Sherly Tjoanda 2026, Apa Rahasianya?

429
Gubernur Malut Sherly Tjoanda hadir di Open House di Istana Rakyat, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Malut, Puncak Gosale, Sofifi, Kamis 1 Januari 2026. WARTASOFIFI.ID/Rais Dero
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, mengawali tahun 2026 dengan agenda yang sangat padat dan terencana, yang mencakup berbagai sektor pembangunan mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur. Hal ini ia sampaikan kepada sejumlah wartawan pada 1 Januari 2026 di kediamannya di Puncak Gosale, Sofifi, disela-sela ia menerima warga dan tamu dalam rangka open house awal tahun. Sherly menekankan bahwa fokus utama Pemprov Malut tetap pada peningkatan kualitas SDM, layanan publik yang tepat sasaran, serta pembangunan yang merata di seluruh Malut.
“Yang pertama, di Januari kita memulai kegiatan perdana. Tanggal 5 Januari adalah apel perdana yang dipimpin langsung oleh saya,” ujar Sherly menandai pembukaan kegiatan resmi awal tahun, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Malut untuk hadir langsung di tengah-tengah aktivitas pemerintahan dan masyarakat. Apel perdana ini menjadi simbol awal tahun kerja yang produktif dan transparan, dengan fokus memastikan seluruh jajaran pemerintahan bekerja selaras dengan target pembangunan daerah.
Agenda kedua yang menjadi sorotan di awal tahun adalah Natal Nasional yang diagendakan di Jailolo. Perayaan ini dipimpin secara nasional oleh Presiden di Jakarta dan akan diikuti secara daring oleh sepuluh titik di seluruh Indonesia, termasuk Malut dengan lokasi di Jailolo. Kehadiran kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk merasakan langsung sentuhan pemerintah pusat dalam perayaan keagamaan berskala nasional, sekaligus menegaskan peran Malut sebagai bagian dari perhelatan nasional yang berdampak luas. “Yang kedua, ada Natal Nasional yang diagendakan di Jailolo. Secara nasional, Pak Presiden akan memimpin Natal Nasional di Jakarta. Ada 10 titik yang akan mengikuti secara daring, dan salah satunya adalah Maluku Utara dengan lokasi di Jailolo,” ujar Sherly sembari menjelaskan pentingnya Malut menjadi bagian dari momentum nasional, sehingga masyarakat di wilayah ini bisa merasakan kehadiran pemerintah pusat melalui kegiatan keagamaan berskala nasional.
Pemprov Malut menyiapkan proyek strategis di Halbar yang fokus pada pemutakhiran data desil masyarakat. Proyek ini bertujuan memastikan warga yang berada di desil 1 hingga 5 terdata dengan akurat, sehingga program bantuan perumahan, BLTS, beasiswa, PKH, dan berbagai bantuan sosial lainnya dapat disalurkan secara tepat sasaran dan tepat waktu, sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan sosial di wilayah tersebut. “Yang ketiga, tanggal 6 kita launching bersama dengan DPR RI. Ketua BPS akan hadir. Kita akan melakukan proyek di Tedeng, Halmahera Barat, untuk pemutakhiran data desil, sehingga mereka yang berada di desil 1, 2, 3, 4, dan 5 benar-benar terdata. Dengan demikian, ke depan mereka dapat menerima bantuan perumahan, BLTS, beasiswa, PKH, dan lainnya secara tepat sasaran,” jelas Sherly menekankan pentingnya data akurat untuk memastikan program sosial berjalan efektif.

Pada 7 Januari, Sherly Tjoanda melanjutkan rangkaian kegiatan penting dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kajati, yang sekaligus menjadi momen untuk mensosialisasikan KUHP yang baru. Kegiatan ini menegaskan bahwa aspek hukum dan regulasi menjadi perhatian serius dalam memastikan kepastian hukum bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Pemprov Malut dan aparat penegak hukum di tingkat lokal. “Dan tanggal 7 kita mulai ada penandatanganan MoU bersama Kajati. Jampidum juga akan hadir untuk sosialisasi KUHP yang baru,” jelasnya, menegaskan bahwa aspek hukum dan regulasi juga menjadi bagian dari agenda strategis Pemprov Malut dalam menjaga kepastian hukum bagi masyarakat.
Sherly Tjoanda menyiapkan peresmian lembaga pelatihan vokasi di Sofifi yang dilakukan bekerja sama dengan kementerian terkait, sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Malut. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov Malut dalam menyediakan fasilitas pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka peluang bagi pemuda untuk meningkatkan keterampilan secara profesional.

