
Wagub Malut Sarbin Sehe secara resmi melepas kafilah Malut yang akan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara pelepasan berlangsung di Muara Hotel Ternate dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah yang juga Ketua LPTQ Malut, Samsuddin A. Kadir, serta Sekretaris Komisi IV DPRD Malut, Is Suaib.
Sebanyak 20 peserta dari berbagai cabang lomba, di antaranya Seni Baca Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Musabaqah Hafalan Al-Hadis, dan Karya Tulis Ilmiah Hadis, bersama pelatih dan official akan diberangkatkan menuju Kendari pada 9 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Wagub Sarbin Sehe menegaskan bahwa keikutsertaan Malut dalam ajang STQH Nasional bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum penting untuk menunjukkan prestasi terbaik di bidang keagamaan.
“Ini kegiatan rutin tiap tahun. Kami berharap ada kekompakan, kebersamaan antara peserta dan para pendamping, para ustaz, agar bawa pulang juara,” ujar Sarbin.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi para pelatih dan pendamping dalam membina peserta. Menurutnya, pembinaan harus dilakukan lebih selektif dan berorientasi pada hasil agar menghasilkan peserta yang benar-benar siap bersaing.
Lebih lanjut, Sarbin mengingatkan agar skema pembinaan dan seleksi peserta dievaluasi untuk meningkatkan efektivitas.
“Kalau sudah tahu tidak berpotensi juara, sebaiknya jangan dipaksakan. Ini ajang kompetisi yang menuntut kualitas terbaik,” ucapnya.
Sebagai mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, Sarbin juga menyoroti pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengapresiasi semangat masyarakat Malut yang terus tumbuh dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an, meski masih banyak tantangan moral dan sosial yang harus dibenahi.
Sementara itu, Plt Karo Kesra Malut yang juga Ketua Rombongan Kafilah, Asrul Gailea, menyampaikan rasa optimis terhadap kesiapan peserta yang akan berlaga di tingkat nasional. Ia memastikan seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga tingkat provinsi.
“Ini merupakan tanggung jawab besar untuk membawa nama harum Malut. Peserta yang diberangkatkan adalah yang terbaik hasil seleksi dan pembinaan selama sepekan di Ternate. Harapan kami, mereka bisa pulang membawa hasil membanggakan,” tutur Asrul.
Menurut Asrul, keberangkatan kafilah Malut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan keagamaan di kalangan generasi muda.
Kafilah Malut dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan STQH Nasional di Kendari mulai 11 hingga 19 Oktober 2025. Pemprov Malut berharap keikutsertaan ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat semangat dan kesadaran masyarakat dalam memahami serta mengamalkan Al-Qur’an secara berkelanjutan.




