
WartaSofifi.id – Di tengah meningkatnya urgensi penanganan stunting dan tantangan layanan kesehatan anak yang belum merata, pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Maluku Utara periode 2024–2027 resmi dilantik pada Sabtu (14/12/2024) di Royal Resto, Ternate. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal untuk memperkuat peran strategis IDAI sebagai penggerak utama dalam reformasi kesehatan anak di wilayah Maluku Utara.
Sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang masih tinggi, Maluku Utara menghadapi tantangan besar dalam memastikan gizi dan kesehatan anak terpenuhi, terutama di daerah terpencil. Dengan kepemimpinan baru ini, IDAI diharapkan mampu menjawab tuntutan tersebut melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi program kesehatan, dan edukasi masyarakat yang lebih efektif.
Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan No. 042/PP IDAI/SK/2024 yang disahkan oleh Pengurus Pusat IDAI. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Sekretaris Daerah Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang menekankan peran IDAI dalam mendukung program nasional untuk memerangi stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Abubakar Abdullah menyatakan bahwa masalah kesehatan anak di Maluku Utara masih menjadi isu kritis, terutama di daerah-daerah dengan akses kesehatan terbatas. Ia menyebut angka stunting yang masih tinggi sebagai ancaman nyata bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto adalah salah satu langkah strategis untuk menurunkan angka stunting. Kami berharap IDAI dapat menjadi motor penggerak dalam memastikan program ini berjalan efektif, terutama di wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Abubakar.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif IDAI tidak hanya dalam layanan kesehatan kuratif, tetapi juga pencegahan melalui edukasi masyarakat. “IDAI harus menjadi garda terdepan dalam memastikan gizi yang cukup, imunisasi yang merata, serta penanganan dini terhadap masalah kesehatan anak, termasuk isu kesehatan mental yang kini semakin meningkat di kalangan remaja,” tambahnya.
Ketua IDAI Cabang Maluku Utara, dr. Sri Yati, dalam pidatonya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan tonggak penting dalam menjawab tantangan kesehatan anak yang semakin kompleks. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 23 dokter spesialis anak yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, dengan satu dokter sedang menempuh pendidikan subspesialis jantung anak.
“Kami menghadapi tantangan besar, dari kekurangan tenaga spesialis hingga minimnya fasilitas kesehatan yang memadai di beberapa daerah. Namun, kami berkomitmen untuk memperkuat pelayanan kesehatan anak, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil,” kata dr. Sri.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan kesehatan mental, yang menurutnya sering diabaikan namun berdampak besar pada perkembangan anak dan remaja. “Kesehatan mental adalah isu yang memerlukan sinergi lintas sektor. Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama, dari lembaga kesehatan hingga masyarakat, agar anak-anak kita dapat tumbuh dengan sehat secara fisik dan mental,” ujarnya.
Sri Yati menyoroti perlunya inovasi dalam pelayanan kesehatan, terutama dengan keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas di Maluku Utara. Ia juga mengajak seluruh anggota IDAI untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan penelitian.
“Pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan terus berkembang. Kita harus memastikan bahwa setiap dokter anak di Maluku Utara memiliki akses terhadap pelatihan berkelanjutan sehingga mampu memberikan layanan terbaik sesuai standar nasional maupun global,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pentingnya edukasi masyarakat secara luas tentang kesehatan anak, dengan pendekatan yang mudah dipahami. “Kami ingin masyarakat lebih sadar tentang pentingnya gizi, imunisasi, dan deteksi dini penyakit pada anak. Edukasi ini adalah kunci utama untuk mencegah masalah kesehatan sejak dini,” imbuhnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi IDAI dalam menciptakan generasi sehat menuju “Indonesia Emas” 2045. Abubakar Abdullah menyebut bahwa penanganan stunting adalah salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.
“Kita berbicara tentang masa depan bangsa. Jika kita gagal memastikan anak-anak kita tumbuh dengan gizi yang cukup dan kesehatan yang baik, maka kita kehilangan potensi generasi unggul. IDAI memiliki peran strategis dalam memastikan hal ini tercapai,” kata Abubakar.
Pelantikan ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailusy, perwakilan Ketua IDAI Pusat, Kepala BKKBN Maluku Utara, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dan Ketua IDI Maluku Utara. Semua pihak sepakat bahwa sinergi antara IDAI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan layanan kesehatan anak yang merata dan berkualitas.
Dengan pelantikan ini, IDAI Maluku Utara diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga motor penggerak perubahan di sektor kesehatan anak, mengatasi stunting, dan menciptakan akses layanan yang merata di seluruh pelosok Maluku Utara. (red)




