Satu Langkah Menuju Masa Depan Pertanian Mandiri di Maluku Utara

96
Anwar Husen

WARTASOFIFI.ID – Pemprov Malut melalui Dinas Pertanian terus memperkuat langkah strategis dalam membangun sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tahun 2025, yang berlangsung selama dua hari di Aula Nuku, Kantor Gubernur Malut, mulai Rabu, 23 Juli 2025.

Musrenbangtan tahun ini mengangkat tema besar, yaitu “Mewujudkan Swasembada Pangan Menuju Kemandirian Pangan”, dan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kadri Laetje. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan Tarian Semangat Tani, sebagai simbol semangat dan perjuangan petani Malut dalam mengolah lahan dan menjaga ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Kadri menyampaikan bahwa sektor pertanian kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim global, keterbatasan lahan produktif, fluktuasi harga komoditas, hingga minimnya regenerasi petani muda. Karena itu, diperlukan pendekatan yang jauh lebih progresif dan terintegrasi.

“Pembangunan pertanian tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama. Kita harus membangun dengan pendekatan yang transformatif, integratif, dan regeneratif,” tegas Kadri.

Musrenbangtan 2025 juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pertanian Pemprov Malut dengan PT Japfa Comfeed International Tbk dan Yayasan Edufarmers International. Kesepakatan ini meliputi pengembangan ayam petelur dan penanaman jagung sebagai dua komoditas strategis yang diproyeksikan mampu mendorong swasembada dan memperluas peluang agribisnis berbasis lokal.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kekuatan pertanian harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” ujar Kadri.

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Malut menunjukkan pendekatan baru yang lebih terbuka terhadap inovasi teknologi, pola kemitraan, dan pendidikan pertanian yang berkelanjutan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Malut, Anwar Husen, dalam wawancara usai pembukaan acara menegaskan pentingnya keselarasan visi dan aksi lintas kelembagaan untuk memastikan keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Malut.

“Semoga Musrenbang ini menjadi momentum kolaborasi antara Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota, Bappeda, serta instansi teknis lainnya, untuk menyusun perencanaan pertanian yang baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Anwar menyoroti pentingnya prinsip keadilan dalam pembangunan sektor pertanian di seluruh wilayah provinsi. Dalam pandangannya, program pertanian yang efektif harus memperhitungkan keanekaragaman karakteristik geografis dan potensi lokal tiap daerah, tanpa adanya kecenderungan untuk memprioritaskan satu wilayah di atas yang lain.

Menurut Anwar, pendekatan pembangunan yang timpang hanya akan menimbulkan ketimpangan hasil dan melemahkan fondasi ketahanan pangan provinsi secara keseluruhan. Karena itu, ia mendorong agar setiap proses perencanaan dan implementasi program pertanian dilakukan secara kolaboratif dan berimbang.

“Kita harus saling bersinergi. Semua kabupaten/kota punya potensi masing-masing. Tidak boleh ada kecenderungan berpihak pada satu wilayah. Kita bangun bersama untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Anwar menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan pertanian ke depan harus berbasis kewilayahan, artinya jenis komoditas yang dikembangkan di setiap daerah harus disesuaikan dengan karakteristik geografis, iklim, dan kondisi sosial-ekonomi lokal.

“Setiap wilayah punya keunggulannya masing-masing. Tidak bisa kita paksakan semua menanam padi, misalnya. Tidore tidak harus padi, begitu juga wilayah lain punya keunikan sendiri. Kita harus bijak dalam merumuskan arah pengembangan komoditas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bukan berarti menutup kemungkinan pengembangan lintas komoditas, namun pengambilan keputusan harus berlandaskan pada data dan pemetaan potensi wilayah secara akurat.

“Kalau kita tepat dalam pemilihan komoditas unggulan, maka pembangunan pertanian tidak hanya menjadi lebih efisien, tapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Melalui Musrenbangtan 2025, Pemprov Malut ingin memastikan bahwa sektor pertanian tidak sekadar bertahan, tetapi juga bertumbuh sebagai kekuatan utama ekonomi daerah yang resilien dan berkelanjutan. Pesan ini juga disampaikan dalam sambutan Gubernur Sherly Tjoanda yang dibacakan oleh Kadri.

“Marilah kita bangun pertanian Malut dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kita songsong masa depan pertanian yang berdaulat, modern, dan berdaya saing tinggi,” ajak Kadri. (red)