
WARTASOFIFI.ID – Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, hadir dalam podcast “Suara Rakyat 45” yang disiarkan melalui kanal YouTube DPRD Provinsi Maluku Utara pada 6 Maret 2025. Podcast ini diselenggarakan setelah Gubernur Sherly menyampaikan pidato perdana di hadapan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang juga membahas berbagai program strategis dalam lima tahun ke depan. Dilansir WARTASOFIFI.ID, Minggu 8 Maret 2025, dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly berdiskusi dengan host podcast, Irmon Machmud, mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam pemerintahan yang baru dimulai.
Irmon Machmud membuka percakapan dengan menyapa Gubernur Sherly Tjoanda setelah mengikuti pidato perdananya di depan DPRD.
Irmon menyatakan kegembiraannya dapat berbincang-bincang secara langsung dengan Gubernur setelah pidato tersebut. Ia pun menanyakan kesan Gubernur Sherly setelah menyampaikan pidatonya.
Gubernur Sherly menjawab, “Saya harapkan semua yang saya sampaikan tadi di pidato perdana saya dapat diwujudkan dalam 5 tahun kedepan dan intinya saya minta dukungan dari DPRD dan para pimpinan OPD, serta seluruh masyarakat Maluku Utara untuk memberikan kami, saya dan Pak Sarbin, kesempatan 5 tahun kedepan untuk bisa membuktikan janji-janji politik kami,” kata Sherly.
Irmon melanjutkan percakapan dengan mengangkat salah satu poin yang menjadi sorotan utama dalam pidato perdananya, yaitu mengenai pendidikan gratis dan kesehatan gratis.
Gubernur Sherly mengungkapkan bahwa meskipun niat untuk memberikan pendidikan dan kesehatan gratis sangat kuat, hal itu membutuhkan dana yang cukup besar.
Ia menjelaskan, “Pada intinya kan gratis itu kalau ada duit, yah niat aja nggak cukup kalau duitnya nggak ada. Jadi kemarin saya sempat melakukan mapping dari APBD yang ada mencari apakah ada anggaran yang bisa untuk segera melakukan kwik wing terutama di pendidikan gratis dan bersyukur kami mendapatkan penghematan sehingga dalam 100 hari kerja Sherly-Sarbin kami akan melakukan sekolah gratis kepada SMA, SMK, dan SLB negeri,” beber Sherly.
Gubernur Sherly juga menambahkan bahwa pendidikan gratis di tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri akan mulai diberlakukan pada awal Mei 2025, jika tidak ada kendala.
“Janji saya adalah memberikan kesehatan gratis yang berkualitas, berkualitas yaitu butuh waktu untuk sementara semoga membantu meniadakan uang sekolah SMA, SMK, SLB bisa meringankan beban ekonomi bagi ibu-ibu. Untuk implementasinya, jika tidak ada kendala, akan efektif di awal Mei,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, Gubernur Sherly juga menyinggung tentang program-program unggulan lainnya yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan.
Ia mengungkapkan bahwa visi dan misi pemerintahannya, termasuk program pendidikan gratis dan kesehatan yang berkualitas, sangat sejalan dengan cita-cita nasional Presiden Prabowo.
“Kami sangat bersyukur bahwa program visi misi saya dan 9 program unggulan kami pada waktu kampanye kemarin itu ternyata inline dengan asta cita, sehingga kami hanya perlu mengimplementasikannya saja,” ujar Sherly.
Selain itu, Gubernur Sherly juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan swasembada pangan sebagai bagian dari prioritas pemerintahan yang akan dijalankan.
“Kami akan fokus pada pertanian swasembada pangan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan sumber daya manusia yang maju dan sehat dalam 100 hari kerja kedepan,” kata Sherly.
Salah satu isu penting yang dibahas dalam percakapan tersebut adalah reformasi birokrasi di pemerintah provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut).
Gubernur Sherly menjelaskan tentang implementasi sistem meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan, yang akan dilakukan melalui penilaian berbasis kompetensi dan kinerja.
“Target sampai akhir tahun adalah kita sudah mengimplementasikan sistem meritokrasi secara digital sehingga kita punya power of talent dan untuk tahap awalnya tentu dilakukan uji kompetensi kepada semua eselon dua. Saat ini sudah dilakukan untuk sebagian dan akan dilakukan untuk sisanya,” ungkap Sherly.
Sherly juga memberikan pesan kepada seluruh ASN di pemerintah provinsi Maluku Utara, agar tidak khawatir dengan adanya rotasi jabatan selama mereka menunjukkan kinerja yang baik.
“Pesan saya kepada semua ASN tidak usah khawatir. Krasak krusuk titip sini titip sana percaya diri saja jika ingin bertahan di dalam pemerintahan Sherly-Sarbin, solusinya satu tingkatkan kualitas diri sendiri, kerja cepat, tepat, efisien, efektif karena saya sangat output oriented,” kata Sherly.
Gubernur menambahkan bahwa pemilihan pimpinan OPD akan murni berdasarkan kinerja dan kompetensi, yang akan dinilai oleh pihak independen.
“Jadi pemilihan pimpinan OPD murni berdasarkan kinerja dan kompetensi yang akan dinilai dari beberapa pihak independen,” jelas Sherly.
Gubernur Sherly menegaskan bahwa dalam pemerintahan ini, tidak ada tempat untuk politik balas dendam atau jual beli jabatan. Ia mengatakan bahwa rotasi atau mutasi jabatan akan dilakukan berdasarkan penilaian kinerja.
“Intinya saya tidak ada politik balas dendam, saya juga tidak menjualbelikan jabatan, jadi satu-satunya cara untuk mempertahankan posisi adalah dengan bekerja terbaik,” tegasnya.
Ia pun menekankan bahwa bagi ASN yang kinerjanya tidak memenuhi target, mereka harus siap dirotasi.
“Jika semua target yang diberikan bisa tercapai dengan sesuai skedul, kita bisa bekerja sama, tetapi jika semua target yang diberikan tidak bisa deliver, yah mohon maaf saya harus mencari yang bisa mendeliver output-nya karena saya pun ada janji politik kepada masyarakat yang memberikan amanah kepada saya,” lanjutnya.
Di akhir percakapan, Gubernur Sherly mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara untuk bersatu dan bekerja bersama demi tercapainya provinsi yang lebih maju dan sejahtera.
“Torang samua basudara, Mari Moi Ngone Futuru. Yah, kita ada perbedaan di masa lalu, tanpa perbedaan tidak ada demokrasi. Tetapi torang samua basudara,” kata Sherly dengan penuh semangat.
Ia mengajak masyarakat untuk melupakan masa lalu, terutama soal perbedaan politik pada Pilkada serentak lalu dan sekarang saatnya fokus pada masa depan Maluku Utara yang lebih baik.
“Yang sudah selesai di masa lalu torang ikhlaskan. Melihat ke depan, saya dan Pak Sarbin bukan superhuman, bukan manusia super. Kami hanya manusia biasa, kami butuh super tim untuk membantu kami yaitu putra-putri terbaik dari Maluku Utara. Untuk itu mari kita bergandengan tangan, bekerja bersama, bersatu hati untuk mencapai Maluku Utara yang maju, sejahtera, bahagia, bermartabat, dan berkeadilan,” tutup Gubernur Sherly.
Irmon Machmud menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sherly atas kehadirannya dalam podcast tersebut. Meskipun waktu terbatas, diskusi ini memberikan gambaran jelas mengenai komitmen dan langkah-langkah yang akan diambil oleh Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam lima tahun mendatang. (red)




