Kepedulian Gubernur Sherly pada Gizi Anak Patut Diacungi Jempol

92
Gubernur Malut Sherly Tjoanda didampingi Plt Kadikbud Malut Abubakar Abdullah saat meninjau dapur umum SMK Negeri 3 Ternate, Rabu 6 Agustus 2025. Foto: Biro Adpim Malut

WARTASOFIFI.ID – Gubernur Malut Sherly Tjoanda terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan masa depan generasi muda. Bersama Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP), Syska Hutagalung, Gubernur Sherly melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 3 Kota Ternate pada Rabu, 6 Agustus 2025, untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Program MBG dirancang sebagai langkah strategis negara dalam menjamin tumbuh kembang anak bangsa melalui penyediaan makanan sehat, aman, dan sesuai kebutuhan lokal bagi pelajar. Malut menjadi salah satu daerah sasaran prioritas, termasuk karena termasuk dalam kategori tiga T: terluar, tertinggal, dan terdepan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sherly dan rombongan meninjau langsung dapur umum yang disiapkan di lingkungan sekolah. Dapur ini nantinya akan menjadi titik distribusi MBG bagi para siswa penerima manfaat di sekolah-sekolah sekitar.

“Konsepnya masak di sini, kemudian dibagi ke siswa di sini dan di sana. Perjalanan pakai mobil hanya sepuluh menit,” ujar Sherly menjelaskan skema distribusi makanan bergizi dari pusat dapur SMK 3 ke sekolah lainnya.

Lebih dari sekadar memastikan kesiapan fasilitas, Gubernur Sherly juga mendorong agar SMK 3 Ternate ditingkatkan kapasitasnya. Ia berharap jumlah siswa dapat bertambah dan praktek kejuruan terutama jurusan Tata Boga bisa dimaksimalkan sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia lokal.

“Jika ini jalan, maka akan menjadi pilot project untuk yang lain,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ini juga mencakup dialog antara rombongan pusat dan sejumlah perwakilan dari SMA, SMK, serta SLB di Kota Ternate yang hingga kini belum menerima manfaat dari program MBG. Dialog berlangsung interaktif, dengan harapan memperluas cakupan program ini di Malut.

Deputi III Kantor Staf Presiden, Syska Hutagalung, menegaskan bahwa kehadirannya di Malut bertujuan untuk memastikan program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia menyampaikan apresiasi terhadap komitmen kuat dari Gubernur Sherly dalam mengawal program tersebut.

“Komitmen Bu Gubernur luar biasa. Karena itu dalam kunjungan ini kami juga hadirkan Badan Gizi Nasional dan Kemenko Pangan agar bisa langsung berkolaborasi dengan Pemprov Malut,” ungkapnya.

Syska juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan pemerataan program MBG, tidak hanya terpusat di Jawa, tapi juga merata hingga wilayah timur Indonesia.

“Karena ini (Provinsi Malut) masuk tiga T juga, jadi arahan Pak Presiden bahwa MBG ini tidak hanya di Jawa tapi di timur juga harus merata,” katanya.

SMK Negeri 3 Ternate sendiri dianggap sebagai lokasi strategis untuk pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) model hybrid. Hal ini didukung keberadaan jurusan Tata Boga yang aktif dan lingkungan sekitar sekolah yang kaya hasil laut, sebagai modal penting dalam penyediaan menu lokal bergizi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Malut Abubakar Abdullah, Kepala Dinas Pangan Malut Deni Tjan, para kepala sekolah, guru, dan siswa dari sejumlah SMA dan SMK di Kota Ternate.

Kunjungan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun sistem penyediaan makanan bergizi yang tidak hanya menyehatkan anak-anak sekolah, tetapi juga memberdayakan institusi pendidikan lokal sebagai pusat pemberdayaan pangan dan gizi masyarakat. (red)