Cerita Tersembunyi Sherly Tjoanda di NMDC 2025

180
Foto bersama peserta North Maluku Dance Competition 2025 di Sofifi. Dok, Dispar Malut
Sekda Malut, Samsuddin Abdul Kadir, secara resmi membuka North Maluku Dance Competition (NMDC) 2025 pada Minggu malam, 28 Desember 2025, di Sofifi, dengan membacakan sambutan Gubernur Malut Sherly Tjoanda. Acara ini menandai dimulainya kompetisi tari yang menghadirkan penari-penari muda dari seluruh kabupaten dan kota di Malut, sekaligus menjadi ajang persatuan dan pelestarian tradisi dan kearifan budaya Malut.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menekankan bahwa NMDC bukan sekadar ajang perlombaan tari, melainkan juga menjadi ajang kebersamaan bagi seluruh kabupaten dan kota di Malut. Samsuddin membacakan sambutan gubernur yang menegaskan pentingnya kesetaraan dan kebersamaan seluruh daerah, dari Ternate hingga Kepulauan Sula, dari Halbar sampai Halteng, serta dari Tidore hingga Pulau Morotai.
“Hari ini kita berdiri sejajar, bersatu dalam tarian Maluku Utara, dari Ternate hingga Kepulauan Sula, dari Halmahera Barat sampai Halmahera Tengah, dari Tidore hingga Pulau Morotai,” ujarnya.

Gubernur Sherly menegaskan bahwa tarian di Malut bukan hanya soal keindahan gerak, tetapi juga mencerminkan sejarah dan identitas budaya daerah. Ia menyebutkan bahwa setiap hentakan kaki mencerminkan keberanian para pelaut rempah, setiap kibasan tangan menunjukkan kelembutan ibu-ibu negeri, dan setiap irama serta pola lantai mengandung kearifan adat, solidaritas, serta martabat masyarakat Malut.
“Dalam setiap hentakan kaki ada keberanian para pelaut rempah, dalam setiap kibasan tangan ada kelembutan ibu-ibu negeri, dan dalam setiap irama dan pola lantai terkandung kearifan adat, solidaritas, serta martabat orang Malut,” sambungnya.

Para penari muda yang hadir dianggap sebagai penjaga warisan budaya sekaligus duta budaya masa depan. Gubernur menekankan bahwa tujuan utama bukan kemenangan, melainkan keberanian tampil, kejujuran dalam berkarya, dan kesungguhan dalam menjaga nilai-nilai budaya melalui setiap gerakan yang ditampilkan.
“Yang utama adalah keberanian tampil, kejujuran dalam berkarya, dan kesungguhan menjaga ruh budaya dalam setiap gerakan yang kalian persembahkan,” tegasnya.

Pemprov Malut menegaskan komitmennya untuk menjadikan seni dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah, penggerak ekonomi kreatif, serta identitas Malut di panggung nasional dan internasional. Pemprov juga menyampaikan bahwa penari-penari muda dari Malut akan dipilih untuk berkompetisi pada ajang nasional maupun internasional.
“Kami akan memilih penari-penari muda dari Malut untuk bisa berkompetisi pada event nasional dan internasional,” kata Sekda Samsuddin, mewakili gubernur.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Forkopimda Malut, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Malut, pimpinan OPD di Pemprov Malut, para camat dan lurah se-Kecamatan Oba, tokoh adat, tokoh seni dan budaya, serta maestro tari dan koreografer. Anak-anak penari dari berbagai daerah turut memeriahkan malam pembukaan dengan menampilkan kekayaan gerak dan irama tradisional Malut. Secara resmi, North Maluku Dance Competition 2025 dibuka, menandai awal kompetisi yang diharapkan dapat menghidupkan tradisi dan memperkuat identitas budaya Malut.
“North Maluku Dance Competition 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka. Salam budaya! Salam Malut Bangkit!” tutup Sekda Samsuddin membacakan sambutan gubernur. (red)