
WartaSofifi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara (Malut) pada tahun 2023 telah memulai pembangunan Kostor Pangan sebagai langkah strategis untuk mengatasi fluktuasi harga komoditas penyumbang inflasi, seperti bawang, rica, dan tomat (Barito).
Proyek ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Disperindag yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun.
Kepala Disperindag Malut, Yudhitya Wahab, menyatakan bahwa fasilitas Kostor Pangan dirancang untuk menampung surplus hasil panen agar harga tetap stabil ketika terjadi perubahan permintaan.
“Dengan Kostor Pangan, surplus panen bisa disimpan dan dikeluarkan sesuai kebutuhan, menjaga harga agar tidak anjlok saat pasokan melimpah dan mencegah lonjakan harga saat terjadi kelangkaan,” ujarnya pekan ini.
Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian bagi petani yang sering terdampak saat harga turun drastis atau melonjak tinggi.
“Solusi ini kami kembangkan bersama sejumlah akademisi untuk menjaga kestabilan harga komoditas Barito di Maluku Utara,” lanjut Yudhitya.
Kostor Pangan rencananya akan berlokasi di tiga titik utama, yakni Ternate, Halmahera Barat, dan Sofifi Tidore.
Pemerintah Kota Ternate bahkan menyatakan kesiapannya untuk menghibahkan lahan sebagai lokasi fasilitas ini.
Namun, Yudhitya mengakui bahwa proyek ini masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.
Dengan adanya Kostor Pangan, Pemprov Malut berharap dapat mewujudkan stabilitas harga komoditas pangan dan memberikan perlindungan ekonomi yang lebih baik bagi petani di wilayah Maluku Utara. (red)



