
WARTASOFIFI.ID – Sidang Majelis Daerah (MD) Umum Gereja Bethel Indonesia (GBI) Provinsi Maluku Utara (Malut) secara resmi dibuka oleh Sekprov Malut, Samsuddin Abdul Kadir, pada Selasa (24/6). Kegiatan ini berlangsung di Muara Hotel, Kota Ternate, dan dihadiri oleh Ketua Umum Badan Pekerja Pusat (BPP) GBI serta ratusan pendeta dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Maluku Utara.
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, Sekprov menekankan pentingnya peran GBI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial masyarakat.
“Keberadaan Gereja Bethel Indonesia sebagai mitra pemerintah diharapkan dapat terus mengembangkan model pelayanan yang kreatif dan inovatif, agar eksistensi gereja semakin berdampak bagi pertumbuhan iman umat maupun kemajuan masyarakat,” ujar Samsuddin saat membacakan sambutan Gubernur.
Ia juga mengajak seluruh jemaat dan pelayan GBI untuk terus bergandengan tangan dan bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan daerah.
“Saya ingin mengajak seluruh jemaat GBI Provinsi Maluku Utara untuk terus bergandengan tangan dan bersinergi memajukan Bumi Moloku Kie Raha yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Samsuddin menyampaikan bahwa saat ini Pemprov Malut tengah fokus menata kelembagaan, baik di sektor pemerintahan maupun keagamaan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, termasuk GBI, merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki daerah.
“Kita menginginkan adanya kolaborasi bersama dalam memajukan negeri ini dengan SDM yang kita miliki. Peran GBI Maluku Utara juga merupakan harapan kita ke depan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar GBI terus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan spiritual masyarakat Maluku Utara.
“Mudah-mudahan hasil keputusan Sidang Majelis ini menjadi amanat agung dalam memberikan pelayanan dan manfaat untuk Maluku Utara yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (red)




