Samsuddin Gusar OPD Lamban Berbenah

133
Pj Gubernur Malut, Samsuddin Abdul Kadir

WARTASOFIFI.ID Setelah dua tahun berturut-turut meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara (Malut), Pemprov Malut di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir tidak lagi ingin menerima hasil serupa di 2024. Dalam rapat yang digelar pada Senin, 16 Desember 2024, bertempat di Auditorium Universitas Khairun Ternate, Samsuddin menginstruksikan seluruh pimpinan OPD untuk segera memperbaiki dan melengkapi laporan keuangan agar dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun depan.

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Abubakar Abdullah dan turut dihadiri oleh Kepala BPK Perwakilan Malut Marius Sirumapea, serta melibatkan seluruh pimpinan OPD, sekretaris dinas, bendahara keuangan, dan bendahara aset Pemprov Malut.

Menurut rilis resmi yang diterima dari Biro Administrasi Pimpinan (Adpim), pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan keseriusan seluruh pihak dalam memperbaiki tata kelola keuangan daerah yang selama ini masih tercatat mengalami kendala dalam penyusunan laporan keuangan.

Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir dengan tegas menyampaikan bahwa opini WDP yang diterima Pemprov Malut selama dua tahun berturut-turut harus menjadi motivasi untuk berbenah.

Ia menekankan bahwa 2024 harus menjadi tahun di mana Pemprov Malut memperoleh opini WTP, yang menjadi indikator akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

“Karena sudah dua kali Pemerintah Provinsi mendapatkan opini WDP, jadi jangan sampai di tahun 2024 ini kita masih memperoleh hasil yang sama dari BPK,” ujar Samsuddin.

Ia mengingatkan kepada seluruh OPD agar lebih teliti dan memastikan semua data terkait laporan keuangan tersusun dengan baik dan akurat.

Samsuddin juga mengapresiasi peran serta BPK Perwakilan Malut yang telah memberikan bantuan teknis dalam pertemuan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih atas itikad baik BPK untuk terus mendukung Pemprov Malut dalam memperbaiki pengelolaan keuangan daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada BPK Perwakilan Malut atas itikad baik untuk membantu pemerintah Provinsi Maluku Utara,” tambahnya.

Kepala BPK Perwakilan Malut, Marius Sirumapea, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam penyusunan laporan keuangan adalah tidak lengkapnya data yang diberikan oleh OPD.

Ia menjelaskan bahwa banyak laporan yang belum disusun dengan baik lantaran data-data yang dibutuhkan belum diserahkan oleh masing-masing OPD.

“Jadi, tujuan dilaksanakannya pertemuan ini adalah untuk memastikan adanya koordinasi yang lebih baik antar OPD, sehingga data laporan keuangan yang diminta oleh BPK dapat dipenuhi dengan tepat waktu,” ujar Marius.

Ia juga menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari Inspektorat dan BPKAD dalam memastikan seluruh OPD memenuhi kewajibannya dalam menyusun laporan keuangan dan aset.

BPK berharap peran aktif dari kedua instansi ini dapat mempercepat proses perbaikan dan memastikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar yang berlaku.

“BPK berharap kepada Inspektorat dan BPKAD untuk dapat berperan lebih aktif dalam melakukan pengawasan secara internal, terutama dalam memastikan agar setiap penyusunan laporan keuangan dan aset tidak lagi bermasalah di tahun 2024,” harap Marius.

Samsuddin Abdul Kadir menegaskan bahwa tahun 2024 harus menjadi titik balik bagi Pemprov Malut dalam hal pengelolaan keuangan daerah.

Ia berharap agar seluruh OPD bekerja lebih keras, memperbaiki setiap kekurangan dalam laporan keuangan, dan menuntaskan permasalahan yang selama ini menghambat pencapaian opini WTP.

Rilis resmi dari Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) mengungkapkan bahwa pemerintah Provinsi Malut akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap setiap tahapan penyusunan laporan keuangan guna memastikan pencapaian WTP.

Samsuddin berharap pertemuan ini dapat memberikan manfaat positif bagi upaya perbaikan yang dilakukan, serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel di masa mendatang.

“Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan hari ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk kita semua,” tutup Samsuddin. (red)