Dinsos Maluku Utara Bergerak Cepat Tangani Korban KM Alis Mulia dan Kebakaran di Tobelo

228
Plt Kadinsos Malut, Zen Kasim, mengunjungi korban kebakaran di Desa Gosoma Tobelo (Foto: Istimewa)

WartaSofifi.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat dalam menangani dua insiden yang terjadi pada akhir pekan ini: tenggelamnya kapal KM Alis Mulia yang berlayar dari Halmahera Timur ke Tobelo, dan kebakaran yang melanda Desa Gosoma, Tobelo, Halmahera Utara.

Plt Kepala Dinas Sosial Malut, Zen Kasim, mengungkapkan bahwa langkah tanggap darurat dilakukan atas arahan Penjabat (Pj) Gubernur Malut, Samsuddin Abdul Kadir.

“Kami langsung menurunkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk berkoordinasi dengan Basarnas Tobelo dan KPLP Tobelo,” ungkap Zen dalam wawancara telepon, Minggu (15/12/2024).

Dinas Sosial Malut berkoordinasi dengan petugas pelabuhan Tobelo (Foto: Istimewa)

Kecelakaan KM Alis Mulia terjadi saat kapal yang membawa 192 orang (182 penumpang dan 10 ABK) berlayar dari Halmahera Timur menuju Tobelo. Peristiwa ini mengakibatkan dua korban jiwa, yaitu seorang anak berusia empat tahun dan seorang lansia berusia 70 tahun.

“Jenazah korban sudah diambil oleh pihak keluarga masing-masing. Satu korban berasal dari Desa Patlean, Halmahera Timur, dan telah dikembalikan ke desa asalnya. Sementara korban lainnya, yang berusia empat tahun, berasal dari Pulau Meti, Tobelo. Kami masih menunggu data identitas lengkap untuk menyelesaikan pemberian santunan,” jelas Zen Kasim.

Ia menambahkan bahwa Dinsos Malut akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal. Beruntung, dalam insiden ini, tidak ada korban luka.

Plt Kepala Dinsos Malut, Zen Kasim didampingi petugas Tagana sedang berkoordinasi dengan pihak Basarnas Tobelo (Foto: Istimewa)

Selain menangani insiden KM Alis Mulia, Dinsos Malut juga turun ke Desa Gosoma, Tobelo, untuk membantu korban kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi. Kebakaran tersebut menghanguskan tiga rumah dan satu gereja, menyebabkan tiga kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Dalam kunjungan ke lokasi, Zen Kasim menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga korban, termasuk beras 25 kilogram per kepala keluarga, mi instan, dan minyak kelapa.

“Besok kami akan menambah bantuan sembako. Saat ini para korban sementara tinggal bersama keluarga mereka,” katanya.

Plt Kepala Dinsos Malut beserta petugas Tagana pose bersama dengan salah satu pengurus Gereja Bukit Kasih Gosoma Tobelo (Foto: Istimewa)

Warga yang terdampak berharap pemerintah provinsi segera membantu pembangunan kembali rumah-rumah yang terbakar, termasuk gereja yang menjadi tempat ibadah di desa tersebut.

Zen Kasim menegaskan bahwa Dinsos Malut terus berupaya memberikan dukungan cepat dan konkret kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menyebut, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga terkait sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan mendesak warga dapat segera terpenuhi.

Foto bersama dengan warga korban kebakaran usai menyerahkan bantuan (Foto: Istimewa)

“Kami tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memastikan keberlanjutan dukungan, baik dalam bentuk santunan maupun langkah pemulihan jangka panjang,” tutupnya. (red)