
WARTASOFIFI.ID – Komitmen Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berpihak pada rakyat kembali dibuktikan melalui kebijakan strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Salah satu langkah penting yang diambil adalah memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji Malut melalui penyediaan penerbangan carter Lion Air.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Maluku Utara, Kadri Laetje, dalam rilis resminya kepada media pada Minggu, 13 April 2025. Dalam keterangannya, Kadri menegaskan bahwa keputusan penggunaan carter pesawat diambil langsung oleh Gubernur Sherly Tjoanda setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan pelayanan.
“Pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini telah ditetapkan oleh Ibu Gubernur, yaitu menggunakan carter Lion Air dari Bandara Sultan Babullah Ternate menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Kadri, yang juga dikenal sebagai mantan Bupati Halmahera Selatan dan eks Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Malut.
Menurut Kadri, rute pemulangan jemaah dari Makassar ke Ternate juga akan menggunakan Lion Air untuk menjaga kesinambungan layanan dan memastikan proses kepulangan berlangsung lancar tanpa hambatan.
“Begitu pun dengan pemulangan jemaah dari Makassar ke Ternate, tetap menggunakan Lion Air,” tambahnya.
Ia menjelaskan, panitia PPIHD dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Selasa pekan ini untuk menandatangani kontrak resmi dengan manajemen pusat Lion Air. Dana untuk kebutuhan carter, kata Kadri, telah siap dan berada dalam kas panitia.
“Kami sudah siap secara administratif dan finansial. Selasa, panitia akan berangkat untuk melakukan kontrak dengan pihak Lion Air pusat, dan pembayaran carter segera dilakukan karena dananya sudah ada di kas panitia,” jelasnya.
Jumlah jemaah haji Maluku Utara tahun ini mencapai 1.067 orang. Menurut Kadri, aspek pelayanan menjadi perhatian utama, terutama dalam hal kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan para jemaah.
“Panitia akan mengedepankan kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah. Ini menjadi prioritas kami, apalagi jumlahnya cukup besar, yaitu 1.067 orang,” tegasnya.
Sebelum menetapkan Lion Air sebagai maskapai pengangkut, panitia telah mengundang sejumlah maskapai nasional untuk melakukan presentasi, termasuk Garuda Indonesia, Batik Air, dan Sriwijaya Air. Melalui diskusi panjang dan evaluasi menyeluruh, akhirnya diputuskan untuk melakukan penerbangan carter bersama Lion Air.
“Kami terbuka dengan semua opsi. Presentasi dari GM masing-masing maskapai sudah dilakukan. Namun setelah semua aspek dipertimbangkan—dari ketersediaan armada, jadwal hingga efisiensi layanan—diputuskan Lion Air sebagai pilihan utama,” papar Kadri.
Selain transportasi, aspek kesehatan jemaah juga menjadi fokus utama. Panitia menambah jumlah tenaga medis untuk memastikan seluruh proses—dari pemberangkatan hingga pemulangan—berjalan dengan standar pelayanan terbaik.
“Kali ini jumlah tenaga kesehatan kita perbanyak. Pemeriksaan intensif dilakukan terhadap seluruh jemaah sejak jauh hari. Panitia tidak ingin ada risiko yang mengganggu ibadah mereka,” ujarnya.
Kadri menegaskan bahwa seluruh langkah dan kebijakan ini tidak lepas dari dukungan dan arahan langsung Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Ia menilai, kepemimpinan Sherly yang visioner dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat menjadi energi besar dalam memperkuat pelayanan publik di Malut.
“Pelayanan kami berpedoman pada moto utama: kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah. Dan ini selaras dengan arahan Ibu Gubernur Sherly Tjoanda dan Pak Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang terus menekankan pentingnya pelayanan publik yang berkualitas,” tuturnya.
Pengalaman Kadri sebagai birokrat senior dan kepala daerah turut memperkuat posisi PPIHD dalam menjalankan tugas besar ini. Ia paham betul pentingnya integrasi antara kebijakan, anggaran, dan pelayanan teknis agar setiap langkah penyelenggaraan haji berjalan mulus tanpa keluhan dari masyarakat.
Dengan kesiapan yang semakin matang, Pemprov Malut berharap seluruh jemaah haji tahun ini dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta penuh berkah. (red)




