusan yang signifikan, namun tetap berada dalam koridor seleksi yang ketat dan terukur.

Kombes Pol. Ali Wardana menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan krusial dalam keseluruhan proses seleksi, karena berkaitan langsung dengan kesiapan fisik dan kualitas calon anggota Polri ke depan. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dengan menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Di samping itu, Polda Malut melalui Karo SDM menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui proses seleksi yang ketat, transparan, serta akuntabel, sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.
“Seleksi ini harus benar-benar dilaksanakan secara transparan dan objektif. Tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegas Kombes Pol. Ali Wardana. (red)