Kegiatan peresmian tersebut juga akan ditandai dengan penerimaan secara fisik ekskavator dari United Tractors, yang akan digunakan sebagai sarana praktik bagi peserta pelatihan. Kehadiran kementerian terkait dalam acara ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemprov Malut, serta menegaskan fokus Sherly Tjoanda pada pengembangan vokasi sebagai salah satu prioritas dalam membangun SDM berkualitas di Malut. “Dan di atas tanggal 20-an pun, kalau tidak ada kendala, Pak Menteri Tenaga Kerja akan hadir. Kita akan meresmikan lembaga pelatihan vokasi yang ada di Sofifi, dan kita juga akan menerima secara fisik ekskavator dari United Tractors untuk keperluan pelatihan,” terang Sherly menegaskan, menekankan upaya meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi.
Sherly Tjoanda menegaskan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak telah dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas balai vokasi di Sofifi. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemprov Malut dalam memperkuat fasilitas pendidikan dan pelatihan yang mampu meningkatkan keterampilan pemuda, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompeten dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja. “Saya juga sudah berkomunikasi. Yah, kita akan launching dan meningkatkan kualitas balai vokasi yang ada di Sofifi,” ucapnya menegaskan kembali bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program ini.

Pendidikan menjadi prioritas utama tahun ini, dengan fokus tidak hanya pada akses yang sudah gratis, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran. Gubernur Sherly menegaskan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Microsoft, Ivers, dan Sampoerna Foundation, sebagai langkah penting untuk menghadirkan fasilitas, teknologi, dan metode pembelajaran yang lebih modern, sehingga pemuda di Malut dapat memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa depan. “Dan untuk program 2026, secara umum pendidikan sudah gratis. Sekarang kualitasnya kita tingkatkan. Kita bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti Microsoft, Ivers, dan Sampoerna Foundation,” jelas Sherly, menunjukkan keseriusan Pemprov Malut dalam memadukan pendidikan formal dan digital untuk menghasilkan SDM yang kompetitif.
Selain pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama, dengan target yang ambisius untuk meningkatkan kualitas SDM dari angka sebelumnya 48 menjadi 80. Upaya ini menunjukkan komitmen Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe dalam menyiapkan generasi pemuda yang lebih kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah di masa depan. “Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, dari angka 48 itu mudah-mudahan targetnya ketika saya dan Pak Sarbin selesai bisa mencapai angka 80,” harap Sherly, menegaskan target ambisius peningkatan kualitas manusia di Malut sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Pemprov Malut juga memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan dengan memastikan layanan yang sebelumnya sudah gratis kini ditingkatkan kualitasnya. Meskipun akses dasar telah tersedia, masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, responsif, dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat.“Kemudian sektor kesehatan, sudah gratis. Sekarang kita tingkatkan pelayanannya. PR-nya masih banyak,” katanya singkat, mengakui bahwa meskipun pelayanan kesehatan gratis, kualitas dan kemudahan layanan tetap harus ditingkatkan untuk memastikan masyarakat menerima layanan optimal.
Di sektor infrastruktur, Sherly Tjoanda menegaskan pembangunan jalan menjadi prioritas utama, dengan perhatian khusus pada sepuluh kabupaten/kota di Malut. Pembangunan ruas jalan provinsi direncanakan sepanjang 10 hingga 20 kilometer, selain berbagai program infrastruktur lain yang terus dijalankan, sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara komprehensif.“Jalan di 10 kabupaten/kota bisa dilihat di media sosial saya. Semua ada. Pembangunan jalan pada ruas provinsi akan kita bangun sepanjang 10 sampai 20 kilometer lapen, dan program lainnya juga banyak,” ungkapnya, menandai bahwa konektivitas antarwilayah menjadi salah satu pilar utama agenda Pemprov Malut.

Sherly juga menegaskan bahwa program pembangunan tahun ini akan dijalankan dengan perencanaan yang lebih matang dan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan program yang lebih banyak, lebih berkualitas, dan lebih tepat sasaran, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di seluruh Malut. “Pasti program kita akan lebih banyak, lebih bagus, lebih intensif, dan lebih tepat sasaran dibandingkan tahun 2025,” tutur Sherly, menekankan evaluasi dan perbaikan dari pengalaman tahun sebelumnya sebagai dasar perencanaan program 2026.
Proyek strategis seperti Trans Kie Raha menjadi salah satu fokus utama pembangunan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar pada tahun 2025 untuk membuka beberapa kilometer jalan. Pada tahun 2026, ruas dari Ekor ke SP 4 diproyeksikan sepanjang 29 kilometer akan dibuka dan disertifikasi, serta masuk ke e-katalog dalam waktu dekat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar pergerakan masyarakat di Malut.“Trans Kie Raha sendiri, beberapa sudah ada nilai sekitar Rp20 miliar yang disediakan untuk membuka beberapa kilometer. Saya tidak ingat betul, tetapi di tahun 2026 dari Ekor ke SP 4 sekitar 29 kilometer akan dibuka dan disertu, dan seharusnya minggu depan sudah masuk di e-katalog,” beber Sherly, menjelaskan detail teknis proyek yang menjadi bagian dari konektivitas provinsi.

