
WARTASOFIFI.ID – Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Dalam kunjungan kerjanya ke Ternate, Selasa (15/7), Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) RI, Viva Yoga Mauladi, mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp35 miliar untuk pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah Malut. Tak hanya itu, Wamen juga berjanji akan menambah alokasi dana jika anggaran tersebut dinilai masih kurang.
Hal tersebut disampaikan Wamen dalam acara Sosialisasi Kurasi Produk Unggulan Wilayah Transmigrasi dan Sosialisasi Peningkatan Kapabilitas Bisnis serta Optimalisasi Pemanfaatan Platform Digital, yang berlangsung di Hotel Bella Ternate.
Acara ini dihadiri oleh Wagub Malut, Sarbin Sehe, serta jajaran Kementerian dan peserta dari berbagai elemen pelaku usaha serta transmigran.
Dalam sambutannya, Viva Yoga menggarisbawahi tiga poin utama dalam kebijakan nasional transmigrasi yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, ia menekankan pentingnya integrasi nasional sebagai strategi mencegah disintegrasi melalui proses akulturasi dan keterikatan sosial antar-suku.
“Perpindahan penduduk melalui transmigrasi bukan sekadar relokasi, tapi bagian dari penguatan persatuan bangsa melalui interaksi budaya dan keterikatan antarkelompok masyarakat,” ujar Wamen.
Poin kedua adalah peningkatan kesejahteraan rakyat melalui program reforma agraria. Setiap kepala keluarga transmigran, kata dia, diberikan 1–2 hektare lahan sebagai bagian dari upaya memperbaiki taraf hidup.
Pemerintah juga menjamin dukungan hidup dan pembinaan selama lima tahun, dengan harapan para transmigran dapat menjadi mandiri dan produktif.
Ketiga, transmigrasi diarahkan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Wamen menyebut sejumlah kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi sentra produksi beras dan kawasan pangan strategis.
Dalam konteks Malut, Viva Yoga memuji potensi luar biasa dari sektor perikanan dan pertanian. Komoditas seperti kelapa, pala, cengkeh, kakao, dan ikan laut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ia menekankan pentingnya dukungan kelembagaan bisnis dari hulu ke hilir untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
“Harga kelapa kini tinggi karena permintaan global untuk pembuatan santan dan air kelapa. Maka perlu sinergi antar-kementerian dan pemda agar komoditas kita bisa dikembangkan hingga ke pasar ekspor,” ujarnya.
Ia juga menyebut, pihak kementerian telah menjalin komunikasi dengan iPad dan World Bank untuk mendorong digitalisasi kawasan transmigrasi demi memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi produksi.
“Saat ini terdapat 619 kawasan transmigrasi. Sebanyak 153 di antaranya sudah masuk dalam RPJMN, termasuk Malut. Dana Rp35 miliar yang sudah disiapkan akan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kalau nanti kurang, kami siap tambahkan,” tegas Wamen, seraya menyebut ada putra daerah Malut di jajaran Kementerian yang akan ikut bertanggung jawab.
Sementara itu, Wagub Malut, Sarbin Sehe, menilai kegiatan sosialisasi ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggulan dari kawasan transmigrasi.
“Kurasi produk adalah bentuk pengawasan dan perbaikan kualitas produk. Ini sangat penting terutama bagi pelaku UMKM yang mengandalkan produk dari wilayah transmigrasi,” ujar Sarbin.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan platform digital sebagai sarana penjualan yang efisien dan menjangkau pasar lebih luas.
“Marketplace digital kini menjadi andalan pelaku usaha. Penjual bisa menawarkan produknya tanpa biaya besar, dan pembeli bisa melihat berbagai pilihan secara langsung. Maka kemampuan mengakses dan mengelola platform digital ini harus dimiliki oleh para pelaku UMKM kita,” tambahnya.
Menurut Sarbin, platform digital seperti aplikasi dan situs web berbasis internet kini menjadi ruang kolaborasi dan transaksi yang tidak boleh ditinggalkan dalam pengembangan usaha.
“Saya berharap, setelah kegiatan ini para peserta bisa menyosialisasikan pengetahuan barunya kepada para transmigran lainnya, agar tercipta sinergi yang kuat dalam pengembangan produk dan transaksi digital,” tandasnya. (red)




