Nama Sherly Tjoanda Ramai Dibicarakan Capres-Cawapres

3344
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. WARTASOFIFI.ID/Rais Dero
Nama Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan wacana politik nasional. Isu yang muncul berkaitan dengan potensi dirinya maju sebagai calon presiden atau wakil presiden dalam kontestasi politik mendatang. Meski demikian, Sherly menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Malut.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sherly melalui wawancara singkat via WhatsApp dengan WARTASOFIFI.ID pada Selasa, 30 Desember 2025. Dalam percakapan itu, Gubernur Malut menanggapi fenomena perbincangan publik yang mendorong namanya masuk ke ranah politik nasional.
“Fokus saya tetap di Maluku Utara,” tegas Sherly singkat, menepis berbagai spekulasi politik.
Fenomena ini kian menguat dalam beberapa bulan terakhir. Diskusi publik di media sosial menunjukkan adanya dukungan signifikan dari warganet yang menilai Sherly layak menjadi calon presiden, sementara sebagian lain menyoroti potensinya sebagai calon wakil presiden. Bahkan, sebuah lembaga survei nasional pernah merilis hasil elektabilitasnya mencapai 1,1 persen, jika pemilihan dilakukan saat ini.

Namun, ketika ditanya WARTASOFIFI.ID apakah ada partai politik yang mengajaknya berdiskusi atau ancang-ancang partai untuk meminang Sherly terkait wacana politik nasional yang berkembang saat ini, Sherly menegaskan, “Tidak ada.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Gubernur Malut untuk tetap menempatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.
Meskipun masa jabatannya baru setahun, Sherly telah mencatat sejumlah capaian penting di berbagai sektor. Dalam bidang pendidikan, ia menerapkan program pendidikan gratis, termasuk penghapusan biaya komite sekolah, serta melakukan perbaikan infrastruktur sekolah. Program ini terbukti berdampak, seperti terlihat dari prestasi dua siswa SMA Negeri 2 Ternate yang berhasil meraih juara dua dalam lomba robotik tingkat internasional yang diikuti sekitar 40 negara.

Di sektor kesehatan, pemerintahan Gubernur Sherly, telah melaksanakan program Universal Health Coverage (UHC), yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat Malut mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara gratis. Program ini tidak hanya memberikan jaminan kesehatan di dalam daerah, tetapi juga menjamin pelayanan bagi warga Malut yang menjalani perawatan di luar daerah.
Dengan demikian, faktanya masyarakat Malut dapat berobat dengan baik, mendapatkan layanan medis yang layak, dan memperoleh perhatian yang memadai dari fasilitas kesehatan, baik di rumah sakit provinsi, kabupaten/kota, maupun di luar wilayah Malut, menunjukkan keberhasilan Pemprov Malut dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warganya.

Sektor ekonomi Malut juga mencatat peningkatan signifikan. Ibu kota provinsi, Sofifi, yang sebelumnya sepi, kini ramai dengan aktivitas perekonomian. Kawasan pusat kota mengalami pertumbuhan perdagangan, sementara fasilitas umum, termasuk lampu jalan utama, diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan publik. Peningkatan serupa juga terlihat di kabupaten dan kota lainnya.
Dalam birokrasi, Sherly Tjoanda menerapkan sistem pengangkatan pejabat berbasis talenta dan meritokrasi, yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi, serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Selain itu, ASN pada masa kepemimpinannya difokuskan untuk berkantor dan bekerja di kantor-kantor OPD, sehingga aktivitas pemerintahan di ibu kota provinsi, Sofifi, terlihat lebih nyata.

Meskipun telah mencatat berbagai prestasi penting di berbagai sektor pemerintahan, Gubernur Sherly menegaskan bahwa fokus utama dan prioritas utamanya tetap terletak pada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Malut. Ia menekankan bahwa hal tersebut dilakukan tanpa terpengaruh oleh isu politik nasional yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan masyarakat.
Sorotan nasional terhadap Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, kembali muncul setelah namanya masuk dalam Simulasi Semi Terbuka 25 Nama Calon Presiden yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Fenomena ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan sejumlah kalangan publik.

Sherly mengaku baru mengetahui hasil survei tersebut setelah diwawancarai oleh WARTASOFIFI.ID usai upacara Hari Guru Nasional pada Selasa, 25 November 2025, di halaman kantor Dikbud Malut di Sofifi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia tidak secara aktif terlibat dalam survei politik nasional.
“Bahkan saya nggak tahu. Tanya yang survei. Yang kedua, saya mengapresiasi hasil survei apa pun hasilnya,” ujar Sherly.

Meski masuk dalam survei nasional, Sherly menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Malut, serta tidak ingin terlalu terpengaruh oleh dinamika politik yang berkembang di tingkat nasional.
Rilis survei Indikator pada 8 November 2025 menunjukkan Sherly mencatat elektabilitas 1,1 persen, menjadi satu-satunya kepala daerah dari kawasan timur Indonesia yang menembus angka dukungan di atas 1 persen. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 20-27 Oktober 2025, sebagai bagian dari Survei Nasional Evaluasi Publik atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam survei tersebut, Presiden Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas 46,7 persen, diikuti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 18,4 persen, Anies Baswedan 9,0 persen, Gibran Rakabuming 4,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,9 persen, Ganjar Pranowo 3,7 persen, dan ekonom Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen. Sherly berada di kelompok berikutnya, bersama sejumlah menteri, pimpinan partai, tokoh militer, dan kepala daerah lain.
Publik menilai pencapaian ini sebagai cerminan dari sorotan media terhadap konsolidasi pemerintahannya, program pembangunan yang agresif, serta langkah-langkah politik yang dijalankan selama setahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa figur dari luar Pulau Jawa semakin dikenal di tingkat nasional, terutama ketika masyarakat mencari alternatif kepemimpinan dari berbagai wilayah.

Meski demikian, Sherly tetap merespons dengan rendah hati dan menegaskan bahwa hasil survei merupakan domain pihak Indikator Politik Indonesia. Fokus utama Gubernur Malut tetap membangun daerahnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa terjebak pada dinamika politik nasional. (red)