Kadis Perindag Malut: 27 Perusahaan Industri Beroperasi di Malut, Dorong Ekonomi Daerah

95
Kepala Dinas Perindag Malut, Yudhitya Wahab (dok, Warta Sofifi)

WartaSofifi.id – Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) tahun 2022, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Maluku Utara, Yudhitya Wahab, mengungkapkan terdapat sekitar 27 perusahaan industri yang aktif beroperasi di provinsi ini.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas sektor industri yang semakin signifikan di wilayah Maluku Utara.

Yudhitya menjelaskan bahwa sektor industri di Maluku Utara mencakup berbagai bidang, mulai dari pengolahan hasil tambang hingga industri perikanan, yang berpotensi besar dalam menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Menurutnya, industri yang berkembang ini dapat menjadi salah satu pilar utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kehadiran 27 perusahaan industri ini menunjukkan bahwa Maluku Utara memiliki daya tarik yang kuat bagi investasi di sektor manufaktur dan pengolahan. Jika dikelola dengan baik, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah,” ujar Yudhitya.

Lebih lanjut, Dinas Perindag Malut terus berupaya mengembangkan infrastruktur dan memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang memudahkan investasi di sektor industri.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan iklim investasi yang kondusif dapat terwujud dan menarik lebih banyak pelaku industri untuk membuka usaha di Maluku Utara.

Selain itu, Dinas Perindag Malut juga tengah berfokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang ada.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat Maluku Utara dapat secara aktif terlibat dalam perkembangan sektor industri dan memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut.

Data SIINas tahun 2022 ini, menurut Yudhitya, memberikan gambaran jelas mengenai peluang pengembangan sektor industri di Maluku Utara yang sangat prospektif.

Perusahaan-perusahaan yang ada diharapkan dapat berperan sebagai katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Maluku Utara memiliki potensi industri yang besar, dan kita semua harus berperan aktif untuk mendukung pengembangannya. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, saya yakin kita dapat menjadikan provinsi ini sebagai pusat industri yang kompetitif,” tegas Yudhitya. (red)