
WARTASOFIFI.ID – Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat makna di hadapan ribuan warga pada malam puncak peringatan HUT ke-26 Malut yang digelar di Sofifi, Sabtu (11/10) malam. Dalam sambutannya, Sherly menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan keberagaman sebagai kekuatan utama Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat Malut, khususnya, serta masyarakat Indonesia pada umumnya untuk bersatu, bekerja dengan hati, dan menumbuhkan semangat kebersamaan demi mewujudkan kemajuan daerah dan bangsa.
“Kekuatan Indonesia adalah keberagaman, manfaatkan keberagaman kita. Marimoi ngone futuru, bersama-sama kita bisa satukan hati. Ketika Sang Pencipta tahu bahwa hati kita satu, hati kita mau maju, kita mau sejahtera dalam arti yang sesungguhnya,” ujarnya.
Sherly menegaskan bahwa di tengah kekayaan alam dan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sudah semestinya tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Ia menyoroti ketimpangan sosial yang masih terjadi di sejumlah daerah, di mana sebagian warga belum menikmati akses layak terhadap kebutuhan dasar seperti perumahan, air bersih, dan pendidikan.
Dengan nada tegas, ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut, sebab kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab negara dan cerminan keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya.
“Tidak boleh lagi di negara yang kaya ini rumahnya masih kayu, atapnya masih rumbia, air tidak ada, anak tidak bisa sekolah. Itu tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.
Ia kemudian mengaitkan perjuangan pembangunan di Malut dengan cita-cita para pendiri dan pejuang pemekaran provinsi, termasuk mendiang suaminya, Benny Laos, yang juga dikenal sebagai salah satu putra terbaik di daerah ini.
“Saya bersama-sama dengan kalian akan memastikan itu terjadi. Bahwa itu tadinya adalah mimpi dari seorang putra terbaik Maluku Utara, Benny Laos; mimpi dari banyak pendiri dan pejuang untuk pemekaran Maluku Utara. Mengambil estafet itu harus disambungkan kepada adik-adik,” tutur Sherly.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sherly menegaskan bahwa masa jabatannya hanyalah sementara. Ia berkomitmen untuk membangun fondasi kokoh bagi generasi pemimpin berikutnya.
“Saya di sini hanya sementara, lima tahun. Saya hanya bisa memberikan fondasi, memberikan ruang, untuk kemudian akan menumbuhkan pemimpin Maluku Utara selanjutnya yang terbaik,” katanya.
Sherly juga menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pembangunan Malut dengan menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, Sherly mengajak warga agar menyatukan hati dan tekad untuk membangkitkan Malut menuju kemajuan. Ia menegaskan bahwa momentum peringatan HUT ke-26 ini harus menjadi titik awal bagi Sofifi dan seluruh wilayah Malut untuk berkembang lebih maju, lebih hidup, dan lebih ramai sebagai pusat pertumbuhan baru di daerah ini.
“Untuk itu, dukung saya. Satukan hati, bersama-sama kita bangkitkan Maluku Utara. Setuju? Boleh tidak? Mulai malam ini akan menjadi awal untuk Sofifi yang lebih maju, lebih ramai,” ucapnya bersemangat.
Sherly menyebut, peringatan HUT Malut tahun ini bukan sekedar perayaan biasa, tetapi menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal. Sherly menilai geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai tumbuh, perputaran uang berjalan, dan ruang bagi industri kreatif semakin terbuka.
“Perayaan ulang tahun tahun ini saya mau menunjukkan, mau mengajarkan, bahwa bukan hanya perayaan formalitas; tapi ekonomi bertumbuh, UMKM jalan, ada perputaran uang, ada ruang bagi pelaku industri kreatif,” jelasnya.
Sherly menegaskan pula, pemerintah provinsi telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung agenda besar pengembangan Sofifi sebagai kota penyelenggara berbagai kegiatan nasional.
“Saya sudah menyiapkan infrastruktur untuk mulai tahun 2027 hingga akhir 2028, kita akan siap menerima event nasional di Sofifi. Akan banyak berita baik lainnya, tetapi saya tidak suka cerita kalau belum jadi,” tandasnya.
Sherly juga mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar ia dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang dijalankan pemerintah daerah berlandaskan pada niat tulus untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Malut secara nyata.
Dalam penyampaiannya, Sherly menuturkan bahwa dirinya tidak ingin banyak berjanji, melainkan berfokus pada hasil kerja yang dapat dirasakan oleh rakyat, sembari meminta doa agar selalu diberi kekuatan dan keikhlasan dalam mengemban tugas demi terwujudnya Malut yang sejahtera dalam arti yang sesungguhnya.
“Saya akan cerita ketika itu sudah jadi. Hanya minta doanya: doakan saya amanah, satukan hati, dukung saya. Percaya bahwa niat saya hanya satu, memastikan bahwa Maluku Utara sejahtera dalam arti yang sesungguhnya,” katanya.
Menutup sambutannya, Gubernur Sherly mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat kolaborasi, inovasi, dan kerja bersama dalam membangun daerah menuju kemajuan yang berkelanjutan. Dia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Dalam suasana penuh semangat kebersamaan tersebut, Sherly menyampaikan pesan bahwa kekuatan Malut terletak pada persatuan dan gotong royong antara pemerintah, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, generasi muda, serta seluruh warga dari sepuluh kabupaten dan kota. Ajakan itu menjadi penegasan bahwa Malut hanya dapat tumbuh kuat dan maju apabila seluruh warganya bersatu, bekerja dengan hati, serta bergerak bersama demi cita-cita daerah yang sejahtera dan bermartabat.
“Selamat Hari Ulang Tahun Maluku Utara! Dengan tema ‘Membangun dengan Hati, Inovasi, dan Kolaborasi’. Saya tidak bisa sendiri; saya butuh ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, adik-adik, mama, papa, tete, seluruh masyarakat 10 kabupaten/kota, seluruh suku dan agama. Bersama-sama torang buktikan bahwa Maluku Utara bisa,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam wawancara terpisah usai menyerahkan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Gubernur Malut, Jumat (23/5) lalu, Sherly menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi politik pribadi.
“Saya tidak punya target politik. Saya hanya seorang ibu rumah tangga yang melanjutkan gagasan-gagasan besar suami saya,” kata Sherly kepada sejumlah wartawan kala itu.
Ia menambahkan, tugas yang diembannya saat ini merupakan amanah yang harus dijalankan untuk mewujudkan janji-janji politik bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe dan almarhum Benny Laos.
“Tugas saya hanya memastikan janji-janji politik saya, Pak Sarbin, dan almarhum suami saya bisa diimplementasikan di Maluku Utara,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan wartawan Wartasofifi.id mengenai kemungkinan dirinya dicalonkan sebagai wakil presiden pada pemilu mendatang, Sherly memberikan jawaban singkat namun bermakna.
“Saya masih cinta Maluku Utara,” ujarnya singkat. (red)




