
WARTASOFIFI.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus menunjukkan komitmen tinggi dalam pengembangan inovasi daerah. Setelah berhasil masuk dalam kategori provinsi inovatif pada tahun 2024, Pemprov kini menetapkan target lebih besar untuk menjadi salah satu dari sedikit provinsi di Indonesia yang masuk kategori “sangat inovatif” pada tahun 2025.
Ambisi besar ini bukan tanpa alasan. Maluku Utara memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi yang unggul dalam inovasi. Dengan strategi matang dan sinergi antarlembaga, Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir beserta jajarannya telah merancang langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengungkapkan bahwa Gubernur telah memberikan arahan agar persiapan menuju provinsi sangat inovatif dimulai sejak awal tahun 2025.
Salah satu strategi utamanya adalah optimalisasi hasil Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

“Kami diminta segera memulai persiapan agar target ini tercapai. Untuk itu, kami memfasilitasi kerja sama antara BPSDM dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) guna memastikan bahwa hasil proyek perubahan (proper) dari peserta PKA dapat diolah menjadi inovasi daerah,” ujar Abubakar di Sofifi.
Proper yang dihasilkan oleh peserta PKA selama ini merupakan langkah inovatif dalam tata kelola pemerintahan, tetapi belum diintegrasikan secara maksimal ke dalam program inovasi daerah.
Dengan adanya kerja sama ini, hasil proper dari alumni PKA yang telah mengikuti pelatihan dalam dua tahun terakhir akan didaftarkan melalui mekanisme inovasi yang dikelola Balitbangda.
“Melalui kerja sama ini, para alumni PKA kami undang untuk diberikan arahan dan informasi tentang mekanisme pendaftaran. Harapan kami, apa yang mereka buat dalam proper bisa menjadi bagian dari inovasi daerah yang mendukung target Maluku Utara menuju provinsi sangat inovatif,” tambah Abubakar.
Ia juga menegaskan bahwa inovasi daerah tidak hanya tentang ide-ide besar, tetapi juga solusi nyata yang bisa diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan publik dan efisiensi pemerintahan.

Kepala Balitbangda Maluku Utara, Ruslan Bian, mengungkapkan bahwa visi besar Pemprov adalah menempatkan Maluku Utara di posisi 10 atau bahkan 8 besar provinsi paling inovatif di Indonesia pada tahun 2025.
Visi ini, menurutnya, membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan perencanaan yang matang.
“Kami sudah berdiskusi dengan Pak Gubernur dan Pak Sekda. Tahun ini, kami sepakat bahwa Maluku Utara harus naik kelas menjadi provinsi sangat inovatif. Untuk itu, kami telah menyusun berbagai strategi, salah satunya melalui konsolidasi bertema ‘Konsolidasi untuk Maluku Utara Inovatif’,” ungkap Ruslan saat diwawancarai di Sofifi pada 10 Januari 2025.
Dalam konsolidasi tersebut, Balitbangda melibatkan alumni PKA dan OPD terkait untuk melakukan analisis terhadap seluruh aksi perubahan yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan memenuhi kriteria dan dapat didaftarkan secara resmi.
“Jika minimal 50% dari proper yang dihasilkan bisa didaftarkan, kami akan mendapatkan nilai maksimal. Ini sangat penting untuk membantu Maluku Utara naik peringkat menjadi provinsi sangat inovatif,” tegas Ruslan.
Pada tahun 2024, Maluku Utara berhasil mengumpulkan 24 inovasi dari 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kontribusi ini mencakup berbagai bidang yang menjadi prioritas pembangunan, seperti pengadaan barang dan jasa, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta tata kelola pemerintahan.
Beberapa OPD yang memberikan kontribusi besar adalah Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PAPA), dan Sekretariat DPRD Malut.

Namun, Ruslan menekankan bahwa seluruh OPD harus meningkatkan kolaborasi agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan standar nasional.
“Kami berharap semua OPD dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan ini. Inovasi tidak hanya tentang gagasan kreatif, tetapi juga bagaimana gagasan itu diimplementasikan untuk menciptakan dampak yang nyata,” kata Ruslan.
Saat ini, Maluku Utara berada di peringkat ke-14 dari 38 provinsi di Indonesia dalam kategori provinsi inovatif. Posisi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, tetapi Pemprov tidak ingin berhenti di sini.
“Peringkat ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar. Dengan memperkuat program inovasi dan sinergi antarinstansi, kami yakin bisa membawa Maluku Utara menjadi provinsi sangat inovatif,” ujar Ruslan.
Ruslan menjelaskan bahwa inovasi bukan hanya tentang penghargaan atau pengakuan, tetapi bagaimana daerah mampu meningkatkan daya saing dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Visi besar kami adalah menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja di pemerintahan. Ketika inovasi menjadi bagian dari sistem, maka hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat, baik dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik maupun efisiensi birokrasi,” jelasnya.
Beberapa langkah strategis yang dirancang Pemprov Malut untuk mencapai kategori provinsi sangat inovatif meliputi:
1. Optimalisasi Proyek Perubahan (Proper):
Mendorong pendaftaran proper dari alumni PKA sebagai inovasi daerah.
2. Konsolidasi dan Pendampingan OPD:
Memberikan pelatihan dan arahan kepada OPD untuk mengembangkan inovasi yang berdampak luas.
3. Peningkatan Jumlah dan Kualitas Inovasi:
Menargetkan peningkatan jumlah inovasi yang didaftarkan, dengan fokus pada inovasi yang relevan dan terukur.
4. Penguatan Kolaborasi Antarlembaga:
Memastikan semua OPD, BPSDM, dan Balitbangda bekerja sama secara sinergis.
5. Evaluasi dan Monitoring Berkala:
Melakukan evaluasi rutin terhadap progres inovasi untuk memastikan target tercapai.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Maluku Utara optimistis dapat memperkuat posisinya di tingkat nasional.
“Kami tidak hanya ingin dikenal sebagai provinsi inovatif, tetapi sebagai provinsi yang mampu memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Ruslan. (red)




