
WARTASOFIFI.ID – Pelepasan jamaah haji asal Maluku Utara (Malut) tahun 2025 berlangsung khidmat pada Selasa, 6 Mei 2025, di Asrama Haji Ternate. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Gubernur Sherly Tjoanda, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, serta para calon jamaah haji. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Malut, Kadri Laetje, menyampaikan sejumlah pesan penting, serta memberikan apresiasi terhadap kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Kadri membuka pidatonya dengan rasa syukur yang mendalam, memuji kebesaran Tuhan atas kesempatan yang diberikan kepada 1076 calon jamaah haji asal Malut untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima ini.
“Yang dimuliakan Allah SWT, tercinta 1076 calon jamaah haji Maluku Utara, manusia beriman, kita haturkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia-Nya yang tak terhingga,” ungkap Kadri.
Sebagai seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan haji, Kadri juga mengingatkan para jamaah untuk selalu menjaga hubungan persaudaraan dan saling menghormati antar sesama umat manusia, meskipun ada perbedaan agama dan keyakinan.
Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, Kadri menekankan pentingnya rasa saling menghormati dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.
“Barang siapa yang memusuhi umat agama lain, maka sesungguhnya dia telah menyakitiku, dan jika dia menyakitiku, maka dia akan menjadi musuhku di dunia dan di hari kiamat nanti,” ujar Kadri, menyampaikan pesan penting bagi seluruh umat manusia.
Pelepasan tahun ini diwarnai dengan semangat dan harapan, mengingat jumlah jamaah yang cukup signifikan. Sebanyak 1076 calon jamaah haji Malut akan diberangkatkan dalam beberapa kloter.
Kloter pertama yang terdiri dari 378 jamaah akan berangkat pada Kamis, 7 Mei 2025, melalui dua penerbangan dari Ternate ke Makassar.
Sementara itu, Kloter 15 akan diberangkatkan pada Jumat, 8 Mei 2025, dengan 378 jamaah, dan kloter terakhir, Kloter 17, yang berjumlah 388 jamaah, dijadwalkan pada Sabtu, 10 Mei 2025.
“Jumlah jamaah tahun ini terdiri dari beberapa kloter yang mencakup wilayah Halmahera Barat, Halmahera Utara, Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Kepulauan Sula,” lanjut Kadri.
Dalam pidatonya, Kadri juga menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar jamaah merupakan lansia dengan tingkat risiko kesehatan yang tinggi, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan kelancaran dan kesehatan jamaah.
“Kami memastikan bahwa tim kesehatan akan terus memberikan pelayanan terpadu selama keberangkatan dan proses haji berlangsung. Semua sarana dan obat-obatan telah dipersiapkan dengan baik,” tegas Kadri.
Selain itu, Kadri juga menekankan pentingnya efisiensi dalam setiap aspek penyelenggaraan, baik dalam hal transportasi, akomodasi, konsumsi, keamanan, maupun kesehatan.
“Keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan jamaah adalah prioritas utama kami. Kecepatan dalam pengambilan keputusan dan koordinasi antar panitia sangat diperlukan untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” jelasnya.
Untuk itu, pihak panitia telah berusaha memangkas birokrasi bagasi agar tidak mengganggu kelancaran penerbangan, dengan memastikan bagasi langsung masuk ke shelter bandara tanpa melalui Asrama Haji Sudiang pada saat kepulangan.
Dalam hal pendanaan, Kadri juga menyampaikan kesepakatan biaya embarkasi dan debarkasi yang diatur dengan proporsi 60% oleh kabupaten/kota dan 40% oleh provinsi.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengelolaan yang lebih efisien dan efektif dalam menyukseskan pelaksanaan ibadah haji.
“Melalui kebijakan yang diterapkan, seluruh kabupaten dan kota di Malut telah memenuhi kewajiban mereka, dan kami berhasil mencapai efisiensi yang signifikan,” ungkap Kadri.
Tak hanya itu, Kadri juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Malut, Sherly Tjoanda atas perhatian yang diberikan terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama bagi calon jamaah haji dan mahasiswa yang kurang mampu.
“Berkat kebijakan mulia Ibu Gubernur, telah disediakan beasiswa untuk mahasiswa yang membutuhkan, sebagai upaya untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan di tengah masyarakat,” kata Kadri.
Di akhir pidatonya, Kadri meminta doa restu dari seluruh jamaah untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan ibadah haji mereka.
“Mohon persembahan doa dari jamaah di tempat mustajab, kepada Ibu Gubernur, Wakil Gubernur, dan kita semua di Maluku Utara. Semoga perjalanan ini membawa kita semua menjadi haji mabrur,” harap Kadri.
Acara pelepasan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan bahwa setiap aspek keberangkatan jamaah haji Malut dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.
Semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji ini, baik pemerintah, instansi terkait, maupun masyarakat, berperan penting dalam keberhasilan perjalanan ibadah haji tahun 2025. (red)




