Laporan Langsung dari Mekkah: Persiapan Kloter 13, 15, dan 17

184
Kadri Laetje

SOFIFI – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Maluku Utara memastikan bahwa seluruh jamaah haji dari provinsi ini sedang dalam tahap persiapan intensif.

Ketua PPIHD Malut, Kadri Laetje, dalam rilis tertulis pada Senin (26/5), menyampaikan laporan perkembangan dari sejumlah kloter yang saat ini berada di Mekkah, Arab Saudi.

Ustaz Syarif Ibrahim, Ketua Kloter 13, melaporkan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus pada pembinaan jamaah serta memastikan semua jamaah menerima kartu identitas haji Nusuk. Kartu ini menjadi syarat penting dalam pelaksanaan layanan Armuzna.

“Persiapan menuju Armuzna belum ada rapat resmi dari sektor, namun kami terus berkoordinasi dengan syarikah dan maktab yang bertugas di Mekkah,” kata Ustaz Syarif.

Kloter 13 diketahui dilayani oleh beberapa maktab yang saat ini sedang mendata para jamaah untuk keperluan teknis saat puncak ibadah haji.

Dalam perkembangan terakhir, dua jamaah dari kloter ini dilaporkan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Mekkah. Data lengkap mereka akan disampaikan kemudian.

Adapun untuk teknis pelaksanaan wukuf dan mabit, jamaah kloter 13 yang berada di sektor 3 berpotensi tidak lagi bermalam di Mina, tetapi langsung kembali ke hotel menggunakan skema tanazzul, yaitu sistem pemulangan bertahap demi memudahkan jamaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Sementara itu, laporan dari Ketua Kloter 17, Ustaz An Im, menyebutkan bahwa pihaknya telah memulai pembinaan teknis pemberangkatan ke Armuzna.

Dalam skema terbaru yang diatur oleh pemerintah Arab Saudi, jamaah lansia akan mengikuti sistem Murur, yakni tidak lagi bermalam di Muzdalifah, melainkan langsung diarahkan ke Mina setelah wukuf di Arafah.

“Jamaah lansia akan menunggu di Mina hingga seluruh jamaah dari Muzdalifah bergabung. Setelah itu, mereka bersama-sama melaksanakan lontar jumrah Aqabah,” jelas Ustaz An Im.

Lebih lanjut, setelah lontar pertama, jamaah tidak lagi kembali ke Mina untuk mabit (bermalam), melainkan langsung menuju akomodasi hotel masing-masing. Skema ini akan berlaku selama hari kedua dan ketiga lontar.

Baik kloter 15 maupun kloter 17 mengadopsi sistem tanazzul demi memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan, terutama bagi jamaah yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik. Seluruh jamaah dari Embarkasi Makassar yang tinggal di wilayah Syiyah dan Bin Dawud akan mengikuti pola ini.

Dalam pelaksanaannya, keputusan akhir akan tetap dikoordinasikan bersama pihak sektor, Daker (Daerah Kerja), syarikah, dan maktab agar semua agenda Armuzna berjalan sesuai jadwal dan prosedur.

Menjelang keberangkatan ke Arafah, pihak maktab akan membagikan gelang identitas sebagai pelengkap kartu Nusuk.

Dua item ini menjadi elemen penting untuk memastikan seluruh jamaah terdata dan mendapatkan pelayanan optimal selama puncak ibadah haji berlangsung.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh jamaah dari Maluku Utara menjalani puncak haji dengan tertib, aman, dan sesuai syariat,” pungkas Kadri Laetje dalam rilisnya. (red)

Sumber: PPIHD Malut