Empat Anak Muda Maluku Utara Siap Tampil di Hadapan Presiden

632
Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah, berpose bersama empat peserta terbaik GBN 2025 yang akan mewakili Maluku Utara di pentas nasional. WS/RD

WARTASOFIFI.ID – Dari 25 peserta muda bertalenta, hanya empat yang terpilih untuk membawa nama Provinsi Maluku Utara ke panggung nasional. Audisi Gita Bahana Nusantara (GBN) 2025 tingkat provinsi resmi ditutup pada Selasa (24/6) di Sofifi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Abubakar Abdullah.

Empat suara emas yang terpilih yaitu Grefanni Jein D. Jaul (sopran), Aprilia A.G. Manelo (alto), Rifaldi Badjo (tenor), dan Erwin Kaumur (bas). Mereka akan bergabung dengan perwakilan dari 37 provinsi lainnya untuk tampil dalam paduan suara nasional di Istana Merdeka, tepat pada perayaan HUT RI ke-80, 17 Agustus mendatang.

Dalam sambutannya, Abubakar menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan objektif.

“Kami pastikan tidak ada campur tangan siapa pun dalam pemilihan peserta. Semuanya murni berdasarkan kemampuan dan hasil penilaian tim juri,” ujarnya.

Ia juga memberi semangat kepada para peserta lain yang belum lolos. “Kalian telah menunjukkan semangat luar biasa. Bagi yang belum masuk empat besar, ini bukan akhir. Justru ini awal untuk terus mengasah diri,” tambahnya.

Audisi yang berlangsung selama dua hari itu bukan hanya sekadar ajang kompetisi vokal, tetapi juga proses membentuk karakter, semangat nasionalisme, dan kecintaan pada budaya bangsa. Setiap peserta ditantang untuk menyanyikan lagu wajib, membaca notasi lagu tak dikenal, serta menunjukkan interpretasi musikal secara utuh.

Salah satu juri pusat dari Kementerian Kebudayaan RI, Sukanty Sidharta, mengatakan bahwa GBN telah menjadi agenda penting tahunan yang kini memasuki usia ke-22.

“Ini bukan sekadar mencari suara bagus, tapi juga membentuk disiplin, toleransi, dan cinta tanah air. Di tingkat nasional nanti, peserta akan diasuh langsung oleh TNI dan Polri,” ungkap Sukanty.

Ia menjelaskan bahwa selama di Jakarta, peserta akan menjalani karantina penuh mulai 1 Agustus hingga 19 Agustus 2025.

“Latihan bisa sampai sembilan jam per hari. Lagu baru hampir selalu datang setiap hari. Jadi kemampuan membaca notasi cepat sangat penting,” katanya.

Proses seleksi di Maluku Utara berlangsung ketat dan dinamis. Dari 25 peserta, disaring menjadi 10 besar. Namun hasil akhir tak bisa ditebak.

“Yang tadinya unggul, bisa saja menurun di penampilan kedua. Karena itulah penilaian dilakukan berlapis dan jujur,” ujar Sukanty.

Bagi keempat peserta terpilih, tantangan baru telah menanti. Mereka akan tampil di konser publik GBN Nasional di Kota Tua Jakarta pada 9 Agustus 2025, sebelum tampil di Istana Merdeka seminggu kemudian. Sebelum berangkat, mereka juga akan mengikuti pelatihan daring pada 21–25 Juli.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut akan menanggung biaya tiket pulang pergi peserta ke Jakarta. Sementara akomodasi, konsumsi, penginapan, serta uang saku selama karantina ditanggung oleh pemerintah pusat.

Sukanty optimistis, keempat perwakilan Malut mampu bersaing di tingkat nasional. “Saya yakin mereka bisa tampil maksimal. Maluku Utara punya sejarah baik di GBN. Bahkan pernah ada penyanyi solo dari Malut yang tampil di DPR/MPR. Itu bukti kualitas kita,” ujarnya.

Seleksi GBN tidak hanya melihat kualitas suara, tetapi juga aspek teknis vokal, intonasi, ritme, hingga kesesuaian jenis suara dalam formasi paduan suara.

“Anak yang suka menyanyi belum tentu cocok di paduan suara kalau tekniknya belum matang,” tambah Sukanty. (red)