Dua Akun WhatsApp Pimpinan Kampus di Maluku Utara Diduga Disadap, Muncul Permintaan Transfer Uang

1057
Rektor Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Sofifi, Sarbaini A. Karim (kanan) & Ketua STKIP Kie Raha Ternate, Sidik Dero Siokona (kiri). Foto: Istimewa

WARTASOFIFI.ID – Dugaan peretasan akun WhatsApp kembali terjadi dan kali ini menyasar dua pimpinan perguruan tinggi di Maluku Utara. Akun WhatsApp milik Rektor Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Sofifi, Sarbaini A. Karim, serta Ketua STKIP Kie Raha Ternate, Sidik Dero Siokona, diduga telah disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pada Selasa malam (24/6), akun WhatsApp yang mengatasnamakan Rektor Unibrah dilaporkan mengirimkan sebuah pesan penting dalam bentuk file PDF kepada sejumlah kontak, termasuk kepada redaksi media ini.

File tersebut diduga mengandung perangkat lunak berbahaya (malware) yang memungkinkan pihak ketiga menyadap perangkat penerima jika dokumen dibuka.

Pesan yang dikirim berisi dokumen mencurigakan, yang menurut sejumlah sumber, bisa membuka celah keamanan digital bagi pihak lain untuk mengambil alih kendali atas akun WhatsApp korban.

Dugaan sementara, file PDF itu merupakan bagian dari modus peretasan berbasis rekayasa sosial, dengan target mencuri data atau melakukan penipuan.

Lebih lanjut, pada Rabu (25/6), redaksi media ini menerima pesan singkat dari nomor WhatsApp milik Ketua STKIP Kie Raha, Sidik Dero Siokona. Pesan tersebut berisi permintaan bantuan transfer dana sebesar Rp4 juta dengan alasan layanan m-banking sedang bermasalah.

Isi lengkap pesan tersebut sebagai berikut:

“Assalamualaikum. Boleh minta tolong nggak? Ini ada keperluan transfer 4 JT, m-banking lagi error, nggak bisa dibuka. Bisa bantu transferin dulu? Nanti siang diganti lebih. Kalau bisa bantu saya kirim rekeningnya.”

Pesan tersebut langsung menimbulkan kecurigaan. Dugaan kuat mengarah pada pengambilalihan akun WhatsApp Ketua STKIP oleh pelaku, yang kemudian mencoba menipu kontak-kontak di dalamnya dengan dalih permintaan bantuan dana.

Hingga berita ini diturunkan, baik Rektor Unibrah Sarbaini A. Karim maupun Ketua STKIP Sidik Dero Siokona belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyadapan dan penyalahgunaan akun WhatsApp mereka.

Kasus ini menjadi pengingat serius akan bahaya serangan siber yang menyasar siapa saja, termasuk kalangan akademisi.

Publik diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesan-pesan mencurigakan yang berisi permintaan uang, serta segera mengonfirmasi langsung ke pihak bersangkutan sebelum mengambil tindakan.

Selain itu, disarankan untuk mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-step verification) di WhatsApp sebagai langkah pengamanan tambahan. (red)