Gubernur Sherly dan Wagub Sarbin Didoakan Khusus oleh Ruslan Bian di Depan Ka’bah

204
Di hadapan Ka’bah, Ruslan Bian lantunkan doa panjang untuk dua pemimpin daerahnya, sembari berharap rakyat Malut juga merasakan keberkahan yang sama. Tangkapan layar/Ist

WARTASOFIFI.ID – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sosok Kepala Balitbangda Malut, Ruslan Bian, tengah berdoa khusyuk di depan Ka’bah dalam rangkaian ibadah hajinya. Dalam video tersebut, Ruslan terlihat memanjatkan doa khusus untuk Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, serta keselamatan dan kemajuan Malut.

Dikonfirmasi pada Senin (30/6) di Sofifi, Ruslan membenarkan bahwa video itu direkam saat dirinya sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Ia menuturkan bahwa apa yang ia lakukan merupakan bentuk ketulusan seorang aparatur sipil negara yang turut memikul tanggung jawab moral dan spiritual terhadap kepemimpinan di daerah.

“Waktu ibadah haji di Tanah Suci, saya tidak melupakan untuk mendoakan Ibu Gubernur dan Pak Wagub sebagai pemimpin di daerah ini,” ujarnya.

Menurut Ruslan, momen berdoa di depan Ka’bah adalah kesempatan langka yang tidak semua orang bisa alami. Karena itu, ia merasa perlu menyelipkan harapan dan doa bukan hanya untuk dirinya pribadi, melainkan juga bagi para pemimpin daerah yang sedang memikul beban besar dalam menakhodai pemerintahan dan masyarakat Maluku Utara.

Lebih lanjut, Ruslan mengungkapkan bahwa doanya tidak hanya diucapkan dalam hati, tetapi juga secara lisan, sebagai bentuk kesungguhan dan harapan mendalam terhadap keberlangsungan kepemimpinan yang amanah.

“Dalam hati dan dalam ucapan doa saya secara lisan, saya meminta agar kedua pemimpin kita ini diberikan kesehatan dalam memimpin Maluku Utara, karena di pundak Ibu Gubernur dan Pak Wagub, masyarakat Maluku Utara bergantung,” tambahnya.

Dalam video yang berdurasi singkat tersebut, Ruslan terlihat berdiri tegak dengan wajah tertunduk, khusyuk menengadahkan tangan di hadapan Ka’bah. Latar suara doa yang lantang memperlihatkan keikhlasan niatnya.

“Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Di hadapan Baitullah yang suci dan agung ini, saya selaku hamba yang daif mohon kiranya Allah SWT memberikan rahmat-Nya bagi Maluku Utara, negeri tercinta,” ucap Ruslan dalam video tersebut.

Doa Ruslan tidak berhenti pada kondisi umum daerah, tetapi ia juga memohon agar para pemimpin, khususnya Gubernur Sherly dan Wagub Sarbin, dikaruniai kekuatan dan bimbingan ilahi dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Dan saya juga berdoa, semoga Allah SWT melimpahkan hidayah serta kekuatan kepada para pemimpin di Maluku Utara, terutama Gubernur dan Wakil Gubernur,” lanjutnya dalam doa yang terekam jelas.

Ia menutup doanya dengan kalimat harapan yang dalam, mencakup aspek sosial, ekologi, dan spiritualitas yang lebih luas untuk masa depan Maluku Utara.

“Agar dapat mengemban amanah, menjalankan tugas membawa Maluku Utara ke depan lebih baik, sejahtera rakyatnya, selamat alamnya, damai bagi semua, jauh dari segala bahaya. Amin, ya Allahumma ya Allah,” ucapnya dengan suara yang bergetar.

Momen ini menunjukkan sisi lain dari birokrasi pemerintahan. Dalam doa dan pengharapan tulus seorang pejabat daerah, terselip keyakinan bahwa spiritualitas tetap menjadi fondasi penting dalam menjalankan amanah publik.

Ruslan sendiri tidak menyangka videonya beredar luas, namun ia tidak keberatan, karena menurutnya doa yang baik patut untuk diaminkan bersama.

“Saya lakukan ini bukan untuk disorot, tapi sebagai bentuk pengabdian batin saya kepada daerah ini. Sebab saya percaya, tidak ada yang lebih sakral dari memohon kepada Tuhan untuk keselamatan dan keberkahan negeri yang kita cintai,” tandasnya. (red)