Ketua Kwarda Muhammad Abusama Sebut Pesta Siaga sebagai Awal dari Perjalanan Besar Anak Pramuka

82
Muhammad Abusama

WARTASOFIFI.ID – Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Malut, Muhammad Abusama, memberikan sambutan penutupan pada kegiatan Pesta Siaga yang digelar di Lapangan Sasadu, Jailolo, Halbar, Minggu (20/7) sore. Acara bertema Sehari Bersama Bunda Sherly ini menjadi salah satu program unggulan Pramuka Malut untuk membina karakter dan keterampilan anak sejak dini.

Kegiatan ini diikuti ratusan Pramuka siaga dari berbagai gugus depan yang ada di sebagian besar wilayah Halbar. Sejak pagi, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan. Mulai dari permainan edukatif, penjelajahan mini, lomba keterampilan hingga kegiatan penguatan karakter kebangsaan.

Dalam acara penutupan tersebut, Ketua Kwarda Pramuka Malut, Muhammad Abusama, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan yang dianggap sukses tersebut.

“Alhamdulillah pada sore hari ini kita telah menyelesaikan salah satu program Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Malut yaitu melaksanakan Pesta Siaga tahun 2025 di Lapangan Sasadu Jailolo pada sore hari ini,” ujar Muhammad Abusama.

Pesan-pesan edukatif turut disampaikan Muhammad Abusama kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan pentingnya menjadikan pengalaman hari itu sebagai motivasi untuk masa depan pendidikan kepramukaan mereka.

Menurutnya, kegiatan Pesta Siaga bukan sekadar ajang bermain, tetapi bagian dari proses membentuk karakter dan dasar keterampilan untuk jenjang berikutnya.

Muhammad Abusama mengajak para peserta agar ilmu dan nilai-nilai yang diterima tak hanya berhenti dalam kegiatan seremonial, namun bisa diteruskan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan sosial mereka.

“Saya berharap kepada adik-adik semua pelajaran, pengetahuan, dan keterampilan yang telah adik-adik terima pada hari ini supaya menjadi motivasi untuk dapat dilanjutkan,” katanya.

Ia juga memberikan semangat kepada para siaga yang sebentar lagi akan menempuh jenjang pendidikan berikutnya. Dalam sambutannya, Muhammad Abusama menekankan bahwa keterampilan dan pengalaman yang diperoleh di Pesta Siaga akan menjadi fondasi untuk peran mereka kelak sebagai Pramuka penggalang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki kesinambungan dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga pembinaan sejak dini sangat penting.

“Hari ini adik-adik semua mengikuti kegiatan Pesta Siaga, tetapi besok ketika adik-adik telah berada di sekolah menengah pertama, pengalaman hari ini adalah menjadi bekal, menjadi cikal bakal adik-adik di dalam melanjutkan keterampilan dan pengetahuan Pramuka ketika berada di tingkat SMP golongan penggalang,” ujar Muhammad Abusama.

Tak hanya menjadi landasan awal, kegiatan ini juga dianggap sebagai pijakan untuk pencapaian yang lebih besar ke depan. Muhammad Abusama memberi contoh kemungkinan keterlibatan peserta dalam even nasional seperti Jambore Nasional, yang hanya bisa diraih oleh Pramuka golongan penggalang dan penegak yang memiliki rekam jejak keaktifan.

Pesta Siaga di Halbar menjadi bagian dari upaya tersebut, yakni membuka peluang adik-adik siaga untuk terus berkembang hingga ke tingkat nasional.

“Hari ini, adik-adik mengikuti Pesta Siaga yang hanya dilaksanakan di Halbar. Tapi besok adik-adik sudah berada di tingkat penggalang, adik-adik akan berpeluang mengikuti kegiatan nasional yaitu Jambore Nasional. Mungkin di antara adik-adik pada saat pelaksanaan Jambore Nasional sudah berada di tingkat penggalang dan adik-adik mungkin terpilih mengikuti Jambore lewat Kwarcab Halbar,” ungkapnya.

Peran pembina dan asisten pembina Pramuka pun turut menjadi perhatian. Menurut Muhammad Abusama, merekalah tulang punggung suksesnya kegiatan pembinaan di setiap gugus depan.

Ia berharap agar para pembina dapat terus meningkatkan intensitas dan kualitas kegiatan Pramuka di sekolah masing-masing. Tanpa dukungan pembina, proses regenerasi dan penguatan karakter melalui gerakan Pramuka akan terhambat.

“Nah oleh karena itu saya berharap kepada adik-adik semua lewat Buk Cik dan Pak Cik, para pembina dan asisten pembina, dapat meningkatkan dan mengembangkan kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing,” tutur Muhammad Abusama.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pembina yang telah mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung. Bagi Muhammad Abusama, kehadiran para pembina dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen besar dalam membentuk generasi muda Malut yang berkarakter, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak dini.

Pada kesempatan itu pula, Ketua Kwarda Muhammad Abusama menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan bukan hanya bersifat seremonial, tetapi bagian dari pembangunan sumber daya manusia masa depan.

“Adik-adik sekalian, sebagai Ketua Kwartir Daerah saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kakak-kakak pembina, Pak Cik dan Buk Cik, yang hari ini telah meluangkan waktu mendampingi adik-adik Pramuka siaga dalam mengikuti kegiatan seharian. Saat ini kita akan melakukan penutupan dan kita akan mengakhiri kegiatan Pesta Siaga pada sore hari ini,” ucapnya.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan kepramukaan terus diperkuat di sekolah-sekolah dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa.

Muhammad Abusama juga mengingatkan pentingnya melanjutkan semangat dan kerja kolektif untuk menyiapkan generasi emas 2040. Dengan semangat itu, ia mendorong seluruh pembina agar tak berhenti menanamkan nilai kepramukaan sejak dini.

“Nah, oleh karena itu, sekali lagi sebagai Ketua Kwarda Malut, saya berharap kepada Kakak-kakak semua pembina di gugus-gugus depan di masing-masing sekolah agar dapat meningkatkan kegiatan kepramukaan,” tegasnya.

Menjelang akhir sambutannya, ia mengaitkan peran kegiatan kepramukaan dengan upaya membina karakter generasi milenial yang kelak akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Ia menyebut tahun 2040 sebagai momen penting ketika para peserta Pesta Siaga hari ini telah tumbuh menjadi pemuda yang matang secara karakter dan siap menjadi pemimpin masa depan.

“Ini adalah kegiatan dalam rangka membina keterampilan, membentuk karakter anak-anak semua sebagai generasi muda, melanjutkan generasi tua, berlanjut ke generasi yang ada sekarang. Insya Allah nanti pada tahun 2040 adik-adik menjadi generasi milenial,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Muhammad Abusama menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Ia menegaskan bahwa sebagai manusia biasa, panitia dan seluruh jajaran pelaksana tentu tidak luput dari kekeliruan, namun niat baik untuk mendidik dan membina tetap menjadi semangat utama kegiatan ini.

“Nah, oleh karena itu, saya sekali lagi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam kegiatan sehari ini ada terdapat kekurangan, baik dari sisi kegiatan maupun yang lainnya. Tak luput sebagai manusia biasa kami memohon maaf yang setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat di dalam kegiatan Pesta Siaga ini,” pungkasnya. (red)