
Kedatangan personel Yon TP 866/Satria Gamrange dan Brigif TP 28/Bari Fola disambut hangat oleh Dandim 1505/Tidore, Letkol Inf Wahyu Widya Sasono, beserta unsur Muspida, di Pelabuhan Ferry Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (19/11). Momen ini menandai rotasi dan penguatan personel TNI di wilayah Malut, sekaligus menunjukkan komitmen TNI untuk menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah. Kedatangan rombongan yang berasal dari berbagai satuan menjadi perhatian masyarakat, pejabat, dan aparat keamanan setempat, yang menilai prosesi penyambutan sebagai simbol sinergi TNI-Polri yang terus diperkuat.
Setelah turun dari kapal, rombongan langsung menuju Kisus Yonif 732/Banau untuk mengikuti prosesi penyambutan resmi. Kegiatan ini dihadiri pula oleh perwakilan Wali Kota Tidore, Camat Oba Utara, Danramil 1505-05/Sofifi, unsur TNI-Polri, serta para kepala desa se-Kecamatan Oba Utara. Prosesi penyambutan menjadi momen penting bagi personel baru untuk mengenal lingkungan dan budaya lokal, sekaligus menegaskan disiplin dan tata tertib yang harus dijalankan selama bertugas di wilayah tersebut.
Prosesi dimulai dengan pengalungan bunga kepada Wadanyonif TP 866/Satria Gamrange oleh Camat Oba Utara sebagai simbol penghormatan dan penerimaan resmi. Tarian selamat datang kemudian ditampilkan sebagai bentuk penghormatan adat setempat, menambah khidmat suasana penyambutan. Upacara ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga sebagai ajang memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Sebelum memberikan arahan resmi, Dandim 1505/Tidore menekankan pentingnya kedisiplinan, menjaga satuan, dan integritas setiap prajurit dalam melaksanakan tugas. Dia menekankan bahwa setiap tindakan personel harus sesuai aturan agar sinergi dengan masyarakat dan aparat keamanan tetap terjaga.
“Selama berada di Kisus Yonif 732/Banau, seluruh personel wajib menjaga diri, menjaga satuan, dan tidak keluar dari koridor ketentuan yang berlaku. Santiaji sebagai prajurit harus tetap dijaga,” ujar Letkol Wahyu Widya Sasono.

Dandim kemudian menjelaskan bahwa personel yang bertugas saat ini sedang melaksanakan Satgas di Papua, sehingga terdapat batas-batas gerak yang wajib dipatuhi selama berada di lokasi penampungan. Penekanan ini menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan sekaligus upaya memastikan keselamatan personel selama bertugas.
“Apa yang sudah ditentukan agar dipedomani dan dilaksanakan,” jelasnya.

Selain itu, Dandim menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dan hubungan harmonis, baik antaranggota satuan maupun dengan masyarakat setempat.
Dengan demikian, personel tidak hanya menjalankan tugas operasional, tetapi juga mampu memperkuat citra positif TNI di mata publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
“Bangun hubungan baik dengan masyarakat dan perkuat sinergi TNI–Polri,” ungkapnya. (red)



