Seluruh ruas jalan strategis di Malut, mulai dari Loloda, Trans Kie Raha, Dehepodo-Payahe, Dehepodo-Saketa, Sula, Obi, hingga Bacan Timur, dijadwalkan masuk ke e-katalog dan siap dikontrak pada bulan Januari. Langkah ini menunjukkan keseriusan Gubernur Sherly dalam memastikan proses pembangunan jalan dapat segera dilaksanakan, mempercepat aksesibilitas antarwilayah, dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur secara terencana di seluruh daerah. “Semua ruas yang saya jelaskan di media sosial, mulai dari Loloda, Trans Kie Raha, Dehepodo-Payahe, Dehepodo-Saketa, Sula, Obi, Bacan Timur, semuanya di bulan Januari ini sudah akan masuk di e-katalog dan akan dikontrak juga di Januari sehingga pengerjaannya,” ungkapnya, menegaskan kesiapan Pemprov Malut untuk eksekusi proyek infrastruktur tepat waktu.

Sherly juga menekankan pentingnya menyesuaikan waktu pelaksanaan proyek infrastruktur dengan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang musim mudik. Pengerjaan jalan direncanakan dimulai pada pertengahan hingga akhir Januari, sehingga sebelum mudik Lebaran pada pertengahan Maret, ruas-ruas strategis sudah siap digunakan, memastikan kelancaran perjalanan dan mengurangi hambatan bagi masyarakat yang melakukan mobilitas tinggi selama musim mudik.
“Jika tidak ada kendala, harus sudah dimulai pada pertengahan Januari atau minggu ketiga, karena harapannya pada tanggal 20 Maret itu sudah Lebaran. Artinya, mudik mulai tanggal 15, sehingga ketika mudik jalan-jalan itu sudah diproses,” paparnya.

Subsidi transportasi untuk mudik dan libur panjang tetap menjadi perhatian serius, dengan komitmen untuk terus dilanjutkan selama kepemimpinan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe. Setiap lebaran Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, masyarakat akan mendapatkan subsidi transportasi yang pelayanannya semakin hari semakin tertata dengan baik, sehingga pengalaman mudik menjadi lebih nyaman dan teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Mudik subsidi tetap dilanjutkan di masa kepemimpinan saya dan Pak Sarbin. Setiap Lebaran serta Natal dan Tahun Baru akan ada subsidi, dan pelayanannya semakin hari semakin baik. Dibandingkan waktu Lebaran dan Nataru kemarin, tidak ada komplain,” tegasnya, menegaskan keberlanjutan layanan publik bagi masyarakat.

Pemprov Malut menerapkan sistem pemesanan tiket secara daring sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi layanan transportasi, khususnya saat musim mudik dan libur panjang. Langkah ini diambil untuk mengurangi penumpukan di loket dan menghilangkan kebutuhan penukaran karcis secara manual, yang sebelumnya kerap menimbulkan antrean panjang dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Dengan sistem daring ini, proses pemesanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai wilayah. Inovasi ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam memperoleh tiket, tetapi juga menunjukkan upaya Pemprov Malut dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.“Semuanya berjalan dengan baik. Kita sudah menggunakan pemesanan tiket secara daring sehingga tidak ada penumpukan dan penukaran karcis seperti yang terjadi sebelumnya,” jelas Sherly, menekankan inovasi digital sebagai bagian dari perbaikan layanan publik.

Sherly juga kembali menegaskan bahwa berbagai program pendukung infrastruktur dan layanan publik akan terus dikembangkan untuk meningkatkan konektivitas di seluruh Malut. Upaya ini bertujuan tidak hanya memperlancar pergerakan masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah provinsi.

Kata dia, peningkatan konektivitas ini diharapkan membawa efisiensi yang lebih tinggi, menurunkan biaya transportasi, dan memperkuat akses antarwilayah, sehingga seluruh program pembangunan Pemprov Malut dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan nyata bagi masyarakat.“Semua hal lain akan kita tambahkan, dan konektivitas seluruh Malut akan menjadi lebih baik, lebih efektif, efisien, dan lebih murah,” terang Sherly, di penghujung penjelasannya, ia menggarisbawahi komitmen Pemprov Malut pada pelayanan publik, pembangunan fisik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (red)