Gubernur Terpilih Sherly Tjoanda Kenang Sahril Helmi Sebagai Pahlawan Media

286
Gubernur Malut Terpilih, Sherly Tjoanda (Foto: Istimewa)

WARTASOFIFI.ID –  Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 milik Basarnas Ternate pada Minggu, 2 Februari lalu. 

Kejadian tragis ini semakin menyentuh banyak pihak, terutama setelah salah satu korban, wartawan Metro TV, Sahril Helmi, baru ditemukan sepekan kemudian di perairan Halmahera Selatan.

Sherly menyampaikan rasa dukanya saat mengunjungi Basarnas Ternate hari ini. Dalam kesempatan itu, ia mengenang pertemuannya dengan almarhum Sahril Helmi yang sebelumnya beberapa kali meliput kegiatannya.

“Turut berduka ya. Saya ketemu almarhum beberapa kali. Kemarin beliau yang meliput kampanye akbar saya, juga meliput waktu kejadian kapal Bela 72,” ujar Sherly.

Ia juga mengapresiasi solidaritas dari rekan-rekan jurnalis yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

“Dia disayang semua sahabat-sahabatnya. Dari pusat pada datang. Saya sangat mengapresiasinya,”lanjutnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para personel SAR dan awak kapal dalam menjalankan tugasnya. Sherly pun menegaskan pentingnya upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa takdir milik Tuhan. Tapi ada baiknya yang bisa dilakukan manusia di-maintain dengan baik,” katanya.

Sherly juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan orang-orang terkasih dalam insiden ini.

“Turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh dari empat korban, dua anggota Basarnas, satu anggota Polair, dan satu dari wartawan,” ungkapnya.

Bagi Sherly, mereka yang gugur dalam tugas adalah pahlawan yang patut dihormati.

“Mereka semua adalah pahlawan. Meninggal dalam tugas. Semoga Sang Pencipta memberikan tempat yang terbaik buat mereka di surga,” tambahnya.

Kapal cepat RIB 04 milik Basarnas Ternate mengalami kecelakaan saat tengah menjalankan misi penyelamatan.

Kapal yang mengangkut 11 orang itu bertolak untuk mengevakuasi nelayan yang mengalami mati mesin di Perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Namun, dalam perjalanan sekitar pukul 23.00 WIT, kapal tiba-tiba meledak.

Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa itu, yaitu:

1. Bharatu Mardi Hadji – anggota Ditpolairud Polda Malut

2. Fadli M. Malagapi – anggota Basarnas

3. M. Riski Esa – anggota Basarnas

Sementara itu, korban keempat, Sahril Helmi (wartawan Metro TV), baru ditemukan beberapa hari setelah kejadian.

Tujuh orang berhasil selamat dalam kejadian ini:

1. M. Syahran Laturua – Kasi Ops Basarnas

2. Ryan Azur Ali – PNS SAR Kota Ternate

3. Hamja Djirun – PNS SAR Kota Ternate

4. Darmanto Rauf – PNS SAR Kota Ternate

5. Maretang – PNS SAR Kota Ternate

6. Bripka Irwan Idris – anggota Ditpolairud Polda Malut

7. Bripda Putra Nusantara Ruslan – anggota Ditpolairud Polda Malut

Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam setiap operasi SAR. Kehilangan empat nyawa dalam tugas kemanusiaan menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan seluruh masyarakat Maluku Utara. (red)