Karya Perajin dan Keringat Nelayan, Dua Hal Mulia di Mata Gubernur STJ

88
Sherly Tjoanda (STJ)

WARTASOFIFI.ID Gubernur Malut, Sherly Tjoanda (STJ), mengapresiasi kehadiran salah satu gedung termegah dan paling unik dalam lingkup perkantoran Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yakni Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), yang secara resmi dikunjunginya pada Selasa (1/7). Didampingi oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, beserta jajaran Forkopimda, kunjungan ini tak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol kuat penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Gedung Dekranasda tersebut dirancang sebagai ekosistem terpadu untuk mendukung geliat ekonomi kreatif di Negeri Saruma. Di dalamnya terdapat fasilitas modern seperti Papan Informasi Digital, booth produk terkurasi, hingga area workshop untuk pelatihan dan pembinaan pelaku UMKM.

Selama kunjungan, Gubernur STJ meninjau langsung berbagai produk unggulan khas Saruma seperti batik, aksesori, kaos, serta aneka makanan dan minuman olahan lokal.

Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah batik khas Halsel yang dinilainya memiliki keunikan motif dan kekayaan nilai budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur STJ menyatakan bahwa kehadiran Gedung Dekranasda tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga simbol kebangkitan pelaku ekonomi kreatif di wilayah Malut, terutama di Halsel.

“Dekranasda merupakan simbol kebangkitan para pelaku ekonomi kreatif di bawah bimbingan Dekranasda Provinsi Maluku Utara. Gedung ini memiliki peran penting dalam mengembangkan serta memajukan ekosistem ekonomi kreatif daerah,” ungkap Gubernur STJ.

Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak boleh hanya fokus pada percepatan kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata, melainkan juga harus melibatkan aspek kriya, wastra, dan fashion sebagai bagian integral dari destinasi wisata. Karena, dengan sektor pariwisata sebagai satu kesatuan strategi promosi daerah.

“Berbicara pariwisata, kita tak hanya mendorong percepatan kunjungan ke objek wisata, tetapi juga mendorong produk kriya, wastra, dan fashion sebagai bagian dari destinasi wisata itu sendiri,” ujarnya.

Gubernur STJ juga menekankan bahwa kehadiran showroom Dekranasda bukan hanya sebagai etalase produk, tetapi lebih dari itu, merupakan ruang pemberdayaan bagi para pengrajin lokal.

Ia berharap tempat ini dapat menjadi jembatan penghubung antara produk lokal dan pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

“Keberadaan showroom ini sangat penting, tidak hanya sebagai tempat promosi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan para pengrajin lokal. Kami berharap, masyarakat luas bisa lebih mengenal dan mengapresiasi produk kerajinan daerah,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur STJ terlihat mengamati secara langsung sejumlah produk yang dipajang. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah batik khas Halmahera Selatan, yang menurutnya memiliki keunikan motif dan filosofi yang perlu terus dipromosikan.

Tak berhenti di sektor ekonomi kreatif, pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur STJ juga menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor perikanan yang berkelanjutan dan memanusiakan semua golongan.

Masih di Halsel, Gubernur STJ secara simbolis menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan dan mesin kapal kepada para nelayan setempat, sebagai bagian dari program perlindungan dan pemberdayaan nelayan Malut.

Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Malut dalam memperkuat perlindungan sosial dan kesejahteraan para pekerja sektor informal, khususnya nelayan.

“Fasilitasi bantuan ini merupakan awal dari komitmen jangka panjang kami untuk terus mendorong kemajuan sektor perikanan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan nelayan, pengolah, serta pembudidaya ikan di Halmahera Selatan,” ujar Gubernur STJ.

Gubernur juga menekankan bahwa nelayan merupakan kontributor utama dalam perekonomian kelautan Malut, namun pada saat yang sama termasuk kelompok paling rentan secara sosial dan ekonomi.

“Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting, karena para nelayan adalah tulang punggung sektor kelautan kita. Mereka bekerja di lingkungan berisiko tinggi dan perlu dilindungi secara menyeluruh,” tegasnya.

Gubernur STJ juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus berperan aktif dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional melalui alokasi anggaran yang berkelanjutan untuk pekerja informal.

“Sistem perlindungan sosial nasional sudah cukup komprehensif. Namun perlu diperkuat dengan regulasi dan kebijakan dari pemerintah daerah agar dapat berjalan berkelanjutan, terutama untuk pekerja informal seperti nelayan,” pungkasnya.

Kunjungan Gubernur STJ ke Halsel disambut positif oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, yang menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan Pemprov Malut terhadap sektor ekonomi lokal dan kesejahteraan warga pesisir.

Kegiatan tersebut menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal, baik dari sisi ekonomi kreatif maupun sektor perikanan, sebagai dua kekuatan utama ekonomi masyarakat Halsel. (red)

Sumber: Rilis Biro Adpim Malut