
WARTASOFIFI.ID – Pemprov Malut melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya mendorong pengembangan kapasitas para pelaku koperasi dan UMKM di daerahnya. Melihat tantangan pasar yang kian dinamis, terutama di era digital dan keterbukaan pasar global, pemerintah merasa perlu memberikan bekal kompetensi yang memadai bagi pelaku usaha tersebut agar mampu bersaing dan bertahan.
Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM Malut menggelar Diklat Manajemen Pemasaran dan Produk UMKM pada Jumat (8/8), bertempat di Aula Penginapan Yusmar, Sofifi. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Malut, Wa Zaharia, dihadiri oleh peserta dari sembilan kabupaten dan kota, termasuk Halmahera Utara, Kota Ternate, Kota Tidore, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya bersifat teori, namun juga praktik nyata agar para pelaku koperasi dan UMKM memiliki keterampilan langsung yang dapat diterapkan dalam usahanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Malut, Wa Zaharia, mengungkapkan bahwa diklat ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk terus meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.
Menurutnya, potensi produk unggulan daerah sangat besar dan menjadi kekayaan yang harus dimaksimalkan agar dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian lokal.
“Produk unggulan daerah kita memiliki potensi yang luar biasa, namun tanpa strategi yang tepat, nilai tambah dari produk tersebut tidak akan maksimal,” ujar Wa Zaharia.
Untuk itu, diklat ini fokus memberikan pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif terkait manajemen pemasaran agar para pelaku UMKM bisa lebih optimal dalam memasarkan produknya. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan pemasaran, branding produk, pemanfaatan digital marketing, hingga pengembangan jaringan distribusi yang efektif dan efisien.
“Oleh karena itu, diklat ini dirancang untuk memberikan pemahaman, keterampilan, dan strategi manajerial dalam pemasaran, mulai dari perencanaan, branding, digital marketing, hingga pengembangan jaringan distribusi,” jelasnya.
Selain menambah wawasan, diharapkan kegiatan ini dapat mendorong para peserta untuk lebih aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman, sehingga mampu menggali solusi inovatif dalam mengembangkan usaha masing-masing.
Wa Zaharia berharap agar momentum diklat ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta untuk meningkatkan kualitas usaha dan memperluas jangkauan pasar produk unggulan daerah, tidak hanya di tingkat lokal tapi juga hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan muncul inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” tambahnya.
Dengan demikian, Pemprov Malut optimis pelaku koperasi dan UMKM akan semakin profesional dan siap menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, khususnya di era digital dan pasar terbuka. (Enal)




