Gubernur Sherly Tjoanda Serahkan Bantuan Secara Simbolis untuk Program 700 Unit RTLH di Maluku Utara

135
Senyum penuh haru terpancar dari Hasna Larabi saat berdiri diapit oleh Gubernur Sherly Tjoanda dan Kadis Perkim Musrifah Alhadar, berpose usai menerima bantuan pembangunan rumah layak huni di Kelurahan Ngade, Kota Ternate. Momen ini menandai langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan hunian yang lebih layak bagi warga kurang mampu. (Foto: Ist)

WARTASOFIFI.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan meluncurkan program pembangunan 700 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini diharapkan dapat memberikan solusi hunian yang layak bagi masyarakat miskin ekstrem di berbagai wilayah provinsi.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di Kota Ternate pada Jumat (8/8). Momentum ini menjadi penanda resmi dimulainya pembangunan RTLH yang merupakan salah satu program prioritas Pemprov Maluku Utara.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Malut, Musrifah Alhadar, menyampaikan secara langsung melalui telepon kepada media bahwa penyerahan simbolis ini mencakup beberapa unit yang mewakili keseluruhan program.

“Penyerahan ada tiga unit rumah secara simbolis, mewakili yang 700 unit itu, Ibu Gubernur serahkan di Ngade. Kemudian, yang dua unit lagi, yaitu satu dapur sehat dan satu rehab ringan, itu di Marikurubu, jadi total dua unit,” ujarnya.

Pemberian bantuan simbolis ini bukan sekadar seremoni, melainkan lambang bahwa proyek pembangunan RTLH segera dimulai dan dikerjakan dengan penuh perhatian.

Musrifah menjelaskan bahwa penyerahan tersebut juga diiringi dengan penyerahan bahan bangunan kepada tiga perwakilan penerima bantuan sebagai tanda bahwa realisasi program segera berjalan.

“Itu mewakili 700 unit yang sudah diserahkan secara simbolis, menandakan bahwa pembangunan RTLH Provinsi Maluku Utara akan segera dilaksanakan. Hal ini ditandai dengan penyerahan bantuan tadi, berupa penyerahan bahan bangunan secara simbolis yang dilakukan oleh tiga perwakilan penerima,” ujarnya.

Pembangunan rumah dalam program ini meliputi tiga jenis pekerjaan utama yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah memastikan bahwa semua pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan penerima.

“Yang tong punya ada tiga jenis, ada dapur sehat, rehab ringan, dan bangun baru. Nah, itu yang tadi sudah diserahkan oleh Ibu Gubernur secara simbolis. Ini menandakan bahwa pembangunan RTLH di Provinsi Maluku Utara, sesuai dengan target dan sasaran, akan segera torang laksanakan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkim juga menyampaikan bahwa rumah yang dibangun berukuran tipe 36, yang merupakan standar rumah layak huni dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Tanah untuk pembangunan rumah tersebut sudah merupakan milik masyarakat penerima.

“Untuk bangunan ukuran tipe 36, tipe 36 untuk bangun baru, sesuai dengan anggarannya, yang pasti tanah itu milik masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan program ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap peningkatan kesejahteraan warga kurang mampu dengan menyediakan hunian yang layak dan sehat.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan segera melaksanakan program ini. Dengan adanya penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ibu Gubernur, menandakan bahwa pelaksanaannya akan segera dilakukan. Penyerahan bahan-bahan bangunan oleh Ibu Gubernur menandakan bahwa pelaksanaan pembangunan 700 unit RTLH segera dilaksanakan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sherly Tjoanda menyerahkan bantuan secara simbolis kepada beberapa perwakilan penerima, yang menjadi contoh penerima manfaat dari program RTLH.

“Perwakilan penerima bantuan secara simbolis diberikan oleh Ibu Gubernur, yang diterima oleh Ibu Hasna Larabi, seorang janda dengan empat anak, yang beralamat di Kelurahan Ngade. Rumahnya akan dibangun sebagai salah satu penerima RTLH,” ujarnya.

Selain itu, penerima bantuan pembangunan dapur sehat dan rehab ringan juga telah ditentukan dari Kelurahan Marikurubu. Ini menjadi bentuk perhatian pemerintah untuk tidak hanya membangun rumah, tetapi juga fasilitas pendukung yang layak.

“Di Marikurubu, penerima bantuan pembangunan dapur sehat atas nama Sumarni Mahmud. Untuk pelaksanaan rehab ringan, rumahnya atas nama Darmam yang berlokasi di Kelurahan Marikurubu,” tutup Musrifah. (red)