Sherly Klaim Realisasi APBD Masuk 10 Besar

48
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. WARTASOFIFI.ID/Rais Dero
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Malut tahun anggaran 2026 menunjukkan tren positif di awal tahun, dengan penerimaan daerah telah mencapai 20 persen dan belanja sekitar 18 persen hingga awal Maret. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai usai kegiatan pasar murah di Kampung Ramadan Sofifi, Senin (2/3).
Capaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan anggaran di Pemprov Malut berjalan sesuai perencanaan dan ritme kerja pemerintah daerah, menunjukkan bahwa penerimaan dan belanja daerah telah mulai bergerak seiring dengan target yang ditetapkan sejak awal tahun anggaran. Gubernur Sherly menegaskan, “APBD kita sudah jalan,” ujarnya, sembari memastikan bahwa keseimbangan antara penerimaan dan belanja terus dijaga dengan seksama, agar seluruh program prioritas daerah dapat terlaksana secara optimal dan tepat waktu bagi kepentingan masyarakat.

Sherly menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru, realisasi anggaran Pemprov Malut terus bergerak sesuai target yang telah ditetapkan pada awal tahun anggaran, menunjukkan bahwa pengelolaan fiskal daerah berjalan stabil dan terkendali sejak triwulan pertama. Angka ini juga menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara penerimaan dan belanja, sehingga setiap program prioritas dapat terlaksana secara tepat waktu dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Kita per hari ini penerimaan 20 persen dan belanja sekitar 18 persen,” katanya, menegaskan bahwa pemantauan dan pengendalian anggaran menjadi fokus utama untuk memastikan efektivitas dan transparansi penggunaan dana publik.

Menurut Sherly, capaian tersebut menempatkan Pemprov Malut dalam posisi yang cukup baik secara nasional dalam hal realisasi anggaran daerah, menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan APBD berjalan efektif dibandingkan banyak provinsi lain. “Kita sudah masuk kesepuluh tertinggi di Indonesia,” tegasnya, menekankan prestasi ini sebagai indikator keberhasilan strategi fiskal daerah sekaligus dorongan untuk terus menjaga momentum pencapaian anggaran sepanjang tahun. (red)