
SOFIFI – Sejak dilantik pada Februari 2025, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mencuri perhatian publik tidak hanya di wilayahnya sendiri, tetapi juga di tingkat nasional. Sosok yang dijuluki “berlian dari timur Indonesia” ini dinilai memiliki jejaring politik yang kuat, visi kepemimpinan yang tegas, serta kedekatan yang tulus dengan masyarakat.
Namanya kini tidak hanya dikenal di Maluku Utara, tapi juga mulai diperhitungkan di tingkat nasional. Dengan jejaring luas, gaya kepemimpinan yang lugas, serta kedekatannya dengan rakyat, Sherly hadir sebagai pemimpin perempuan yang berbeda dari kepala daerah lainnya di Indonesia.
Sherly dikenal sebagai istri dari almarhum Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai. Setelah dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara pada Februari 2025, sorotan media nasional dan masyarakat Indonesia langsung mengarah kepadanya. Sherly dianggap sebagai pemimpin daerah dengan akses langsung ke lingkar kekuasaan di pusat.
Pergaulan dan jaringan politik Sherly di tingkat nasional menjadikannya berbeda dari banyak kepala daerah lain.
Ia dapat dengan mudah bertemu dan berdiskusi dengan para menteri untuk membahas dan membawa program-program strategis ke Maluku Utara.
Bahkan, saat pelantikannya sebagai Gubernur, Sherly mendapat posisi kehormatan paling depan, sehingga ia berhadapan langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan kedekatannya dengan lingkar elit nasional.
Sepulang dari pelantikan hingga kini, Sherly terus aktif hadir di berbagai momen penting masyarakat Maluku Utara, mulai dari kegiatan formal, kunjungan kerja, hingga sekadar menyapa dan berswafoto bersama rakyat. Kedekatan inilah yang membuatnya dicintai oleh banyak kalangan di wilayah kepulauannya.
Popularitas dan relasi kuat Sherly dengan menteri-menteri kabinet pemerintahan Presiden Prabowo juga menjadikannya figur yang kian diperhitungkan secara nasional.
Tak heran jika namanya mulai disebut-sebut sebagai politisi nasional yang layak diperhitungkan untuk kontestasi politik di tingkat pusat.
Namun, saat ditanya mengenai konstelasi politik nasional, Sherly menjawab dengan nada tenang dan rendah hati. Meski popularitasnya meningkat dan kedekatannya dengan elit nasional terjalin erat, Sherly belum menunjukkan ambisi untuk melangkah ke panggung politik nasional.
Dalam sebuah wawancara usai menyerahkan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Gubernur Maluku Utara, Jumat (23/5), ia menegaskan bahwa tidak memiliki target politik pribadi.
“Saya tidak punya target politik. Saya hanya seorang ibu rumah tangga yang melanjutkan gagasan-gagasan besar suami saya,” katanya kepada para wartawan.
Sherly menegaskan, tugas yang ia emban saat ini adalah bagian dari janji-janji politik yang pernah ia sampaikan saat kampanye bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dan juga merupakan amanah dari mendiang suaminya, Benny Laos.
“Tugas saya hanya memastikan janji-janji politik saya, Pak Sarbin, dan almarhum suami saya bisa diimplementasikan di Maluku Utara,” ucapnya.
Dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya, Sherly aktif mendatangi kementerian-kementerian untuk melobi dan memastikan berbagai program pusat bisa diarahkan ke Maluku Utara.
Ia menyadari bahwa tanpa intervensi dan sinergi dengan pusat, pembangunan di provinsi kepulauan ini akan sulit maksimal.
“Dalam 100 hari ini, saya rutin berjalan dan juga mengunjungi semua kementerian untuk memastikan semua program yang ada di pusat bisa dibawa ke Maluku Utara demi meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan apakah ia siap jika dicalonkan sebagai wakil presiden pada pemilu mendatang, Sherly menjawab singkat namun penuh makna. “Saya masih cinta Maluku Utara,” ungkapnya.
Pujian terhadap Sherly juga datang dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Menurutnya, Sherly bukan sekadar ibu rumah tangga, tetapi sosok aktif dan progresif di berbagai kegiatan organisasi.
“Ibu Sherly itu sangat aktif. Dia termasuk di Dewan Kerajinan Nasional, dia aktif. Saya tahu, dia bukan ibu rumah tangga biasa. Tapi dia aktif di organisasi, bahkan dia termasuk penyelam juga,” kata Tito.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemprov Malut, Rahwan K. Suamba, juga memberikan pandangan tentang gaya kepemimpinan Sherly. Dalam bincang-bincang santai pada Jumat malam (23/5) di Sofifi, Rahwan menyebut Sherly sebagai pemimpin yang bekerja tanpa kenal waktu.
“ibu Gubernur merupakan seorang kepala daerah yang siang dan malam hanya bekerja untuk masyarakat Maluku Utara,” ucap Rahwan.
Menurut Rahwan, dalam 100 hari kerja pertama Sherly dan Sarbin, banyak program yang telah direalisasikan dan mulai dirasakan oleh masyarakat. Beberapa di antaranya adalah safari Ramadan, pasar murah, subsidi untuk pemudik saat Idulfitri, pendidikan dan kesehatan gratis, pemberian BPJS untuk nelayan, program kampung nelayan, pembangunan dapur sehat, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), sekolah rakyat, hingga pengurangan angka pengangguran.
“Ibu Gubernur memiliki beban kerja yang sangat tinggi. Dari pagi hingga malam, beliau terus bekerja tanpa mengenal lelah. Saya sering merasa khawatir. Insya Allah, beliau selalu diberi kesehatan,” ujar Rahwan.
Ia juga menambahkan bahwa program-program yang telah berjalan merupakan bentuk dari cita-cita besar Sherly untuk membangun Maluku Utara yang lebih maju dan sejahtera.
“Ibu Gubernur kita memiliki niat dan tujuan mulia untuk membangun Maluku Utara. Beliau adalah sosok pemimpin yang tangguh,” tambahnya.
Dengan program-program prioritas yang telah diluncurkan dalam masa kerja 100 hari, Sherly menunjukkan komitmen kuat terhadap rakyat. Kepemimpinannya dinilai tidak hanya cerdas secara strategi, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Rahwan menyebut Sherly sebagai kepala daerah dengan misi smart leadership, sebuah model kepemimpinan berbasis keberanian, kerja keras, dan kecerdasan mengelola birokrasi.
Ia kembali menyebut bahwa masyarakat Maluku Utara beruntung memiliki pemimpin yang tidak hanya visioner, tetapi juga memiliki ketulusan dalam bekerja.
“Ibu Gubernur hanya fokus bekerja dan mengabdi untuk rakyat. Beliau adalah pemimpin dengan cita-cita besar bagi kemajuan Maluku Utara,” tutup Rahwan. (red)




