Kehadiran Gubernur Sherly Tjoanda Warnai Penutupan Jambore GPdI di Tobelo

158
Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat memberikan sambutan di hadapan peserta Jambore Daerah Pemuda GPdI Malut 2025 di Lapangan Pemkab Halut, Jumat 27 Juni 2025. Biro Adpim Malut

WARTASOFIFI.ID – Gubernur Malut Sherly Tjoanda, secara resmi menutup kegiatan Jambore Daerah Pemuda Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Malut tahun 2025. Penutupan berlangsung di Lapangan Pemkab Halut, Jumat (27/6), menandai berakhirnya rangkaian kegiatan selama empat hari yang diikuti oleh ribuan pemuda-pemudi gereja dari seluruh wilayah provinsi.

Sebanyak 1.131 peserta dari 24 wilayah pelayanan GPdI se-Malut turut serta dalam jambore ini. Mereka datang dengan semangat pelayanan, kerohanian, serta keinginan kuat untuk mempererat persaudaraan iman dan memperkuat karakter kristiani di tengah tantangan zaman.

Gubernur Sherly tiba di lokasi pukul 10.00 WIT dan langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan panitia. Suasana semarak semakin terasa saat Tari Rebana Kharismatik dibawakan oleh para peserta, memperindah momen puncak penutupan di bawah langit Kota Tobelo.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly  menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras panitia dan antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan jambore dengan penuh semangat.

“Terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang telah datang di Kabupaten Halmahera Utara,” tutur Sherly.

Ungkapan itu mencerminkan kepedulian seorang kepala daerah terhadap kegiatan pembinaan generasi muda, terutama dalam ruang rohani yang menjadi fondasi moral masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial atau rutinitas belaka, melainkan membawa dampak positif dalam pembentukan pribadi dan kehidupan sosial ke depan.

“Saya berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi pemuda-pemudi GPdI,” lanjutnya.

Menurut Sherly, kegiatan jambore semacam ini harus dirancang secara serius, tidak hanya untuk menghadirkan euforia pertemuan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan mental, spiritual, dan karakter. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan harus ditandai dengan hasil nyata.

“Dalam setiap jambore harus ada output yang jelas,” tekan Gubernur Sherly.

Dorongan itu memperlihatkan arah berpikir strategis dari Gubernur yang ingin melihat program pembinaan generasi muda berorientasi pada hasil, yakni munculnya perubahan sikap, peningkatan pemahaman iman, dan semangat pelayanan yang semakin kuat.

Lebih lanjut, Gubernur Sherly mengingatkan bahwa interaksi antarpeserta selama kegiatan harus menjadi wadah untuk saling memperkuat dan mendorong pertumbuhan pribadi yang lebih baik.

“Sehingga diharapkan setelah jambore ini, kita semua bisa menjadi sosok pribadi yang jauh lebih baik. Karena pasti selama jambore ini para peserta saling tukar pikiran dan berdiskusi untuk kebaikan,” katanya.

Interpretasi itu menjadi penekanan penting bahwa Gubernur ingin setiap peserta pulang dengan membawa semangat baru, wawasan yang lebih luas, dan motivasi untuk menjalani kehidupan pelayanan dengan lebih bermakna di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Majelis Daerah GPdI Malut dalam sambutannya menyebut bahwa kegiatan ini menjadi sarana penguatan iman dan pembentukan karakter.

Ia melihat antusiasme peserta sebagai bukti bahwa pemuda-pemudi gereja memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan dan kehidupan bersama yang damai.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan jamuan makan siang bersama, sebagai simbol sukacita, rasa syukur, dan kebersamaan di antara peserta dan panitia sebelum kembali ke daerah asal.

Jambore Daerah Pemuda GPdI 2025 ini membuktikan bahwa sinergi antara gereja dan pemerintah dapat menghasilkan kegiatan pembinaan yang konstruktif bagi generasi muda.

Di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda, Pemprov Malut terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ruang-ruang tumbuhnya nilai-nilai keimanan dan karakter positif bagi masyarakat, khususnya kaum muda lintas iman. (red)

Sumber: Biro Adpim Malut