
WARTASOFIFI.ID – Komitmen PT PLN (Persero) dalam menghadirkan listrik hingga ke pelosok kembali mendapat sorotan positif. Melalui program sosial bertajuk Light Up The Dream, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara menunjukkan langkah nyata dalam menyinari rumah-rumah masyarakat kurang mampu yang selama ini belum menikmati aliran listrik. Program ini tidak hanya sebatas memasang instalasi listrik, melainkan juga menyalakan harapan baru bagi ribuan keluarga.
Momentum itu menjadi semakin bermakna ketika penyalaan simbolis dilakukan serentak di seluruh Indonesia, termasuk Maluku Utara. Sebanyak 40 keluarga di provinsi ini menjadi penerima manfaat langsung, sementara secara nasional tercatat 33 ribu keluarga merasakan terangnya listrik dari program ini.
Kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama General Manager PLN UIW Maluku dan Malut, Noer Soeratmoko, di Kelurahan Jati, Ternate, Rabu (20/8) menandai sinergi antara pemerintah dan PLN untuk menerangi negeri.
Gubernur Sherly menegaskan bahwa apa yang dilakukan PLN merupakan bukti nyata kepedulian yang melampaui sekadar angka. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memberikan cahaya fisik, tetapi juga menghadirkan energi baru bagi masyarakat untuk menata kehidupan yang lebih baik.
“Hari ini ada penyalaan serentak di Maluku Utara sebanyak 40 keluarga, dan di seluruh Indonesia mencapai 33 ribu keluarga. Angka ini luar biasa. Tapi lebih dari itu, Light Up The Dream adalah cermin kepedulian karyawan PLN yang mau menyisihkan rejekinya agar masyarakat bisa merasakan listrik di rumahnya. Ini kegiatan positif dan sangat menginspirasi,” ucap Sherly.
Apresiasi tersebut bukanlah sekadar formalitas. Sherly mengungkapkan bahwa langkah yang ditempuh PLN patut menjadi contoh bagi seluruh elemen, termasuk birokrasi pemerintah. Semangat berbagi dan solidaritas sosial yang ditunjukkan pegawai PLN, katanya, adalah energi yang seharusnya juga dimiliki oleh ASN di Maluku Utara.
Ia pun menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat inisiatif positif ini. Pemprov Maluku Utara berkomitmen menindaklanjuti semangat tersebut dengan program nyata. Menurut Sherly, sudah saatnya pemerintah mengambil peran aktif agar warga yang masih hidup tanpa listrik bisa segera merasakan manfaatnya.
“Kami di tahun 2026 nanti akan ikut juga seperti ini. Kami akan sosialisasi kepada para ASN Pemprov Malut untuk berbagi, seperti yang dilakukan para pegawai PLN, yang menyisihkan sedikit manfaat bagi masyarakat yang belum menikmati penerangan lampu,” ujar Sherly.
Selain mengajak ASN, Gubernur Sherly juga menyiapkan langkah strategis dengan menyentuh aspek kebijakan dan anggaran. Ia menilai, penyediaan listrik bagi masyarakat tak mampu bukan sekadar bantuan sosial, melainkan kewajiban pemerintah dalam memastikan hak dasar warganya terpenuhi.
Karena itu, ia memastikan pada tahun 2026 Pemprov Malut akan mengalokasikan anggaran untuk pemasangan listrik di 1.000 rumah masyarakat. Angka ini menjadi target awal untuk menuntaskan masalah ketiadaan akses listrik yang masih membayangi sebagian warga Malut.
“Saya juga menginformasikan kepada PT PLN di wilayah Maluku Utara, bahwa di tahun 2026 Pemda Maluku Utara akan menganggarkan untuk pemasangan listrik sebanyak 1.000 rumah. Rakyat harus benar-benar merdeka untuk menikmati fasilitas listrik sehingga bisa mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan yang berhubungan dengan listrik lebih baik,” ungkap Sherly.
Namun, Sherly menyadari bahwa langkah tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi semata. Ia menilai, semangat gotong royong harus terjalin hingga ke tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian, pemerataan listrik akan berjalan lebih cepat, konsisten, dan berkesinambungan.
Oleh sebab itu, ia menegaskan akan membuka komunikasi intensif dengan para kepala daerah di Maluku Utara. Harapannya, kabupaten/kota juga tergerak untuk mendukung dan bekerja sama dalam merealisasikan program listrik masuk rumah bagi masyarakat yang belum terjangkau.
“Saya akan komunikasikan juga kepada kabupaten/kota. Mudah-mudahan mereka setuju untuk bisa bekerjasama, bergotong royong sesuai semangat untuk terus memastikan Maluku Utara menyala. Semoga program ini menjadi komitmen kita bersama sehingga seluruh warga Malut bisa mendapatkan suplai listrik yang cukup,” kata Sherly.
Penyalaan listrik bagi 40 keluarga ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Bagi Gubernur Sherly, momentum kemerdekaan harus dimaknai lebih dari sekadar simbol, melainkan sebagai kebebasan dari berbagai bentuk keterbelakangan, termasuk kondisi rumah-rumah masyarakat yang masih gelap karena belum teraliri listrik.
Ia berharap, dengan adanya akses listrik, masyarakat bisa memiliki peluang lebih besar untuk bermimpi, berusaha, dan meraih kehidupan yang lebih baik. Listrik menjadi pintu pembuka bagi lahirnya generasi yang lebih terdidik, lebih produktif, dan lebih sejahtera.
“Kata Bung Karno, kemerdekaan itu adalah jembatan emas untuk membawa masyarakat Indonesia ke kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat. PLN sudah melakukan yang terbaik di Maluku Utara dan menerangi Indonesia. Sukses dan maju terus PLN Indonesia, maju terus, terangkan Indonesia,” tutup Sherly. (red)




