Ketua STKIP Minta Maaf, Rektor Unibrah Ceritakan Pengalaman Dua Kali Jadi Korban Hacker

65
Rektor Unibrah Sofifi, Sarbaini A. Karim. WS/RD

WARTASOFIFI.ID – Dua pimpinan perguruan tinggi di Maluku Utara (Malut) menjadi korban peretasan akun WhatsApp oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Peristiwa ini menimpa Rektor Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Sofifi, Sarbaini A. Karim, dan Ketua STKIP Kie Raha Ternate, Sidik Dero Siokona.

Rektor Unibrah, Sarbaini A. Karim, mengonfirmasi insiden tersebut saat ditemui di Kantor Gubernur Malut, Sofifi, pada Rabu (25/6). Ia menyebut bahwa akun WhatsApp miliknya telah diretas untuk kedua kalinya. Namun, dalam peretasan terbaru ini, ia memastikan tidak ada pihak lain yang dirugikan.

“Iya, benar. Yang lalu itu saya ada klik satu kali. Pertama, dorang kasih salam ‘Assalamualaikum’, kemudian dorang kirim rekaman suara. Terus saya klik, itu langsung kena hack. Tapi yang kedua ini, tidak ada,” ungkap Sarbaini.

Ia mengaku bahwa pada peretasan kedua, tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. Ia baru mengetahui akunnya disusupi ketika membuka ponsel malam harinya.

“Tadi malam saya tidak buka HP. Pas buka, sudah dapat pemberitahuan,” katanya.

Lebih lanjut, Sarbaini menyampaikan bahwa saat peretasan pertama terjadi, salah satu temannya sempat menjadi korban karena mengirim uang kepada pelaku yang menyamar sebagai dirinya.

“Yang lalu itu, dorang minta uang, lalu Pak Karim kirim satu juta,” ujarnya.

Namun, kali ini, ia memastikan tidak ada yang tertipu. “Tidak ada, yang lalu itu saja,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STKIP Kie Raha Ternate, Sidik Dero Siokona, juga mengalami hal serupa. Dalam pesan singkat yang dikirimkan ke redaksi Wartasofifi.id pada hari yang sama, ia menyatakan bahwa akun WhatsAppnya sempat diretas, tetapi kini telah berhasil dipulihkan.

“Assalamualaikum wr. wb. Mohon maaf, WhatsApp saya sebelumnya sempat diretas oleh orang yang tidak dikenal. Jika ada pesan yang masuk dan meminta uang, mohon untuk diabaikan. Saat ini, akun saya sudah berhasil dipulihkan,” tulis Sidik.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan ucapan terima kasih atas pengertian dari semua pihak. “Terima kasih atas pengertiannya. Wassalamualaikum wr. wb.”

Sebelumnya, pada Selasa malam (24/6), redaksi Wartasofifi.id menerima kiriman pesan dari akun WhatsApp milik Rektor Unibrah yang berisi file dalam format PDF.

Dokumen tersebut dicurigai mengandung malware atau perangkat lunak berbahaya yang dapat memberikan akses bagi pelaku untuk menyusupi dan mengambil alih perangkat korban.

Modus semacam ini diduga merupakan bagian dari skema rekayasa sosial (social engineering) yang bertujuan mencuri data pribadi atau melakukan penipuan dengan menyamar sebagai orang yang dikenal korban.

Pada hari berikutnya, Rabu (25/6), redaksi juga menerima pesan mencurigakan dari akun WhatsApp Ketua STKIP Kie Raha. Dalam pesan itu, pelaku mengaku sebagai Sidik Dero dan meminta bantuan dana sebesar Rp4 juta dengan alasan layanan m-banking sedang bermasalah.

Isi lengkap pesan tersebut sebagai berikut:

“Assalamualaikum. Boleh minta tolong nggak? Ini ada keperluan transfer 4 JT, m-banking lagi error, nggak bisa dibuka. Bisa bantu transferin dulu? Nanti siang diganti lebih. Kalau bisa bantu saya kirim rekeningnya.”

Pesan tersebut langsung menimbulkan kecurigaan karena dikirim dari nomor resmi milik pimpinan kampus STKIP, tetapi dengan isi yang tidak biasa. Dugaan kuat mengarah pada pengambilalihan akun WhatsApp oleh pelaku yang kemudian berusaha menipu kontak-kontak korban dengan modus permintaan uang.

Kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut mengimbau seluruh kontak mereka agar berhati-hati saat menerima pesan-pesan mencurigakan, terutama yang berisi permintaan uang, serta untuk tidak membuka file atau tautan mencurigakan meskipun berasal dari nomor yang dikenal. (red)