Pemprov Malut Bangun Kostor di Tiga Lokasi, Langkah Konkret Atasi Masalah Harga

40
Kepala Dinas Perindag Malut, Yudhitya Wahab dan tim tinjau cold storage pangan di Kota Baru, Ternate (Istimewa)

WartaSofifi.id – Menghadapi gejolak harga komoditas utama penyumbang inflasi seperti bawang, rica, dan tomat (Barito), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara (Malut) mengambil langkah strategis dengan membangun Kostor Pangan pada 2023. Fasilitas ini bukan sekadar gudang penyimpanan; Kostor Pangan diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menstabilkan harga komoditas dan memberikan perlindungan ekonomi bagi petani di Malut.

Menurut Kepala Disperindag Malut, Yudhitya Wahab, Kostor Pangan dirancang untuk menampung hasil panen melimpah yang sering kali membuat harga komoditas jatuh di pasaran. “Dengan Kostor Pangan, surplus panen dapat disimpan dan dikeluarkan sesuai kebutuhan pasar, menjaga harga agar tidak anjlok saat produksi berlimpah, serta mencegah lonjakan harga saat terjadi kelangkaan,” ujar Yudhitya.

Langkah ini menjadi jawaban bagi para petani yang kerap menghadapi kerugian besar saat harga jatuh drastis atau melambung tinggi. “Kami mengembangkan solusi ini bersama akademisi untuk menemukan cara terbaik menstabilkan harga Barito di Malut,” lanjutnya.

Tiga lokasi strategis telah dipilih sebagai pusat pembangunan Kostor Pangan, yaitu di Ternate, Halmahera Barat, dan Sofifi Tidore. Bahkan, Pemerintah Kota Ternate telah bersiap menghibahkan lahan untuk mempercepat realisasi fasilitas ini. Meski demikian, Yudhitya mengakui bahwa kendala anggaran masih menjadi tantangan utama dalam mempercepat pembangunan.

Dengan Kostor Pangan ini, Pemprov Malut optimis dapat menciptakan kestabilan harga komoditas pangan serta memberikan kepastian ekonomi bagi petani lokal. Selain itu, inisiatif ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pasokan pangan di wilayah Maluku Utara, mendorong ketahanan pangan, dan menekan inflasi yang selama ini dipengaruhi oleh naik-turunnya harga komoditas Barito. (red)