
WartaSofifi.id — Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong mengumumkan penundaan keberangkatan kapal penyeberangan lintas Bastiong-Sidangoli hari ini, 15 Desember 2024, setelah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca buruk yang diprediksi melanda perairan Maluku Utara. Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal di tengah cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Pengumuman resmi ini diterbitkan oleh Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong, M. Abduh Salama, dengan mempertimbangkan laporan prakiraan cuaca yang disampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate. Dalam prakiraan tersebut, diprediksi kecepatan angin di wilayah perairan Maluku Utara akan mencapai 40 hingga 45 knots, sementara tinggi gelombang diperkirakan antara 2 hingga 2,5 meter. Selain itu, jarak pandang juga sangat terbatas hingga hanya sekitar 100 meter, menambah tingkat bahaya bagi kapal yang hendak berlayar.
Penyampaian informasi ini merujuk pada beberapa dasar hukum, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang mengharuskan pelayaran dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan. Oleh karena itu, penundaan keberangkatan kapal Bastiong-Sidangoli ini dianggap langkah preventif yang tepat.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah perairan di Maluku Utara, yang mencakup perairan Barat Laut Morotai, perairan Ternate, dan perairan Gebe. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter dapat berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan, sementara kapal tongkang juga terancam apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.
Peringatan ini berlaku dari tanggal 16 Desember 2024 pukul 07.00 WIB hingga 19 Desember 2024 pukul 07.00 WIB. BMKG juga mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di beberapa wilayah seperti Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan. Potensi cuaca buruk ini diperkirakan dapat meluas ke berbagai daerah di Maluku Utara, mengganggu operasional transportasi laut dalam beberapa hari mendatang.
Dengan mempertimbangkan semua risiko yang terkait dengan kondisi cuaca ekstrem, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong mengimbau kepada semua nahkoda, operator, dan pemilik Kapal Motor Penumpang (KMP) untuk menunda keberangkatan kapal menuju Sidangoli hingga cuaca membaik. Tindakan ini bukan hanya berdasarkan prediksi cuaca, tetapi juga pada kewajiban untuk mengutamakan keselamatan para penumpang dan kru kapal.
Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong, M. Abduh Salama, dalam pengumumannya menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran di tengah kondisi cuaca yang tidak mendukung. Ia juga menambahkan bahwa keputusan ini sesuai dengan peraturan yang ada dan merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan pelayaran akibat cuaca buruk.
Para penumpang yang direncanakan berangkat hari ini diminta untuk memahami situasi ini dan mengikuti perkembangan informasi cuaca yang akan disampaikan secara berkala. Pihak pelabuhan juga akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perubahan kondisi cuaca dan memberikan informasi terbaru terkait kemungkinan kelanjutan penundaan pelayaran.
Dengan peringatan cuaca yang telah dikeluarkan dan potensi ancaman terhadap keselamatan pelayaran, langkah penundaan ini tidak hanya sesuai dengan aturan yang ada tetapi juga merupakan respons yang tepat untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Pelayaran Bastiong-Sidangoli diharapkan dapat dilanjutkan setelah kondisi cuaca membaik dan situasi memungkinkan untuk berlayar dengan aman.
Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran terhadap faktor cuaca dalam dunia pelayaran. Keputusan untuk menunda pelayaran bukan hanya demi kenyamanan, tetapi lebih untuk melindungi nyawa dan keselamatan orang-orang yang berada di kapal. Di tengah cuaca buruk, sikap hati-hati dan mematuhi peringatan dari otoritas terkait adalah langkah bijaksana yang harus diambil.
Sementara itu, otoritas pelabuhan dan pihak terkait berharap cuaca di perairan Maluku Utara akan segera membaik agar pelayaran Bastiong-Sidangoli dapat dilanjutkan dengan aman. Masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan resmi untuk menjamin keselamatan selama perjalanan laut. (red)




