
WartaSofifi.id – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Halmahera Utara, sejak Januari hingga Juli 2024 telah tercatat 121 kasus baru, sehingga total kasus sejak tahun 2010 hingga 2024 mencapai 1.365 kasus.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana kasus pada 2023 tercatat sebanyak 128 dalam satu tahun penuh, tren 2024 ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena angka kasus pada pertengahan tahun sudah mendekati total kasus tahun lalu.
Aurelia Indah Molle, anggota Komisi IV DPRD Maluku Utara, menyampaikan keprihatinannya terhadap peningkatan ini. Ia menyoroti dugaan penyalahgunaan aplikasi digital seperti MiChat sebagai salah satu faktor yang memicu perilaku berisiko tinggi, seperti prostitusi online, yang berpotensi mempercepat penyebaran HIV/AIDS.
“Ela pikir MiChat itu seperti aplikasi lainnya untuk mencari jodoh atau berkenalan, tetapi ternyata banyak disalahgunakan untuk open BO (Booking Online). Ini menjadi salah satu pemicu perilaku berisiko yang dapat meningkatkan angka kasus HIV/AIDS,” ujarnya saat diwawancarai di Sofifi baru-baru ini.
Ela menekankan pentingnya masyarakat memahami risiko penyalahgunaan teknologi. “Era digitalisasi memiliki sisi positif dan negatif. Kita harus pintar menggunakannya agar dampak buruk, terutama bagi anak muda, bisa dihindari,” tambahnya.
Ela mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, untuk meningkatkan edukasi tentang bahaya HIV/AIDS dan risiko penyalahgunaan aplikasi digital.
Ia menegaskan bahwa pendekatan terpadu dan pengawasan terhadap teknologi dapat membantu mengurangi angka kasus.
“Semua pihak harus berperan aktif untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif teknologi dan memastikan mereka tidak menyalahgunakannya,” kata Ela.
Dengan perhatian yang lebih besar terhadap dampak sosial dan teknologi, diharapkan angka kasus HIV/AIDS di Halmahera Utara dan Maluku Utara dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi dari risiko penyakit ini. (red)




